Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Sisi Gelap Pekerja Cikarang, Gaji Sebulan Habis dalam Semalam Buat Judi dan MiChat

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
8 Juli 2024
A A
Kerja di Cikarang, UMR Cikarang.MOJOK.CO

Ilustrasi - Sisi Gelap Pekerja Cikarang, Gaji Sebulan Habis dalam Semalam Buat Judi dan MiChat (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Konon, kerja di Cikarang adalah pilihan terbaik buat mengais rezeki. UMR Cikarang yang tinggi menjadi alasan utamanya. Sayangnya, hidup sebagai pekerja di Cikarang tak sepenuhnya indah. Banyak sisi gelap yang justru bikin para perantau hidup susah di kota orang.

Per 2024, UMR Cikarang menyentuh angka Rp5,2 juta. Ibukota Kabupaten Bekasi ini pun menjadi kawasan dengan upah minimum tertinggi di Indonesia.

Pertimbangan itu pula yang bikin Alif (24) memutuskan merantau ke Cikarang setahun yang lalu. Hasilnya pun sudah kelihatan, ia bisa merenovasi rumah orang tua dan sedikit demi sedikit bisa menabung untuk modal nikah.

“Asal wani perih, kerja di Cikarang ini memang gendheng kok. Dari mana saja kayaknya itu duit datang terus,” kata lelaki asal Wonogiri, Jawa Tengah ini, saat bercerita kepada Mojok, Jumat (5/7/2024) lalu.

Kondisi itu jelas kontras dengan hasil yang dia dapatkan di tempat kerja sebelumnya. Sebelum kerja di Cikarang, Alif bekerja di Solo. Ia diupah mingguan dengan sistem gaji dihitung per shift.

“Dulu di Solo, ya, seminggu rata-rata dapat 600, 700, gitu. Itu kan kalau dihitung sebulan cuma dua setengah jutaan,” ungkapnya. “Di Cikarang, gaji pertamaku di atas 5 juta. Sekarang sudah setahun kerja Alhamdulillah dapat 6 jutaan sama lembur. Itu itungannya udah jauh melampaui UMR Cikarang, Mas.”

Polusi, macet, dan ancaman keselamatan yang terus mengintai di jalanan

Kalau bicara soal nyaman nggak nyaman, Alif mengungkapkan kalau hidup di Solo masih lebih enak. Meski termasuk kota metropolitan, bagi Alif, udara di Solo masih segar. 

Sederhananya, jika siang hari ingin ngaso masih ada banyak tempat terbuka yang bisa dikunjungi. 

Kondisi ini sama sekali tak bisa ditemui di Cikarang. Banyaknya pabrik bikin kota ini seperti “neraka bocor”. Polusi udara juga ada di mana-mana.

“Pohon-pohon gitu sebenarnya masih ada di Cikarang, tapi ya gitu, nggak terlalu berpengaruh. Panasnya tetap mobal-mobal,” ujarnya. “Tiap hari kalau keluar rumah aku juga selalu maskeran karena udaranya bikin sesek.”

Yang paling Alif keluhkan saat pertama kerja di Cikarang, adalah kondisi jalanannya. Menurut Alif, berkendara di jalanan kota ini menuntutnya untuk selalu fokus. Meleng dikit nyawanya terancam.

“Jam-jam berangkat dan pulang kerja macetnya minta ampun. Teman-temanku yang rumah di luar kota, harus berangkat 2 jam sebelumnya biar nggak telat,” kata Alif.

“Di sini itu jalan bolong-bolong juga udah jadi pemandangan sehari-hari. Soalnya emang banyak truk-truk gede lewat. Makanya, kalau motoran nggak fokus bisa ndlasar.”

Baca halaman selanjutnya…

Iklan

Satu kantor isinya orang-orang problematik. Kejebak judi online, bawa kabur duit perusahaan, sampai hobi open BO padahal sudah beristri.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 8 Juli 2024 oleh

Tags: bekasicikarangcikarang bekasicikarang jawa baratkerja di cikarangumr cikarang
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

5 Hal yang Lumrah di Bekasi tapi Nggak Bisa Ditemukan di Muntilan Magelang
Pojokan

5 Hal yang Lumrah di Bekasi tapi Nggak Bisa Ditemukan di Muntilan Magelang

20 Oktober 2025
Summarecon Bekasi, Obat Melupakan Beratnya Hidup di Bekasi MOJOK.CO
Esai

Summarecon Memberi Panggung Untuk Memulihkan Diri Sendiri para Manusia yang Hatinya Disengat Bekasi: Catatan Sopir Online yang Pernah Belajar Psikologi

14 Oktober 2025
Jogja Punya Aura Negatif, tapi Masih Mending ketimbang Jakarta MOJOK.CO
Esai

Jogja Memang Lebih Nyaman meski Tetap Menyimpan Aura Negatif, tapi Masih Mendingan ketimbang Hidup Menderita di Jakarta

4 Oktober 2025
Di Mata Driver GoCar Bekasi Lebih Nyaman ketimbang Jakarta MOJOK.CO
Esai

Di Mata Driver GoCar Lulusan Psikologi, Bekasi Saat Ini Sudah Jauh Lebih Nyaman Dibandingkan Jakarta

25 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

OAOT, gerakan menanam pohon di lereng Gunung Muria, Kudus. MOJOK.CO

Pelajaran dari Lereng Muria: Menanam Pohon Memang Seharusnya Menjadi Hal Wajar, Bukan Kelangkaan

15 Februari 2026
Sojourn, alunan laut tenang dari Kelana Swara Ambarrukmo yang beri ketenangan saat meditasi di perbukitan Menoreh MOJOK.CO

Sojourn: Alunan Laut Tenang dari Kelana Swara Ambarrukmo, Beri Rasa Lega usai Menepi dari Rutinitas Melelahkan

11 Februari 2026
Ibu yang sudah menua sering diabaikan anak

Orang Tua yang Menua adalah Ketakutan Terbesar Anak, meski Kita Menolak Menyadarinya

13 Februari 2026
Gabung LPM/Persma demi jadi wartawan/jurnalis karena tampak keren. Kini menyesal setelah kerja di media online daerah dengan gaji rendah MOJOK.CO

Sesal Kerja Jadi Wartawan, Label Profesi Keren tapi Realitasnya Jadi Gembel dan Simbol Anak Gagal di Keluarga

10 Februari 2026
Pembeli di Pasar Jangkang, Sleman. MOJOK.CO

Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak

9 Februari 2026
Kesulitan korban kekerasan seksual dalam berbicara

Korban Kekerasan Seksual Sering Jatuh Ditimpa Tangga: Sulit Bicara, Bukan Dipahami, tapi Malah Dihakimi

11 Februari 2026

Video Terbaru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026
Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.