Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Hari-hari Suram Sopir Angkot Surabaya, Angkut Penumpang Sambil Menunggu Mati

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
7 Februari 2024
A A
Sopir Angkot Surabaya Rindukan Perempuan-perempuan Malam Gang Dolly, tapi Bukan untuk Esek-esek MOJOK.CO

Ilustrasi - Sopir angot lyn Surabaya melalui hari-hari suram karena sepi penumpang. (Ega Fansuri/Mojk.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sopir angkot Surabaya kini tengah menjalani hari-hari suram. Makin hari makin sepi penumpang. Namun, mereka tak berniat untuk berhenti. Mereka akan tetap menyisir Surabaya, meski hanya mendapat satu atau dua penumpang saja.

***

Angkot Surabaya, atau orang-orang Surabaya menyebutnya lyn, saat ini memang tengah dalam kondisi sakaratul maut. Hidup segan mati tak mau, kalau kata pepatah. Mati tak mati, hidup tak hidup.

Sementara di satu sisi, ada tidak kurang dari 1000 sopir angkot yang masih menggantungkan hidup dari angkot dengan ciri khas warna kuning-hijau tersebut.

Lyn sendiri menjadi raja jalanan di Surabaya sejak medio 80-an hingga 90-an.

Lyn selalu menjadi pilihan utama bagi orang-orang Surabaya atau yang tengah ke Surabaya jika hendak bepergian.

Sehingga, tak pelak jika banyak orang yang tertarik dan memilih bekerja sebagai sopir angkot Surabaya tersebut. Namun, kini, hanya ada hari-hari suram bagi mereka.

Sopir angkot Surabaya kini banyak nganggurnya

Setidaknya, ada tiga titik yang dalam pantauan saya menjadi tempat menumpuknya lyn-lyn tersebut. Di Terminal Joyoboyo, Terminal Bungurasih, dan di Stasiun Wonokromo.

Siang pada Rabu, (24/1/2024), saya mencoba menyisir lokasi mangkalnya para sopir lyn di sekitar Stasiun Wonokromo. Titik terdekat dari kos saya di Wonocolo.

Ada empat angkot yang terparkir di pinggir jalan. Dua di antaranya tak ada sopirnya. Sementara di dua lyn yang lain, sopirnya tampak tengah tertidur pulas. Saya tak punya keberanian untuk membangunkannya.

Alhasil, saya pun bergeser agak jauh ke Terminal Joyoboyo.

Tapi, kira-kira demikianlah gambaran para sopir angkot di Surabaya saat ini. Yang letih karena tak kunjung dapat penumpang sejak pagi hingga tengah hari.

Dulu bisa dapat Rp200 ribu per hari, kini Rp80 ribu saja syukur

“Itu sudah muter dari jam lima pagi, angkut orang-orang ke pasar. Tapi setelah itu sepi. Cuma bisa muter-muter menghabiskan bensin,” ujar Arifin (52), salah satu sopir angkot yang saya temui di tepi kali tak jauh dari Terminal Joyoboyo siang itu.

Arifin sendiri sudah menjadi sopir angkot sejak tahun 1992. Sebelumnya ia bekerja sebagai buruh pabrik.

Iklan

Jayanya sopir angkot lyn di masa-masa itu tak pelak membuat Arifin memilih berhenti dari pabrik dan beralih jadi sopir angkot lyn. Ia tak pernah punya bayangan jika lyn ternyata akan mengalami hari-hari suram seperti saat ini.

“Dulu dalam sehari bisa Rp200 ribu. Lebih juga bisa. Sekarang itu paling sering Rp80 ribu. Rp100 sudah sangat sulit,” akunya.

Hari-hari Suram Sopir Angkot Surabaya, Angkut Penumpang Sambil Menunggu Mati MOJOK.CO
Arifin (52), salah satu sopir angkot lyn di Surabaya yang tetap bertahan. (Aly Reza/Mojok.co)

Kata Arifin, 80 ribu itu masih dipotong untuk bensin Rp50 ribu. Jadi praktis ia hanya bisa membawa pulang uang Rp30 ribu. Ini berlaku bagi yang punya angkot sendiri.

“Kalau yang angkot setoran, berarti masih harus setor Rp40 ribu. Jal piye?,” imbuhnya.

Ojol jadi musuh besar bagi sopir angkot Surabaya

Tentu ada banyak faktor yang membuat angkot lyn kini makin sepi penumpang dan tinggal menunggu ajal. Satu yang menurut Arifin paling terlihat adalah keberadaan ojek online.

Kini banyak orang yang memilih menggunakan jasa ojol karena lebih praktis dan efisien.

Dari sisi kenyamanan pun lebih nyaman ketimbang berdesak-desakan dan bersumuk-sumuk’an di dalam angkot.

“Tapi yang nggatheli banyak ojol ngeroyok rezeki kami (para sopir angkot). Lah gimana, ada banyak ojol yang narik penumpang tanpa aplikasi. Di Bungurasih dan Stasiun Wonokromo banyak yang seperti itu,,” keluh Arifin.

“Padahal seharusnya yang nggak aplikasi itu bagian kami,” lanjutnya.

Arifin mengaku sudah tak terhitung berapa kali ia dan sopir-sopir angkot lain nyaris baku pukul dengan para driver ojol tersebut.

Akan tetap narik sampai benar-benar tak ada penumpang

Arifin sendiri sudah mengira-ngira bahwa tinggal menunggu waktu lyn akan benar-benar mati total lantaran sama sekali tak ada penumpang.

Namun, untuk saat ini ia masih belum kepikiran untuk berhenti lebih dulu dan mencari pekerjaan lain. Ia masih akan narik meski hanya dapat satu atau dua penumpang saja.

“Terus biaya sekolah anak gimana, Pak?” tanya saya penasaran.

“Syukurnya anak saya yang cewek sekarang sudah kerja dan bisa bantu biaya sekolah adiknya. Istri juga jualan,” jawab Arifin.

Dari bekerja sebagai sopir angkot, Arifin mengaku bisa membiayai sekolah anak pertamanya hingga jenjang perguruan tinggi. Selain juga bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya selama bartahun-tahun.

“Tapi itu pun nggak membiayai full, karena anakku itu dapat beasiswa,” ungkap pria asal Menganti, Gresik tersebut.

Narik penumpang sambil menunggu mati

Di tengah obrolan saya dengan Arifin, dari belakang tiba-tiba ada sopir angkot lain yang ikut nimbrung. Namanya Suto (67), memang sudah cukup tua. Kulit-kulitnya sudah mengeriput, rambutnya sudah memutih.

Suto lupa kapan persisnya ia mulai menjadi sopir angkot.

Yang jelas, dari sopir angkot itu Suto bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya hingga bertahun-tahun.

Para sopor angkot lyn Surabaya berjejer menunggu penumpang. (Aly Reza/Mojok.co)

“Sudah tua, Mas. Sekarang mau kerja apa lagi. Jadi pilihannya ya tetap nyopir saja, sampai mati,” ucapnya saat saya tanya kenapa masih bertahan menjadi sopir angkot.

“Anak-anak sudah berumah tangga. Nggak mau lah minta-minta atau numpang hidup ke mereka,” sambungnya.

Dalam sehari, hanya hitungan jari saja penumpang yang bisa ia angkut. Tak lebih dari 10 orang. Bahkan kadang tak dapat penumpang sama sekali.

Jika tengah sepi-sepinya, Suto akan menghabiskan waktu melamun di tepi kali tidak jauh dari Terminal Joyoboyo itu.

“Kadang nggak pulang. Tidur di angkot. Istri di rumah sudah paham,” tuturnya.

“Kadang mikir gini, nasib sudah seperti ini, Gusti… Gusti…, kok ya nggak mati-mati aku ini,” tutupnya dengan wajah setengah putus asa.

Reporter: Muchamad Aly Reza

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Cerita Sopir Truk Jarak Jauh yang Tak Membiarkan Kursi Sebelah Kosong

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 7 Februari 2024 oleh

Tags: lynpilihan redaksisopir angkotSurabaya
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Parijoto, pecel pakis, hingga lalapan kelor. Khazanah kuliner di Desa Colo yang erat dengan dakwah Sunan Muria MOJOK.CO
Lipsus

Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria

27 Februari 2026
Gen Z photobox di Tugu Jogja
Urban

Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO

27 Februari 2026
KIP Kuliah di Jogja.MOJOK.CO
Edumojok

Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

27 Februari 2026
UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO
Urban

Modal Ijazah S1, Nekat Adu Nasib ke Jakarta: Sudah Bikin Syukuran karena Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Pertama Belum Turun

26 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Omong kosong menua dengan bahagia di desa: menjadi orang tua di desa harus memikul beban berlipat dan bertubi-tubi tanpa henti MOJOK.CO

Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti

21 Februari 2026
Culture shock mahasiswa Kalimantan dengan budaya guyub Jawa di Jogja

Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman

26 Februari 2026
Sejahtera ekonomi di Negeri Jiran ketimbang jadi WNI. Tapi berat terima tawaran lepas paspor Indonesia untuk jadi WN Malaysia MOJOK.CO

WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!

21 Februari 2026
THR belum cair, tapi sudah ludes dalam hitungan di kalkulator. Mudik lebaran memang tidak menyenangkan MOJOK.CO

THR Belum Cair tapi Sudah Jelas Ludes buat Dibagi-bagi, Yang Pasti Tak Ada Bagian untuk Diri Sendiri

23 Februari 2026
Mie ayam surabaya untuk quality time. MOJOK.CO

Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

25 Februari 2026
Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali

27 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.