Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kos di Jogja Mahal Doang tapi Kondisinya Memprihatinkan, Masih Kalah Nyaman dari Kos Murah-murahan di Surabaya

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
4 Maret 2024
A A
Cerita Kebaikan Hati Pemilik Kos di Surabaya, Penyelamat Mahasiswa KIP Kuliah  yang Hobi Nunggak Bayar Sewa.MOJOK.CO

Ilustrasi - Cerita Kebaikan Hati Pemilik Kos di Surabaya, Penyelamat Mahasiswa KIP Kuliah  yang Hobi Nunggak Bayar Sewa (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dari sudut pandang orang yang pernah lama di Surabaya, kos di Jogja cuma mahal doang, sementara kondisinya memprihatinkan. Uang Rp500 ribu di Jogja hanya dapat kos yang ala kadarnya. Padahal kalau di Surabaya, dengan harga yang sama sudah dapat kos yang sangat nyaman.

***

Setelah satu bulan di Jogja, saya baru tahu kalau ternyata ada beberapa teman pesantren di Lasem dulu yang masih stay di Jogja. Salah satunya Haqqy (22), adek kelas saya di MA dulu yang kini menjadi mahasiswa S1 UIN Sunan Kalijaga.

Untuk menyambung ikatan pertemanan, saya pun main ke kosnya di Nologaten pada Jumat, (1/3/2024) siang. Ternyata tak jauh dari kos teman saya yang lain, Puji (24), teman saat kuliah di Surabaya.

Saya menelan ludah ketika mengetahui kos tempat Haqqy tinggal.

“Ini harganya Rp500 ribu?” tanya saya tak percaya. Haqqy meresponnya dengan tersenyum kecut.

Kos mahal cuma menang kamar mandi dalam

Kamar kos seharga Rp500 ribu yang Haqqy tempati begitu sempit, hanya muat satu orang. Agar terasa lebih luas, Haqqy harus memiringkan kasur di kamarnya.

Di sebelah tempat tidurnya yang sangat sempit itu terdapat kamar mandi yang juga tak kalah sempit.

“Kalau mau ditulis, kalau bisa jangan difoto sih, Mas, aku was-was,” katanya.  Tentu saya menyetujui

Sejak masa kuliah, saya memang tak terlalu peduli dengan kos dengan tawaran kamar mandi dalam.

Kalau menurut saya pribadi, tak ada nilai lebih dari kos dengan kamar mandi dalam selain hanya bisa keluar masuk kamar mandi tanpa antre untuk bergantian. Bagi saya, itu pun tidak ada lebih-lebihnya. Biasa saja.

Malah dengan adanya kamar mandi dalam untuk kos yang ala kadarnya seperti kos Haqqy, kondisi di dalam kamar justru terasa lembab dan cenderung becek.

“Aku di Jogja awalnya mondok, Mas. Semester 3 mulai mgekos,” tutur Haqqy.

Alasan kenapa Haqqy memilih mondok di awal kuliah karena ia belum punya banyak kenalan. Sehingga, pikirnya, yang penting dapat tempat tinggal dulu.

Iklan

Setelah kemudian sudah cukup beradaptasi di Jogja, pada semester 3 ia memilih untuk ngekos.

“Cari yang di bawah Rp500 ribu di deket-deket kampus nggak ada. Adanya Rp600-an ke atas,” ungkapnya.

Maka saat menemukan kos dengan harga Rp500 ribu, baginya itu sudah sedikit lebih murah jika dibanding Rp600 ribuan ke atas. Maka dengan berat hati ia pun memilih kos di daerah Nologaten tersebut.

WiFi harus bayar sendiri

Haqqy pun saat pertama kali melihat kondisi kosnya sempat setengah tak percaya. Maksudnya, Rp500 ribu dapat kos yang kayak gini (ala kadarnya)?

Yang lebih mengejutkannya lagi, Rp500 ribu itu masih belum include WiFi. Ia masih harus membayar iuran WiFi sebesar Rp50 ribu.

“Sampean kok dari tadi sangat kaget. Memang di Surabaya kosnya harganya berapaan?,” tanya Haqqy. Nanti saya jelaskan.

Hanya memang, kos yang Haqqy tinggali cenderung lhos-lhosan alias bebas. Katanya, mau bawa cewek pun ibu kos tak terlalu peduli.

Selain itu, teman juga bisa keluar masuk secara leluasa. Meskipun Haqqy sedang tak ada di kosan.

“Kalau aku pulang ke Rembang, temen-temen biasanya ada yang ujug-ujug tidur sini. Kuncinya kutinggal,” jelasnya.

Bagian ini cukup menguntungkan saya. Jadi saya bisa sewaktu-waktu ke kos Haqqy untuk nitip motor kalau saya sedang hendak pulang ke Rembang (naik bus).

Kos Jogja tak sebaik kos Surabaya

Jauh sebelum bertemu Haqqy, saya sudah lebih dulu numpang selama hampir seminggu di kosan Puji pada akhir Januari 2024 lalu, di seminggu pertama kepindahan saya ke Jogja.

“Kamu tahu harganya berapa? Rp650 ribu,” ujar Puji yang saat itu membuat saya juga kaget.

Pasalnya, kamar kos yang Puji tempati tersebut tak seluas kamar kos yang ia tempati saat di Surabaya. Tepatnya di belakang Bakso Om Aris. Sedangkan di Surabaya hargaya Rp500 ribu.

Kos Mahal Jogja Kalah Nyaman dari Kos Murah Surabaya MOJOK.CO
Ilustrasi kamar kos berantakan. (Robin Battison/Unsplash)

Dengan harga segitu, kos Puji di Surabaya sudah bisa menampung hingga tiga orang. Ada space cukup luas pula untuk menaruh buku-buku koleksi Puji yang luar biasa banyak. Sehingga, tiga orang bisa masuk tanpa berdesak-desakan.

Sementara di kosnya yang sekarang (di Jogja), cuma buat tidur dengan saya saja rasanya sudah penuh sesak.

“Di Surabaya dulu sudah include kipas. Ini (kos Jogja) nggak ada, aku bawa sendiri,” tuturnya.

Sebagai pembanding lagi adalah kos lama saya di Surabaya, di Gang Diwitayah, Wonocolo.

Sejak bekerja dan memiliki cukup uang, saya coba-coba sewa kos di harga Rp500 ribu selama setahun dari 2021 akhir sampai 2022 akhir, setelah selama 3,5 tahun kuliah sewa kos ala kadarnya di harga Rp200 ribu.

Tak jauh berbeda dengan puji, kos saya yang Rp500 ribu tersebut bisa saya bilang tak seada-adanya seperti kos Haqqy yang cuma cukup buat tidur sau orang.

Kos saya cukup untuk tiga orang. Include WiFi, kipas angin, kasur dan bantal. Hanya memang bukan kamar mandi dalam. Tapi itu bukan masalah berarti bagi saya.

Yang menyenangkan lagi dari kos saya tersebut adalah, setiap dua hari sekali ada ART dari ibu kos yang bersih-bersih: nyapu, ngepel, buang sampah. Sehingga suasana kos selalu bersih dan wangi.

Kalau ada yang menyebalkan, mungkin memang parkirnya yang agak berdesak-desakan.

Namun, bagi saya, uang Rp500 ribu sudah dapat fasilitas seperti itu sudah sangat-sangat mewah. Coba saja bandingkan dengan kos Haqqy tadi.

Setelah setahun, per Januari 2023 saya kemudian sewa kos agak murah lagi di Jl. Pabrik Kulit, masih di Wonocolo. Di dalam gan sempit belakang Kopi Topi (Koptop).

Harganya lebih murah, yakni Rp400 ribu. Tapi soal fasilitas, justru ngalah-ngalahi kos saya yang Rp500 ribu sebelumnya.

Harga Rp400 ribu sudah dapat kamar luas (+kasur, bantal, guling), WiFi lancar, dapur bersama untuk anak kos, dan parkir lebih luas. Hanya memang kamar mandinya luar, lalu kipasnya tidak include. Tapi bagi saya itu sudah cukup.

Sebab, tidurnya pun pakai ranjang. Masing-masing kamar berisi dua ranjang. Kalau saja ranjangnya dikeluarkan, mungkin cukup untuk tidur empat orang.

Baca halaman selanjutnya…

Kos murah Jogja kondisinya parah banget

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 4 Maret 2024 oleh

Tags: Jogjakos jogjakos murahpilihan redaksiSurabaya
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO
Urban

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar.MOJOK.CO
Lipsus

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

16 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO
Urban

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Kapok Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

15 Maret 2026
Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026
Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa Membuat Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja MOJOK.CO

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.