Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kolaborasi Difa Bike dan Eiger Wujudkan Kebahagiaan Para Difabel: Membantu Sesama tanpa Merepotkan

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
28 Maret 2024
A A
eiger dan difa bike.MOJOK.CO

Kolaborasi Eiger dan Difa Bike

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi Triyono, impian penyandang disabilitas tunadaksa sepertinya cukup sederhana yakni tidak merepotkan orang lain. Hal itu mendorongnya membangun Difa Bike yang baru saja berkolaborasi dengan Eiger.

Saat namanya dipanggil, Triyono berdiri dari sofa yang ia duduki seorang diri. Berusaha menyangga badannya dengan dua tongkat. Beberapa orang di panggung berusaha membantunya untuk naik ke panggung, meski berat, lelaki ini pun bisa naik sendiri tanpa mereka.

Ia menyandang disabilitas fisik yang cukup berat sehingga perlu dua tongkat. Namun, ia mengaku kondisinya bukan hambatan berarti.

“Saya baru menyadari kalau kondisi ini namanya disabilitas ya pas kuliah. Gini-gini saya lulusan UNS,” kelakarnya setelah duduk di atas panggung halaman Toko Eiger Cabang Jalan Kaliurang.

Triyono bercerita, banyak penyandang disabilitas fisik yang tidak seberuntung dirinya. Dulu, meski dua kakinya perlu bantuan tongkat untuk berjalan namun ia mengaku sebenarnya punya “belasan” kaki.

“Belasan” kaki yang ia maksud adalah kaki-kaki dari keluarganya yang selalu siap membantunya. Ketika sekolah, selalu ada yang siap menjemput. Jika orang tua sedang sibuk, maka paman, adik, dan saudara-saudaranya yang lain selalu sedia membantu.

“Tapi tidak semuanya kondisinya seperti saya. Banyak difabel yang tidak bisa sekolah, miskin, kok ya hidup pula,” kelakarnya disambut tawa rekan-rekan Difa Bike yang hadir.

Realitas itu yang memantiknya untuk menginisiasi Difa Bike, sebuah aplikasi penyedia transportasi berbentuk ojek yang dikemudikan para difabel. Sasaran penggunanya juga sesama penyandang difabilitas.

Difa Bike hadir untuk kebahagiaan para difabel

Triyono menginisiasi Difa Bike, yang dulunya bernama Ojek Difa pada 2014 silam. Modalnya sederhana, berangkat dari dua motor milik Triyono yang dimodifikasi. Baginya, Difa Bike hadir untuk membantu orang sepertinya mendapat kebahagiaan.

“Kami itu bahagianya sederhana, bukan punya rumah mewah atau mobil, tapi bisa kesana dan kesini tanpa merepotkan orang lain saja sudah bahagia,” tuturnya.

Layanan besutan Triyono ini jadi satu-satunya di Indonesia bahkan dunia. Sebuah ojek dengan driver difabel dan pelanggan sesama difabel bahkan kini melayani kalangan umum juga.

Saat awal merintis, Triyono mengaku banyak yang menganggap usahanya sebagai program bantuan pemerintah. Gerakan simbolik yang tak berkelanjutan. Namun, ia ingin membuktikan bahwa layananan inisiasinya jadi contoh nyata industri wirausaha sosial.

“Berkat ini saya juga nggak bingung saat melamar istri, bisa menjelaskan pekerjaan saya apa. Ada juga teman saya itu, Giono, malah dapat jodoh penumpangnya sendiri,” kelakarnya sambil menunjuk seorang rekan di deretan penonton.

Hingga saat ini, Difa Bike sudah punya 32 driver yang terdaftar. Sebenarnya, pelamarnya cukup banyak. Triyono menaksir hingga 400-an difabel yang ingin berpartisipasi.

Iklan

Namun, membangun motor khusus bagi para difabel tidaklah mudah. Setiap difabel punya kekhasannya tersendiri yang memengaruhi kendaraan yang bisa mereka bawa.

“Jadi, motor yang bisa saya bawa belum tentu yang lain bisa. Bahkan, ada yang tuas gas-nya harus di kiri. Saya suruh naik yang seperti itu kan susah,” jelasnya.

Kolaborasi bersama Eiger hadirkan kendaraan listrik mumpuni

Namun, pada kesempatan kemarin, Difa Bike akan mendapat tambahan kendaraan berkat kolaborasi dengan Eiger. Bagi Triyono, Eiger yang terkenal sebagai jenama outdoor ternama Indonesia, punya visi yang sama untuk berbagi manfaat bagi sesama.

CSR Officer Eiger, Ebenhard, mengakui bahwa layanan Difa Bike yang ia ketahui sejak November 2023 silam membuatnya langsung terpikat. Sebab, bukan hal baru bagi Eiger untuk bekerja sama dengan para difabel.

“Sebelum dengan Difa Bike, kami pernah support teman-teman down syndrome, mereka menjadi pekerja dan aktif sampai sekarang di Bandung,” terang Eben.

Pihak Eiger berpendapat, pascapemilu yang penuh dinamika, ini saatnya untuk kembali bersatu dalam tajuk #MariKembaliBersinergi. Kerja sama dengan Difa Bike adalah langkah nyata yang mereka lakukan.

Motor listrik hasil kerja sama antara Difa Bike dengan Eiger telah dimodifikasi sedemikian rupa sesuai kebutuhan difabel. Pemilihan kendaraan listrik sebagai bentuk kepedulian Eiger terhadap lingkungan.

Empat unit kendaraan itu terdiri dari satu motor listrik untuk penumpang disabilitas fisik ringan dan tiga untuk disabilitas fisik berat. Para disabilitas fisik berat dan merasakan kemudahan menaikkan kursi rodanya bagian khusus dari motor tersebut.

“Pastinya secara model ini keren, zero emission, safety, dan difabel friendly,” tutur Eben.

Sebagai informasi, selain layanan ojek, Difa Bike juga sejumlah layanan lain. Mulai dari tur kota bagi para difabel hingga layanan ekspedisi.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Bukber di Tempat Makan Adalah Acara yang Menyiksa Juru Masak, Sebel Masak Ratusan Porsi untuk Orang yang Sok Berbuka Padahal Nggak Puasa

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 28 Maret 2024 oleh

Tags: difa bikedifabeldisabilitaseiger
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia
Edumojok

Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia

22 Februari 2026
Para penyandang disabilitas jebolan SLB punya kesempatan kerja setara sebagai karyawan Alfamart berkat Alfability Menyapa MOJOK.CO
Ragam

Disabilitas Jebolan SLB Bisa Kerja Setara di Alfamart, Merasa Diterima dan Dihargai Potensinya

2 Desember 2025
Job fair untuk penyandang disabilitas di Surabaya buka ratusan lowongan kerja, dikawal sampai tanda tangan kontrak MOJOK.CO
Aktual

Menutup Bayangan Nganggur bagi Disabilitas Surabaya: Diberi Pelatihan, Dikawal hingga Tanda Tangan Kontrak Kerja

26 November 2025
diafebl jogja, JDA.MOJOK.CO
Sosok

Sukri Budi Dharma, Memberdayakan Difabel Jogja Melalui Seni di JDA

20 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sekolah penerima manfaat beasiswa JPD Pemkot Jogja

Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home

17 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
Jadi gembel di perantauan tapi berlagak tajir pas pulang kampung. Siasat pura-pura baik-baik saja agar orang tua tidak kepikiran MOJOK.CO

Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

21 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026
Memelihara kucing.MOJOK.CO

Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

20 Maret 2026

Video Terbaru

Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026
Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

20 Maret 2026
Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.