Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

10 Tahun Pakai Honda Vario 125, Motor Lawas yang Siap Menerjang Kesialan dari Surabaya ke Magetan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
28 Maret 2025
A A
Honda Vario 125 lawas. MOJOK.CO

ilustrasi - cerita pengendara Honda Vario 125 lawas saat mudik. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mudik menggunakan motor sudah menjadi budaya di keluarga Taresya Anggun (21). Sejak bayi, ia sudah dibonceng oleh orang tuanya dengan motor Honda Vario 125 lawas dari Surabaya ke Magetan. Jaraknya 189,5 kilometer. Anggun mengaku motor yang rilis di tahun 2012 itu jarang rewel, tapi ada saja nasib sial saat mengendarainya.

Honda Vario 125 lawas cocok untuk ngebut

Tujuh hari sebelum berangkat dari Surabaya ke Magetan, ayah Angguh pasti sudah menyervis Vario 125 miliknya. Dengan begitu, mereka siap unjung-unjung ke rumah keluarga maupun tetangga.

Biasanya, Anggun menghabiskan waktu perjalanan selama 4 hingga 5 jam. Beruntung lagi kalau jalanan tidak macet. Ia bisa memaksimalkan kecepatan dari 50 hingga 70 kilometer per jam.

“Kalau bapak sudah jadi ‘Valentino Rossi’, ya cuman tiga jam. Kecepatannya bisa sampai 90 kilometer per jam,” ujar Anggun saat dihubungi Mojok, Jumat (28/3/2025).

Secara performa, Anggun maupun orang tuanya sudah puas. Namun, jok Honda Vario 125 lawas yang berbentuk langsing membuat mereka kesulitan saat membawa banyak barang. Alhasil, sebisa mungkin, mereka hanya membawa satu buah ransel saat mudik.

Kesulitan itu masih bisa dihadapi ayah Anggun saat anaknya masih bayi. Lain soal ketika Anggun sudah beranjak remaja. Motor itu sudah tidak aman untuk berboncengan tiga orang, yakni ayah, ibu, dan Anggun yang berada di tengah.

Akhirnya, keluarga Anggun lebih sering menggunakan bus. Walaupun, Anggun sendiri lebih nyaman ketika naik motor ketimbang memanfaatkan moda transportasi umum. Jiwanya memang “bebas”.

“Kalau naik motor bisa menikmati suasana alam dan lebih santai,” ujar Anggun.

Meski begitu, ia tetap bersyukur pernah mencicipi Honda Vario 125 lawas. Sebab, kata Anggun, ia tidak terlalu lelah di jalan karena joknya yang langsing. Berbanding terbalik dengan motor Honda PCX miliknya sekarang.

“Jok PCX itu lebih besar jadinya capek, karena harus buka kaki lebih lebar,” ucapnya.

Honda Vario 125 vs motor topeng monyet

Sebelum ayah Anggun memberikan hadian Honda PCX pada tahun 2022, Anggun masih sering bergantian menggunakan Honda Vario 125 milik ayahnya. Motor itu memiliki kesan hangat bagi keluarganya.

Selain karena sering digunakan untuk mudik, Honda Vario 125 adalah motor yang ia gunakan untuk belajar motor, hingga bisa mengendarainya sejak SMA. Dari motor itu pula, Anggun pernah mendapatkan pengalaman celaka saat mudik.

“Baru saja berangkat dari Surabaya sudah ketabrak topeng monyet,” ujar Anggun.

Kejadian itu berlangsung sekitar tahun 2015 saat Anggun masih SD. Anggun yang duduk di kursi paling depan ikut kaget saat ayahnya menekan rem secara mendadak, karena petugas topeng monyet menyeberang tiba-tiba.

Jatuh dari sepeda sampai luka-luka

Baca Halaman Selanjutnya

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 5 April 2025 oleh

Tags: Honda Vario 125lebaran 2025mudik lebaranmudik pakai motor
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Vario 125 dan Suzuki Spin 125 Bikin Anakku Jadi Lebih Sabar MOJOK.CO
Otomojok

Dari Vario 125 ke Suzuki Spin 125: Misi Seorang Ayah Cari Motor Seken untuk Anak Bujang Magang di Lombok

21 Juli 2025
Honda Vario 125 Pilihan Orang Waras, Tua tapi Kuat MOJOK.CO
Otomojok

Honda Vario 125 Pilihan Orang Waras, Warisan Rangka Tua yang Nggak Menyedihkan Seperti Warisan Rangka ESAF Honda

10 Juli 2025
Lebaran 2025 Lebaran Paling Aneh 10 Tahun Terakhir MOJOK.CO
Esai

Mudik Lebaran 2025 Terasa Aneh dan Berbeda: Penumpang Bus Sepi Hingga Pedagang Asongan Menghilang

4 April 2025
Perjalanan menyiksa rute Tuban-Jombang naik bus Bagong hingga Widji MOJOK.CO
Catatan

Perjalanan Menyiksa Rute Tuban-Jombang, Berdesakan dan Berpanasan Melibas Sisi Lain Jalanan Jawa Timur

3 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran

9 Februari 2026
Dat, pemuda dengan 3 gelar universitas putuskan tinggalkan kota demi bangun bisnis budidaya jamur di perdesaan MOJOK.CO

Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan

4 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026
bpjs kesehatan.MOJOK.CO

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026
blok m jakarta selatan.mojok.co

Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

5 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.