Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Honda PCX 150 Memang Biadab, tapi Masih Jadi Motor Terbaik untuk Pemudik Orang Surabaya

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
26 Maret 2025
A A
Honda PCX 150 cocok bagi pengendara jarak jauh. MOJOK.CO

ilustrasi - pengendara Honda PCX 150 yang unggul. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Abduh (28) baru pertama kali ini menggunakan Honda PCX 150 miliknya untuk mudik lebaran dari Surabaya ke Kecamatan Ngunut, Tulungagung. Padahal, motor itu sudah dimilikinya sejak tahun 2019. Hadiah dari kedua orang tuanya.

Ia penasaran saja bagaimana rasanya mudik menggunakan motor, sebab selama ini ia selalu menggunakan moda kereta api. Hitung-hitung pamer juga ke warga desa. Toh, motor ini terkesan mewah dan dianggap bisa menaikkan kasta. 

Honda PCX 150 punya body yang “mewah”

Desain tubuh Honda PCX 150 yang terlihat gagah menjadi salah satu alasan Abduh kepincut untuk memiliki motor tersebut. Lebih dari itu, ia merasa Honda PCX 150 punya kualitas yang bagus dari segi mesin.

“Sangat cocok untuk pergi ke luar kota,” ucap Abduh, Selasa (25/3/2025).

Tapi, karena desain tubuhnya juga, motor tersebut jadi sulit dikendalikan. Ia tidak bisa berkelok-kelok seenaknya atau nyempil seperti Yamaha Mio. Oleh karena itu, Abduh harus ekstra hati-hati dan lebih ahli mengendarai. 

Abduh mengaku sering kesusahan saat harus melewati gang-gang sempit. Apalagi, jika jalanan mulai ramai dilalui oleh truk-truk besar, hingga menyebabkan macet. Polusinya pun makin tak karuan.

Kalau sudah begitu, Abduh akan memilih jalan-jalan tikus. Risikonya, ia jadi sering salah arah dan bikin mumet selama berjam-jam. 

“Saat salah arah, aku berusaha bertanya ke penduduk sekitar untuk lebih mengenal medan,” kata dia.

“Kadang-kadang, aku dapat jalan alternatif lebih cepat, tapi ya begitu. Lagi-lagi jalan alternatinya kurang merata,” ucap Abduh.

Cocok untuk perjalanan jarak jauh

Namun, hal itu tak menjadi masalah besar bagi Abduh. Sebab, fokusnya sudah teralihkan oleh keunggulan Honda PCX 150 yang minim getaran, meski dipacu dengan kecepatan tinggi. 

Bayangkan saja, sepanjang perjalanan dari Surabaya ke Tulungagung, Abduh merasa tenang-tenang saja saat melewati gronjalan. Di mana, jalanan desanya saat itu tidak terlalu mulus atau masih berupa tanah berbatu. Biasanya, Abduh akan mengatur kecepatan minimal 60 kilometer perjam agar bisa menikmati perjalanan. 

“Aku bisa menikmati perjalanan melewati desa-desa yang jalannya kurang merata,” ucapnya.

Memaklumi body Honda PCX 150

Baca Halaman Selanjutnya

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 27 Maret 2025 oleh

Tags: keunggulan Honda PCXmudik lebaranmudik pakai motorPCX 150
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Stasiun Tugu Jogja nggak cocok untuk orang kaya tak bermoral. MOJOK.CO
Catatan

Pintu Timur Stasiun Tugu Jogja Nggak Cocok untuk User Eksekutif Nirempati dan Ojol yang Kesabarannya Setipis Tisu

26 Maret 2026
meminjam uang, lebaran.MOJOK.CO
Sehari-hari

Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit

21 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga
Urban

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Lebaran, mudik, s2.MOJOK.CO
Edumojok

Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah

13 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kos eksklusif, jakarta, desa, kos.MOJOK.CO

Kabur dari Desa dan Memilih Tinggal di Kos Eksklusif Jakarta demi Ketenangan Batin, Malah Makin Kena Mental karena “Bahagia” di Kota Cuma Ilusi

15 April 2026
Bangun rumah bertingkat 2 di desa pelosok Grobogan gara-gara sinetron MOJOK.CO

Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan

10 April 2026
Gen Z kerja di desa untuk merawat ibu. MOJOK.CO

Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia

10 April 2026
kuliah, wisua, sarjana di desa.MOJOK.CO

Jadi Sarjana di Desa, Bangga sekaligus Menderita: Dituntut Bisa Segalanya, tapi Juga Tak Dihargai Tetangga dan Dicap “Beban Keluarga”

15 April 2026
Derita perempuan di grup WA mahasiswa FH UI. Isinya kekerasan seksual. MOJOK.CO

Nasib Perempuan di Tongkrongan dan Grup WA yang Isinya Laki-laki Mesum: Jelek Dihina, Cantik Dilecehkan

15 April 2026
Bekerja di Jakarta vs Jogja

Meninggalkan Jogja demi Mengejar Financial Freedom di Jakarta, Berhasil Dapatkan Gaji Besar meski Harus Mengorbankan Kesehatan Mental

13 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.