Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Sopir Angkot Surabaya Rindukan Perempuan-perempuan Malam Gang Dolly, Semangat Narik hingga Tengah Malam

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
8 Februari 2024
A A
Sopir Angkot Surabaya Rindukan Perempuan-perempuan Malam Gang Dolly, tapi Bukan untuk Esek-esek MOJOK.CO

Ilustrasi - Sopir angot lyn Surabaya melalui hari-hari suram karena sepi penumpang. (Ega Fansuri/Mojk.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ada seorang sopir angkot Surabaya yang mengaku sangat merindukan kejayaan Gang Dolly, lokalisasi yang konon merupakan yang terbesar di Asia Tenggara pada medio 90-an.

Namun, ini bukan soal esek-eseknya. Melainkan tentang rezeki yang sopir angkot itu dapat dari para perempuan-perempuan malam di gang legendaris tersebut.

***

Seperti hendak menyusul Gang Dolly, para sopir angkot Surabaya kini tengah menunggu ajalnya. Angkutan dengan sebutan lain “lyn” itu makin hari makin sepi penumpang.

Mojok sebelumnya mewawancarai salah satu sopir angkot Surabaya bernama Arifin (52).

Seturut pengakuannya, di masa jayanya dulu (medio 80-an hingga 90-an), Arifin bisa membawa pulang uang Rp200 ribu bahkan lebih dalam sehari narik.

Namun, kini, untuk mendapatkan Rp80 ribu saja sudah empet-empetan. Alhasil, banyak sopir angkot yang kian hari kian lesu menghadapi kenyataan.

Arifin bahkan sering nostalgia ke masa lalu. Ke masa di mana mendapat penumpang terasa begitu mudah. Masa ketika angkotnya selalu penuh sesak oleh penumpang.

Merindukan kejayaan Gang Dolly

Saat Mojok wawancara pada Rabu, (24/1/2024) lalu, Arifin mengaku sangat merindukan masa kejayaan Gang Dolly.

“Loh jangan salah, Mas. Sebelum Bu Risma menutupnya (pada 2014), Gang Dolly jadi penyumbang pemasukan terbesarku,” ungkap Arifin.

Arifin bercerita, dulu saat prostitusi masih bergeliat di Gang Dolly, tak jarang ia menarik hingga tengah malam.

Pasalnya, banyak perempuan-perempuan malam yang menggunakan angkotnya untuk berangkat atau pergi dari gang legendaris tersebut.

“Selain itu, ada juga Wonokromo. Dulu ramai juga (penumpang dari sana),” tutur Arifin.

Sayangnya, seperti Gang Dolly, kawasan lokalisasi di area Stasiun Wonokromo pun menyusul ditutup pada 2020 silam.

Iklan

“Mati semua, Mas. Sandang pangane (mata pencaharian) PSK-PSK itu, sandang panganku (mata pencaharianku) juga ikut mati,” keluh Arifin.

Arifin lantas menyinggung soal prostitusi online yang marak sekarang

Menurutnya, jika mau adil, maka aparat juga harus rajin-rajin menyisir hotel-hotel yang jadi tempat transaksi lendir tersebut.

“Kasusnya kan sama aja. Dulu PSK jadi penumpang angkot lyn. Sekarang yang open BO-open BO itu jadi penumpang ojol. Sopir lyn mati, ojol ya harus mati,” gerutunya.

Kebencian sopir angkot Surabaya pada driver ojek online

Arifin mengaku, banyak di antara sopir-sopir angkot lyn Surabaya menaruh kebencian pada para drivel ojol.

Menurut Arifin, ojol menjadi salah satu faktor yang menyebabkan susutnya para peminat angkot lyn di Surabaya.

“Ini bukan soal perkembangan zaman. Karena ada ojol-ojol nakal. Mereka narik penumpang tapi nggak pakai aplikasi,” kata Arifin.

“Itu kan merebut jatah sopir-sopir angkot lyn to, Mas!” sambungnya dengan nada meninggi.

Tak ada solusi dari Pemerintah Kota Surabaya

Lebih lanjut, Arifin sekaligus mewakili teman-temannya sesama sopir angkot lyn merasa tak mendapat perhatian dan solusi yang baik dari Pemkot Surabaya.

Arifin berharap, Pemkot Surabaya memberi solusi yang sekiranya membuat sopir angkot lyn masih bisa mengais rezeki dari pekerjaan yang telah mereka jalani bertahun-tahun itu.

Pada Januari 2023 lalu, sebenarnya Pemkot Surabaya melalui Dishub Surabaya melakukan rekrutmen dari kalangan sopir angkot untuk menjadi sopir feeder WaraWiri yang diluncurkan oleh Pemkot Surabaya.

Namun, nyatanya program tersebut tak mampu menyelematkan semua sopir angkot lyn.

Sopir Angkot Surabaya Rindukan Perempuan-perempuan Malam Gang Dolly, tapi Bukan untuk Esek-esek MOJOK.CO
Para sopor angkot lyn Surabaya berjejer menunggu penumpang. (Aly Reza/Mojok.co)

“Bayangkan saja, Mas. WaraWiri itu cuma 50 atau berapa itu. Sementara sopir angkot lyn ada kira-kira seribuan orang,” ujar Arifin.

Malah, Arifin menilai kalau saat ini WaraWiri ini bisa menjadi ancaman baru.

“Untuk sementara WaraWiri beroperasi di dalam kota saja. Kalau sampai nanti nyambar rutenya lyn, ya pasti kami (para sopir angkot lyn) akan demo besar-besaran,” katanya.

Selain itu, keberadaan Suroboyo Bus milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang beroperasi sejak 2018 lalu juga dinilai Arifin menjadi bagian dari semakin susutnya penumpang angkot lyn.

Menagih janji-janji manis pejabat

Di jelang Pemilu 2024 ini, Arifin betul-betul menagih janji dari para pejabat.

Pasalnya, tiap kali musim Pemilu, beberapa tokoh yang hendak maju legislatif pasti akan mencari suara dari para sopir angkot lyn.

Mereka, seperti yang sudah-sudah, berjanji akan memberi perhatian khusus pada para sopir lyn, memberi solusi terbaik agar angkutan ikonik Surabaya itu tak mati. Sehingga, para sopir lyn masih bisa menggantungkan hidup dari sana.

“Buktinya mana? Kami tetap terancam mati,” ujar Arifin.

Ada sopir angkot Surabaya narik penumpang sambil menunggu kematiannya tiba

Dan memang ada sopir angkot lyn yang benar-benar narik penumpang sembari menunggu kematiannya tiba. Seperti misalnya pria tua bernama Suto (67).

“Kadang mikir gini, nasib sudah seperti ini, Gusti… Gusti…, kok ya nggak mati-mati aku ini,” ujarnya.

Suto sendiri mengaku tak punya pilihan lain selain bertahan sebagai sopir angkot lyn.

Pasalnya, ia sudah tua, sehingga tak tahu harus kerja apa selain pekerjaan yang ia jalani saat ini (sopir angkot lyn).

Sebenarnya Suto bisa saja berhenti dan ikut anak-anaknya saja yang sudah bekerja dan berumah tangga.

Namun, Suto tak sampai hati untuk melakukan hal tersebut. Ia enggan menjadi beban bagi anak-anaknya.

Oleh karena itu, Suto memilih bertahan menjadi sopir angkot lyn. Mendapat satu atau dua penumpang per hari baginya masih mending.

Meski tak jarang pula ia tak mendapatkan satu pun penumpang dalam seharian, yang membuatnya kemudian hanya menghabiskan sepanjang hari dengan merenung sembari berharap malaikat maut datang menjemputnya.

“Zamane soyo susah. Mati luwih apik (zamannya makin susah, mati lebih baik),” tuturnya penuh kepiluan.

Reporter: Muchamad Aly Reza

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Hari-hari Suram Sopir Angkot Surabaya, Angkut Penumpang Sambil Menunggu Mati

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 8 Februari 2024 oleh

Tags: gang dollypilihan redaksipsksopir angkotSurabaya
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Parijoto, pecel pakis, hingga lalapan kelor. Khazanah kuliner di Desa Colo yang erat dengan dakwah Sunan Muria MOJOK.CO
Lipsus

Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria

27 Februari 2026
Gen Z photobox di Tugu Jogja
Urban

Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO

27 Februari 2026
KIP Kuliah di Jogja.MOJOK.CO
Edumojok

Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

27 Februari 2026
UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO
Urban

Modal Ijazah S1, Nekat Adu Nasib ke Jakarta: Sudah Bikin Syukuran karena Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Pertama Belum Turun

26 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yamaha Grand Filano lebih cocok untuk jarak jauh daripada BeAT. MOJOK.CO

Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

26 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP prasejahtera asal Ngawi lolos S2 di UGM Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Pernah Hidup dari Belas Kasih Tetangga, Anak Muda Asal Ngawi Lolos Beasiswa S2 LPDP UGM padahal Merasa “Tidak Pantas”

23 Februari 2026
lulusan LPDP, susah cari kerja.MOJOK.CO

Curhatan Alumni LPDP yang Merasa “Downgrade” Ketika Balik ke Indonesia, Susah Cari Kerja Hingga Banting Setir demi Bertahan Hidup

23 Februari 2026
Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri MOJOK.CO

Rela Melepas Status WNI karena “Technical Stuff” di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri

27 Februari 2026
kerja di jepang, merantau.MOJOK.CO

Ironi Kerja di Jepang: Banting Tulang Hingga 5 Kali Lebaran Tak Pulang, tapi Setelah Sukses Hasilnya Tak Bisa Dinikmati

23 Februari 2026
Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.