Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kegoblokan saat Merantau di Cikarang: Gaji Kecil Ludes buat Hidupi Preman, Selalu Bohongi Ibu yang Butuh Kiriman

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
26 Juli 2024
A A
Kegoblokan Merantau di Cikarang, Gaji di Bawah UMR malah Menghidup Preman MOJOK.CO

Ilustrasi - Merantau di Cikarang, gaji di bawah UMR malah kena porot preman. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pengalaman merantau di Cikarang, Jawa Barat, membuat Shadiq (25) hidup dalam tekanan. Bagaimana tidak. Perantau asal Tuban, Jawa Timur, itu kerja dengan gaji di bawah UMR. Gaji kecil tersebut malah ia gunakan untuk mentraktir preman nyaris setiap malam agar ia mendapat perlindungan.

***

Awal tahun 2019, Shadiq yang baru lulus dari D2 di Surabaya mendapat tawaran kerja dari sebuah lembaga swasta di Cikarang, Jawa Barat. Karena sedang butuh pekerjaan, tanpa pikir panjang Shadiq langsung mengiayakan berangkat.

“Tawarannya di bagian IT, karena kan aku D2-nya ambil itu,” ujar Shadiq mengenang masa-masa penuh tekanan tersebut, Kamis (25/7/2024) malam WIB.

Namun, tawarannya ternyata tak sesuai dengan pekerjaan yang dibebankan pada Shadiq. Alih-alih mengurus bagian IT, ia justru menjadi driver pengiriman barang dari si lembaga tersebut.

Tentu saja Shadiq kaget. Tapi ia tidak bisa berbuat banyak. Sudah terlanjur berangkat ke Cikarang juga. Ia juga masih berpikir positif: barangkali di masa training ia memang tidak langsung memegang IT. Barangkali baru setelahnya ia akan menempati posisi tersebut.

“Tapi ternyata sampai setahun aku kerja, aku tetep jadi driver. Dari awal emang aku sempat ditanya, bisa nyetir mobil? Padahal aku belum punya SIM. Aku juga nggak curiga. Ternyata malah aku jadi driver,” bebernya.

Sesumbar gaji UMR Cikarang berujung pahit

Sebelum menerima tawaran kerja tersebut, Shadiq memang sempat mengecek di internet perihal besaran gaji UMR Cikarang di tahun 2019. Saat itu ada di angka Rp4 juta. Tak pelak jika Shadiq tergiur.

Namun, yang kemudian Shadiq sesali, ia tak memastikan dulu mengenai kisaran gaji yang bakal ia terima pada si lembaga tempatnya bekerja. Karena ternyata, gaji yang ia terima dalam setiap bulan hanya separuhnya.

“Cuma dapat gaji Rp2,3 juta. Aku malunya kan sama orang rumah,” tutur Shadiq.

Sebenarnya orang tua Shadiq agak keberatan jika ia merantau di Cikarang. Terlampau jauh.

Tapi Shadiq meyakinkan dengan iming-iming gaji besar. Sebab, dengan gaji tersebut, Shadiq menjamin akan membantu keuangan orang tuanya yang pas-pasan. Terlebih masih ada adik yang sekolahnya harus dibiayai.

“Aku nggak berani terus terang lah sama orang rumah. Kepalang malu. Sudah terlanjur bilang bakal dapat gaji Rp4 juta, sesuai UMR Cikarang,” ungkap Shadiq.

Nyaris setiap malam harus traktir preman

Karena pertimbangan dekat dengan tempat kerja, saat itu Shadiq ngekos di sebuah perkampungan yang menjadi sarang preman. Toh memang harga kosnya tersebut lebih murah ketimbang kos-kos lain yang sudah ia cari.

Iklan

“Rp500 ribu. Kalau yang lain sudah di angka Rp600 ribu, Rp700 ribu ke atas,” jelas Shadiq.

Yang konyol dari Shadiq (ia akui sendiri), yakni ia kelewat jiper dengan preman-preman kampung yang sering nongkrong di pos ronda dekat kosannya. Shadiq merasa, setiap gerak-geriknya selalu diperhatikan oleh para preman tersebut.

Oleh karena itu, pemuda polos tersebut berinisiatif untuk sering mentraktir para preman yang nongkrong. Bisa tiga sampai lima orang.

“Awalnya kubelikan makan lah. Terus kadang rokok dua bungkus buat mereka join. Kadang juga anggur merah. Itu terjadi nyaris setiap malam. Ya nggak setiap malam persis. Tapi sering banget,” beber Shadiq.

Tujuannya agar Shadiq tak diganggu oleh para preman tersebut. Lebih dari itu, ia berharap agar si preman bakal membantunya misalnya ia dalam keadaan terancam di Cikarang.

Baca halaman selanjutnya…

Selalu bohongi ibu yang minta kiriman

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 26 Juli 2024 oleh

Tags: cikaranggaji cikarangloker cikaranglowongan kerja cikarangumr cikarang
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

cikarang.MOJOK.CO
Ragam

Ironi Cikarang, Favorit Perantau Cari Kerja tapi Banyak Warganya Susah Dapat Kerja: “Nganggur di Negeri 1.001 Pabrik”

10 Juni 2025
cikarang.MOJOK.CO
Ragam

Kerja di Cikarang Tak Seindah Bayangan Orang Lain, Ada Kebusukan Kantor yang Jarang Diketahui

4 Februari 2025
cikarang.MOJOK.CO
Ragam

Kos-Kosan 1.000 Pintu Menjadi “Las Vegas-nya Cikarang” yang Memotret Sisi Gelap Para Pekerja

30 Januari 2025
Kisah Pilu Pemilik Rental Mobil dan Motor, Nyawa Taruhannya! MOJOK.CO
Esai

Kisah Pilu Pemilik Rental Mobil dan Motor: Bos Rental di Cikarang Mati Ditembak, Ketegasan Aparat Dipertanyakan

3 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.