Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Yang Tak Akan Hilang dari Belasan Gerai Matahari Store Saat “Tenggelam”, Kenangan Hangat Belanja Bersama Keluarga

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
29 Oktober 2025
A A
Matahari Store. MOJOK.CO

Ilustrasi - Pengalaman berharga saat pergi belanja sekeluarga di Matahari Store. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Alasan terakhir itulah yang membuat dia yakin bahwa belanja offline jauh lebih menyenangkan ketimbang online, meskipun Matahari Store juga punya lapak online di matahari.com. Di sisi lain, lapak online tersebut membantu Ega untuk melihat-lihat referensi pakaian yang kekinian.

“Pengalaman saya kalau beli online itu sering kekecilan atau tidak sesuai ekspektasi, sedangkan toko-toko offline seperti Matahari menurut saya ‘superior’ karena bisa dicek secara langsung kualitasnya,” ujar Ega.

“Lebih dari itu, dengan ‘window shopping’ saya juga bisa bergaul dengan keluarga atau teman saat mencari maupun memilih baju,” lanjutnya.

Pilihan pertama bagi keluarga

Tak hanya keluarga Ega, Anastasya (20) juga menjadi pelanggan setia Matahari Store sejak ia duduk di bangku SD tahun 2015 hingga sekarang. Terutama seminggu sebelum Hari Raya Idulfitri. 

Di Matahari Store, Anastasya bebas memilih pakaian dengan model yang beragam. Mulai dari warna, ukuran, style, hingga kualitas bahan. Untungnya juga, ia tak harus memilih baju yang seragam dengan orang tua maupun adik-adiknya.

“Kami nggak pernah rundingan sebelum beli, kalau dirasa cocok dan ingin kembaran ya kembaran tapi kalau lagi punya keinginan masing-masing, ya nggak perlu kembar,” kata dia menyertakan emoticon tertawa di penghujung pesannya, Rabu (29/10/2025).

Salah satu unsur pertimbangan yang Anas gunakan saat memilih pakaian adalah kualitas bahan, sebab jujur saja ia tipe anak yang tidak awetan kalau beli barang. Tidak sampai seminggu, biasanya barang yang baru ia beli bisa rusak atau kucel duluan.

“Jadi emang aku selalu cari yang kualitasnya lumayan. Selain itu di Matahari Store juga banyak diskon dan keluargaku selalu merekomendasikan beli di sana,” jelas Anas.

Matahari Store sebagai raja ritel terbesar di Indonesia

Sebagai perusahaan ritel yang berdiri sejak tahun 1958, Matahari Store sukses menjadi “raksasa” ritel asli Indonesia. Melansir dari laman resmi Matahari Store, gerai pertamanya–sebuah toko pakaian anak dibuka di Jakarta oleh Hari Darmawan.

Pada tahun 1972, ia berhasil menjadi department store modern pertama di Indonesia dengan menyajikan ragam produk fashion. Mulai dari pakaian, alas kaki, kecantikan, hingga kategori gaya hidup lain. 

Dalam perjalanannya, ia terus memperkuat portofolio merek eksklusif seperti SUKO, ZES, Nevada, Connexion, COLE, dan Little M guna menjawab kebutuhan konsumen Indonesia yang dinamis. Saat ini, Matahari Store mengoperasikan lebih dari 140 gerai di hampir 80 kota di Indonesia.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Kala Matahari Store “Tenggelam”, Di mana Lagi Sebuah Keluarga Bisa Beli Baju Lebaran? atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 31 Oktober 2025 oleh

Tags: belanja offlinebelanja onlinejakartamatahariMatahari Department StoreMatahari Storematahari tutup geraiperusahaan ritelplaza blok m
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO
Urban

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)
Pojokan

Orang Kaya dari Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

7 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO
Urban

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026
Gaji 8 Juta di Jakarta Jaminan Miskin, Kamu Butuh 12 Juta MOJOK.CO
Cuan

Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa

2 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Astrea Grand, Motor Honda yang Menjadi Mitos MOJOK.CO

Astrea Grand, Motor Honda Penuh Dusta yang Celakanya Pernah Menjadi Mitos dan Membuatnya Dikagumi karena Motor Ini Memang Meyakinkan

5 April 2026
Gagal kuliah di PTN karena tidak lolos SNBP, padahal masih ada jalur SNBT dan UM UGM

Keterima ITS tapi Tak Diambil demi Nama Besar UGM, Malah Merasa Bodoh karena Gagal SNBP padahal Hanya Seleksi “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tak Pasti Aman

1 April 2026
Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan MOJOK.CO

10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal

7 April 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

Backpackeran Naik KA Eksekutif Jogja-Jakarta Demi Menyembuhkan Luka, Malah Dibuat Kesal dengan Kelakuan Norak Penumpangnya

1 April 2026
Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO

Gaya Hidup Pemuda di Desa bikin Kaget Perantau Kota: Kerja demi Beli iPhone Lalu Resign, Habiskan Uang buat Maksa Sok Kaya

6 April 2026
Pembangunan Masif Rusak Hutan Papua, Belasan Spesies Satwa Terancam Punah.MOJOK.CO

Pembangunan Masif Rusak Hutan Papua, Belasan Spesies Satwa Terancam Punah

3 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.