Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Suara Hati Sarjana Kerja di Jakarta Dapat Gaji Setengah UMR, Sering Dibanding-bandingkan dengan Adik Lulusan SMA di Kampung yang Penghasilannya Lebih Besar

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
25 Maret 2024
A A
Kebayoran Baru Jakarta Selatan, merantau ke Jakarta.MOJOK.CO

Ilustrasi - Kebayoran Baru Jadi Saksi Para Sarjana “di-Prank” Kemewahan Jaksel: Nekat Merantau Bermodal Ijazah S1, Berakhir Jadi Tukang Parkir Liar (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sudah dua tahun Awaludin (25) kerja di Jakarta. Alasannya datang ke ibu kota sama dengan kebanyakan orang, yakni karena tempat itu menawarkan rata-rata gaji yang lebih besar ketimbang daerah lain. Sayangnya, gaji besar hanyalah mitos. Setelah banting tulang nyaris 12 jam tiap harinya, upah yang ia peroleh jauh di bawah ekspektasi.

Sebagai informasi, per 2022 atau saat Awaludin pertama tiba di Jakarta, UMR ibu kota berada di angka Rp4,6 juta. Sementara gaji bersih yang Awaludin kantongi hanyalah Rp2,5 juta. Dengan demikian, gajinya saat itu hanya setara setengah UMR Jakarta yang berlaku.

Sementara pada 2024, dua tahun setelah ia bekerja di sini, UMR Jakarta mengalami kenaikan ke angka Rp5,06 juta. Sayangnya, gaji Awaludin belum mengalami penyesuaian, masih stuck di angka tadi. 

Kalaupun ada tambahan, paling mentok hanya Rp500 ribu di akhir bulan sebagai bonus dari kinerjanya. “Makanya, kalau ada orang bilang kerja di Jakarta itu enak karena gajinya besar, mau aku ketawain aja sih,” ujar Awaludin kepada Mojok, Minggu (24/3/2024) kemarin.

Lulus kuliah langsung kerja ke Jakarta gara-gara fomo

Udin, begitu ia kerap disapa, adalah kawan seangkatan saya. Ia merupakan mahasiswa UNY angkatan 2017, meski hanya kuliah di PTN tersebut selama satu semester karena pindah ke salah satu PTS Jogja pada tahun berikutnya.

Dahulu, saya tak bertanya soal alasannya pindah. Tapi belakangan saya ketahui kalau saat itu Udin memang kurang sreg dengan jurusan yang ia ambil di UNY. Pada 2018, akhirnya dia memilih mendaftar ke jurusan lain di kampus swasta.

Pertengahan 2022 lalu, Udin lulus kuliah. Saya juga menghadiri prosesi wisudanya. Saat itu, saya ingat betul Udin sempat bercerita kalau dia sudah diterima kerja di salah satu agensi periklanan di Jakarta.

Waktu itu, Udin memutuskan bekerja ke Jakarta karena dua alasan. Pertama, UMR Jakarta tinggi, bahkan dua kali lipat Jogja. Apalagi buat lulusan S1 seperti dia. Ia berpikir, sarjana akan lebih dihargai dan standard gajinya pun tentu berbeda dengan lulusan SMA/SMK.

Kedua, faktor fomo saja, karena memang banyak teman dekatnya yang merantau ke Jakarta saat itu. 

Sayangnya, dalam obrolan kami akhir-akhir ini, Udin terlihat menyesali keputusannya itu. Jangankan dapat gaji sesuai ekspektasinya, ia malah lebih merasa diperlakukan seperti sapi perah.

“Kerja pasti sampai malam, enggak kenal hari libur. Stres dan masuk angin udah jadi teman sehari-hari.”

Hidup susah gara-gara terlalu percaya omongan teman

Bermodal ijazah S1-nya, Udin melamar kerja sebagai desainer grafis di salah satu agensi periklanan di Jakarta Selatan. Dia mengaku melamar di perusahaan ini lantaran ajakan beberapa teman yang sudah lebih dulu masuk.

“Sejak awal teman-temanku bilang kalau gaji pertamanya memang cuma dua setengah juta. Tapi bakal ada kenaikan sesuai performa dan masa kerja,” jelasnya, menceritakan awal dia bisa masuk ke perusahaan tersebut. “Mereka bilang kerja satu tahun udah bisa dapat gaji UMR Jakarta,” sambungnya.

Sayangnya, setelah dua tahun kerja di tempat itu, apa yang temannya sesumbarkan tadi tak pernah jadi kenyataan. Alias, gajinya enggak naik-naik. 

Iklan

Padahal kalau patokan kenaikan gaji adalah performa, Udin sesumbar kalau dia adalah salah satu karyawan dengan kinerja terbaik. Kerjaan sebanyak apapun ia bereskan. Bahkan, banyak deadline kerjaan yang harusnya bukan jobdesknya, beberapa kali dia handle.

Udin tak mempermasalahkan seberapa banyak beban kerjanya. Yang ia keluhkan, bos kerap memberinya brief tak kenal waktu. Di jam-jam istirahat bahkan di hari libur sekalipun.

“Tengah malam sering di-call ada deadline kerjaan dari klien, mau enggak mau harus aku kerjain karena perintah. Weekend aja juga masih kerap gitu, bos ngasih kerjaan padahal lagi pengen nyantai,” jelasnya.

Dengan porsi kerjaan yang enggak ngotak itu, Udin pun merasa kalau dia berhak dapat gaji yang layak. Minimal setara UMR Jakarta. Sayangnya, dalam beberapa kali kesempatan mediasi dengan bos, kantor mengaku belum bisa menaikan gajinya ke angka yang dia inginkan.

“Alasannya klise: kebijakan kantor. Ya, paling mentok hanya dapet bonus di akhir bulan. Itu pun enggak banyak.” 

Baca halaman selanjutnya…

Sakit hati karena suka dibanding-bandingkan dengan adik yang lebih sukses.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 26 Maret 2024 oleh

Tags: dki jakartajakartakerja di jakartaUMR Jakarta
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

sate taichan.MOJOK.CO
Catatan

Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

20 Januari 2026
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO
Ragam

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO
Ragam

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO
Ragam

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Ketika Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa MOJOK.CO

Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

19 Januari 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina

20 Januari 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.