Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Pesan Terakhir dari Tupperware, Saat Harta yang Paling Berharga di Atas Keluarga Kini Sudah “Tak Ada” Lagi

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
16 April 2025
A A
Tupperware berharga. MOJOK.CO

ilsurtasi - Tupperware jadi barang antik. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sejumlah pengoleksi Tupperware menyayangkan bangkrutnya perabotan produk rumah tangga asal Amerika Serikat tersebut di Indonesia. Mereka khawatir jika alat makan itu “hilang”, sudah tidak ada lagi gantinya. Produk tersebut akan menjadi barang antik yang sulit dicari.

Tupperware Lovers berduka

Nazwa (21) mengaku sudah menggunakan Tupperware sedari kecil, sebab ibunya adalah pengoleksi barang prestise tersebut. Mulai dari cangkir, piring, sendok, garpu, lunch box, botol minum, toples lebaran, toples gula, storage bumbu dapur, hingga box jumbo.

“Banyak banget, sampai aku nggak tau namanya apa aja. Soalnya di rumah koleksi Tupperware Mama saya megamania. Nggak boleh disentuh apalagi ilang, bisa-bisa dicoret Kartu Keluarga,” kelakar Nazwa.

Ketika duduk di bangku sekolah dasar, Nazwa tak sengaja menghilangkan tempat makan miliknya di sekolah. Pulang-pulang, ibunya mengomel tak karuan di rumah, tapi dari sana Nazwa sadar, ia telah melakukan kesalahan besar.

Omelan ibunya itu membuatnya tersadar bahwa dia telah menghilangkan barang turun-temurun dari keluarga. Kata ibunya, Tupperware tersebut sudah mereka pakai dari tiga generasi, yakni era Nazwa masih kecil, adiknya yang masih kelas 4 SD, dan sepupunya yang usianya masih 2 tahun.

“Mangkanya aku diomelin habis-habisan sama Mama. Beliau suruh aku sampai dapat. Untungnya ketemu di lapangan sekolah,” ujar Nazwa.

Sejak saat itu, Nazwa lebih waswas menjaga barang miliknya. Tupperware telah mengajarinya sebagai pribadi yang bertanggungjawab, meski di SMP ia pernah mengulangi kesalahan yang sama. 

“Ternyata aku tinggal di kolong meja habis ekskul Pramuka, alhasil kena semprot lagi,” kata dia.

Produk antik yang tak lekang oleh waktu

Selain keluarga Nazwa, Akbar (39) adalah pengoleksi Tupperware sejak tahun 1997 sampai sekarang. Hampir semua jenis ia punya, mulai dari tumbler, termos, frypan, pisau, hingga toples.

“Karena aku suka mengoleksi Tupperware, bahannya kuat, warnanya bagus, kedap udara, dan awet,” ujarnya.

Sangking favoritnya dengan Tupperware, Akbar sampai melamar kerja di perusahaan tersebut. Bahkan dari sana, ia merasa telah mendapatkan keluarga baru. Di tempat itu juga, ia bertemu dambaan hatinya yang sekarang menjadi istrinya. 

“Kami sama-sama kerja di sana sejak tahun 2010, walau sekarang kami dan Tupperware sudah berjarak laci tapi kau tetap di hati,” ucapnya.

Bagi Akbar, Tupperware adalah saksi bisunya gagal diet dan sisa nasi semalam. Ia lebih setia dan awet ketimbang gebetan masa lalu. Barang itu juga yang selalu menemani makan siangnya di taman kantor sembari mendengar curhat karyawan yang penuh drama.

Selain Naza dan Akbar, Mojok juga pernah menuliskan kisah Kamal (26) yang memiliki banyak kenangan bersama almarhum ibunya berkat Tupperware. Sejak SMP hingga SMA, rumah Kamal menjadi jujukan bagi teman-temannya karena banyak camilan yang ada di dalam toples. Ibunya memang sering menyuguhkan makanan di meja untuk tamu, tak hanya waktu lebaran. 

Iklan

Oleh karena itu, Tupperware menjadi barang yang berharga. Ketika perusahaan tersebut bangkrut, Akbar harus lebih waswas karena sudah tak punya ganti. Tupperware seolah jadi barang antik yang tak pernah lekang oleh waktu.

“Aku sudah tidak bisa lagi membeli produk-produk Tupperware yang up to date lagi,” sesalnya.

Tupperware pamit…

Dalam pernyataan resminya lewat akun Instagram, Tupperware mengunggah gambar beruliskan “Terima Kasih” dengan ukuran besar. Mereka bersyukur kepada pelanggan yang sudah menaruh kepercayaan dan memberikan dukungan selama ini.

Namun, bagai menegakkan benang basah, perusahaan yang sudah berkiprah selama 33 tahun itu akhirnya tumbang. Produk plastik alat kebutuhan rumah tangga dari perusahaan asal Amerika Serikat tersebut resmi pamit dari peredaran.

“Dengan berat hati, kami mengumumkan bahwa Tupperware Indonesia secara resmi telah menghentikan operasional bisnisnya sejak 31 Januari 2025. Keputusan ini adalah bagian dari langkah global perusahaan,” tulis akun Instagram @tupperwareid pada Jumat (11/4/2025).

Postingan itu dibanjiri komentar sedih. Warga net menyayangkan kabar tersebut. Sementara itu, Tupperware hanya menitipkan pesan bagi pelanggan yang masih memiliki produk tersebut agar menjaganya dengan hati-hati.

“Ayah, bunda, kakak dan adik. Jangan dihilangin lagi Tupperwarenya ya, nggak ada gantinya lagi loh sekarang,” tulis Tupperware di kolom komentar. 

“20 tahun dari sekarang, anak-anak kita nemu Tupperware di toko barang antik,” balas salah satu akun Instagram @hema*******.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Daftar Pesaing Berat Tupperware yang Kini Menguasai Pasar, Bikin Emak-emak Berpaling karena Kemiripannya atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 21 April 2025 oleh

Tags: beli alat makankoleksi tupperwareproduk rumah tanggatupperware
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Toples Tupperware bikin nelangsa usai ibu tiada dan rasa iri karena kemiskinan keluarga MOJOK.CO
Aktual

Toples Tupperware Beri “Kesedihan Abadi” usai Ibu Tiada dan Rasa Iri pada Keluarga Teman Sendiri

15 April 2025
Tupperware bangkrut. MOJOK.CO
Aktual

Selamat Jalan Tupperware, Terima Kasih Telah Memberikan Trauma Masa Kecil dalam Keluarga

14 April 2025
tupperware.MOJOK.Co
Aktual

Tupperware Akhirnya Resmi Bangkrut, Sisakan Kenangan di Benak Emak-emak

23 September 2024
emak emak tupperware.MOJOK.CO
Ragam

Daftar Pesaing Berat Tupperware yang Kini Menguasai Pasar, Bikin Emak-emak Berpaling karena Kemiripannya

31 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Susahnya cari kerja sebagai fresh graduate Unair. MOJOK.CO

Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak

7 April 2026
Jurusan Antropologi Unair kerap diremehkan. MOJOK.CO

Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas

9 April 2026
Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO

Gaya Hidup Pemuda di Desa bikin Kaget Perantau Kota: Kerja demi Beli iPhone Lalu Resign, Habiskan Uang buat Maksa Sok Kaya

6 April 2026
Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.