Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kepuasan di Gang Dolly Surabaya yang Tak Ditemukan di Sarkem Jogja, Kenangan Lepas Perjaka hingga Tawaran Bercinta dengan Bule

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
3 Juli 2024
A A
Gang Dolly Surabaya Lebih Memuaskan ketimbang PSK Sarkem Jogja MOJOK.CO

Ilustrasi - Membandingkan PSK Gang Dolly Surabaya vs Sarkem Jogja. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bertahun-tahun menjajaki dunia malam membuat Heri (34) menyimpulkan, Gang Dolly Surabaya sampai saat ini masih menjadi tempat lokalisasi terbaik yang pernah ia coba. PSK di Sarkem tak bisa menandingi meski ia pun tak kalah sering menghabiskan malam di lokalisasi terkenal milik Jogja tersebut.

***

Pada sebuah pagi yang semilir di Sleman, Jogja, obrolan liar langsung mengalir dari Heri. Saya dan beberapa teman lain yang sebenarnya masih mencoba mengumpulkan nyawa (baru bangun tidur), tak pelak langsung segar.

Heri memang sangat piawai dalam bercerita. Orang-orang yang mendengarnya pasti akan hanyut dan menikmati. Lebih-lebih, pria asal Situbondo, Jawa Timur, tersebut sering tanpa tedhing aling-aling kalau bercerita. Alias cenderung los-losan.

Seperti Senin (24/6/2024) pagi itu, dari obrolan singkat soal kehidupan pasca menikah, ia kemudian bablas sampai bab prostitusi. Kenangan masa mudanya langsung datang berkelebatan.

Malu-malu melepas perjaka di Sarkem Jogja

Heri tak pernah menyangka kalau keperjakaannya akan tanggal di Jogja. Maklum, bertahun-tahun ia hidup di sebuah kota kecil dan sangat normatif. Kenakalan masa kecil dan masa remajanya tentu hanya kenalakan biasa. Tak sampai mencecap dunia malam.

Sampai akhirnya ia berangkat kuliah di Jogja pada 2005. Semua terjadi begitu cepat.  Ia tiba di Jogja, lalu mengenal Sarkem, lalu mulai sering menyalurkan hasrat seksual di sana.

“Jujur, pertama kali aku pegang-pegang bagian tubuh perempuan itu di Sarkem Jogja,” tutur Heri.

“Aku ingat, waktu aku pegang-pegang, aku kan senyum-senyum, si PSK-nya langsung nebak, ‘Kamu baru pertama kali ya?’. Malu aku,” sambungnya disertai tawa kecil.

Gang Dolly Surabaya Lebih Memuaskan ketimbang PSK Sarkem Jogja MOJOK.CO
Sarkem Jogja, lokalisasi yang PSK-nya dibandingkan dengan Gang Dolly Surabaya. (Hammam/Mojok.co)

Petualangan Heri pada akhirnya tak cuma berhenti di Sarkem Jogja. Ia mulai menjajaki beberapa tempat lokalisasi. Termasuk yang paling populer di jagat prostiusi tanah air: Gang Dolly Surabaya.

Gang Dolly Surabaya lebih memuaskan ketimbang Sarkem Jogja

Heri lupa kapan pertama kali ia main ke Gang Dolly Surabaya. Tak terbilang sering, tapi ia sudah cukup tahu lah seluk-beluk dari lokalisasi yang, konon di masanya, menjadi yang terbesar di Asia Tenggera itu.

Lalu Heri mulai menyimpulkan, secara pelayanan, Gang Dolly Surabaya jauh lebih memuaskan ketimbang Sarkem Jogja.

“Kalau di Dolly, waktu itu, waktu masuk ke sana ada bapak-bapak yang nyegat. Mucikarinya lah. Ia langsung nunjukin mana-mana PSK yang mau aku bayar,” beber Heri.

Gambaran dari Heri, si mucikari mengajak Heri berkeliling melihat PSK-PSK yang tengah dipajang. Setelah menemukan yang cocok, maka terjadi lah tawar menawar.

Iklan

Untuk harga sebenarnya sama saja antara Gangg Dolly Surabaya dan Sarkem Jogja. Mulai Rp200 ribu-Rp400 ribu. Hanya memang Gang Dolly Surabaya ia rasa lebih memuaskan dan membuatnya selalu ingin kembali lagi.

“Karena modelnya di sana persaingan ketat. Jadi para PSK berlomba-lomba ngasih servis terbaik. Semakin baik semakin laris,” beber Heri, kali ini dengan raut serius. Sehingga, tentu para PSK itu tak mau asal servis. Sebab, bertahan hidup di Surabaya memang tak mudah.

“Bedanya kalau di Sarkem Jogja, transaksinya langsung dengan si PSK. Jadi kita pun nggak ada gambaran, mana PSK yang top mana yang nggak,” sambung Heri.

Menurutnya, PSK di Sarkem cenderung lebih rewel. Alhasil, kerap kali ada hasrat dari Heri yang tak tersalurkan secara tuntas. Berbeda dengan di Gang Dolly Surabaya yang benar-benar membuatnya puas. Oleh karena itu, bagi Heri, selalu ada alasan untuk kembali ke Gang Dolly.

PSK Bule di Gang Dolly Surabaya

Selain itu, ingatannya pada Gang Dolly adalah tentang seorang PSK bule.

Heri tentu sangat penasaran bagaimana rasanya bercinta dengan bule. Namun, bayangan hanya tinggal bayangan.

“Pas aku tanya ke mucikari, kalau untuk bule itu di angka Rp700 ribu sampai Rp800 ribu. Aku ya nggak punya lah uang segede itu. Zaman itu uang segitu gede banget,” beber Heri penuh penyesalan.

Setelah sekian lama berlalu, Heri lebih banyak beraktivitas di Jogja. Sehingga kalau sedang berhasrat, Sarkem selalu menjadi jujukannya.

Gang Dolly Surabaya Lebih Memuaskan ketimbang PSK Sarkem Jogja MOJOK.CO
Gang Dolly Surabaya, lebih memuaskan ketimbang PSK Sarkem Jogja. (Prima Ardiansah/Mojok.co)

Sampai akhirnya pada 2014 ia kebetulan sedang singgah di Surabaya. Dalam posisi sudah berduit, Heri tentu tak mau melewatkan Gang Dolly.

Sayangnya, saat itu Heri tak terlalu upadet informasi. Pada bulan saat ia ke sana, ternyata Gang Dolly sudah ditutup Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Gang Dolly hanya tinggal kenangan. Bercinta dengan PSK bule hanya tinggal bayangan.

“Karena di Sarkem aku belum pernah nemu ada PSK bule,” tutur Heri.

Ketika PSK Sarkem Jogja takut kalah saing

Agaknya rona kecantikan dan cerita betapa memuaskannya servis PSK Gang Dolly juga terdengar ke PSK Sarkem Jogja.

Melengkapi cerita Heri, saya mencoba mengulik cerita orang yang kerap bertransaksi di Sarkem Jogja, seorang pria asal Jogja bernama Wahid (36).

Penutupan Gang Dolly saat itu memang cukup menggemparkan. Di lingkaran PSK Sarkem lalu timbul perasaan cemas.

“Karena ada desas-desus PSK Dolly lari ke Sarkem. Aku pernah iseng tanya (PSK Sarkem), kalau itu terjadi bagaimana? Mereka ya cemas saja karena persaingan makin ketat,” tutur Wahid, Minggu (30/6/2024).

“Guyonan mereka juga, takut kalah cantik dan kalah memuaskan. Secara, Dolly itu kelasnya terbaik di Asia Tenggara,” sambung Wahid.

Wahid sendiri memang tak pernah menjajal di Gang Dolly Surabaya. Hanya saja, kalau merujuk pada narasi “terbesar di Asia Tenggara”, ia membayangkan kalau kelas PSK-nya pun tak main-main.

Heri memang sudah lama tak menyambangi Sarkem untuk menyalurkan hasrat seksualnya lagi. Itu hanya bagian dari masa mudanya yang tertinggal. Kalau ia pikir-pikir, kok bisa ya ia dulu menikmatinya.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Wisata Kota Lama Surabaya Kelewat Diromantisasi, Bisa Berakhir kayak Jalan Tunjungan yang Makin Nggak Menarik

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 3 Juli 2024 oleh

Tags: gang dollyJogjapsksarkemSurabaya
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Ilustrasi Mie Ayam di Jogja, Penawar Kesepian dan Siksaan Kemiskinan (Unsplash)
Pojokan

Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

19 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO
Ragam

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO
Ragam

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO
Esai

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

indonesia masters 2026, badminton.MOJOK.CO

Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

19 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Cara wujudkan resolusi 2026 dengan finansial yang baik. MOJOK.CO

Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026

19 Januari 2026
Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.