Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kenangan Orang Kampung Naik Pesawat Pertama Kali: Nunggu Gratisan, Bingung di Bandara dan Panik di Udara

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
3 Agustus 2024
A A
pengalaman pertama naik pesawat.MOJOK.CO

Ilustrasi naik pesawat (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ada orang yang beruntung, sejak kecil atau bahkan remaja sudah kerap bepergian naik pesawat. Namun, ada juga yang tidak terbiasa dengan moda transportasi ini.

Sudah tak punya pengalaman, naik pesawat untuk pertama kalinya pun menunggu momen gratisan. Baru kesampaian merasakan tegangnya penerbangan pertama saat ada acara organisasi, kerjaan, atau lomba yang menggratiskan biaya transportasi.

Saya salah satunya. Pengalaman pertama terbang tiba di 2019 saat ada tugas kerjaan ke Pontianak. Kesempatan yang tidak ingin saya sia-siakan lantaran kapan lagi bisa naik pesawat karena keluarga saya memang tidak pernah punya kesempatan liburan atau bepergian jauh-jauh.

Jujur, kala itu rasa senang berubah menjadi agak tegang setibanya di Yogyakarta International Airport. Saya akan terbang bersama rombongan yang sebagian besar memang sudah rutin naik pesawat untuk berbagai keperluan.

Tanpa banyak bertanya, saya hanya mengekor di belakang rombongan. Seolah-olah paham padahal begitu jeli mengamati setiap langkah yang mereka lakukan.

Kekagetan saat pengalaman pertama

Setelah semua rangkaian boarding dan check in usai, akhirnya saya bisa merasakan berjalan di lorong garbata. Keinginan untuk mengambil foto pemandangan pesawat yang terparkir di area lapang langsung muncul. Berhenti sejenak lalu cekrek dan unggah ke media sosial.

Saat masuk, barulah saya kaget bahwa tidak semua pesawat punya interior yang menarik. Saya menaiki pesawat kelas ekonomi, sehingga begitu masuk saja pemandangan penumpang yang agak berdesak-desakan langsung terasa. Di dalam, bagi saya rasanya ya seperti masuk kereta murah.

Selain saya, tentu ada banyak orang yang baru berkesempatan naik pesawat setelah beranjak dewasa. Menunggu momen ada tugas yang menggratiskan penerbangan. Salah satunya Haikal Zain (21).

Pada 2023 lalu, ia akhirnya berkesempatan naik pesawat. Pengalaman yang mewah, sebab, seumur hidup naik kereta api saja belum pernah. Maklum saja, ia memang berasal dari kota di Jawa Tengah yang tak punya stasiun.

“Jujur kalau dinget-inget sih tegang,” kelakarnya saat saya hubungi Sabtu (3/8/2024).

Haikal dan rombongan orang yang baru diterima kerja itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta tujuan Sultan Mahmud Palembang. Penerbangan singkat, hanya satu jam dengan maskapai Super Air Jet.

Ia mengaku sempat bingung saat hendak check in dan mengurus bagasi. Namun, dengan bertanya-tanya akhirnya ia sedikit dapat pencerahan di bandara.

“Setelah masuk kabin dan duduk, ketegangan memuncak karena belum tahu gimana rasanya saat pesawat mulai terbang,” ujarnya.

Namun, setelah lepas landas ia mulai tenang. Ketegangan muncul lagi saat ada turbulensi di udara karena cuaca buruk. Untungnya hal itu tidak berlangsung lama.

Iklan

Setelah itu, dalam satu tahun saja ia lebih dari tiga kali naik pesawat. Semakin terbiasa. Namun, jika mengingat pengalaman pertama ia mengaku kadang tertawa sendiri.

Trauma naik pesawat

Bagi sebagian orang, tegang hanya saat berusaha memahami alur di bandara dan juga ketika hendak lepas landas. Namun, ada juga orang yang bisa mengalami kecemasan tingkat tinggi ketika naik pesawat.

Terutama bagi mereka yang mengalami kondisi aerophobia atau fobia naik pesawat. Fobia merupakan gangguan mental yang bisa diketagorikan dalam kelompok gangguan kecemasan.

Hampir setiap orang akan mengalami ketegangan saat berada di ketinggian seperti naik pesawat. Namun, bagi orang dengan aerophobia, kecemasannya lebih parah. Cemas, gelisah, hingga panik bahkan untuk sekadar memikirkannya.

Melansir laman Siloam Hospitals, gejala aerophobia bisa berupa berkeringan banyak, nyeri dan sesak dada, jantung berdebar terlalu cepat, mual dan muntah, hingga sakit kepala. Orang dengan acrophobia akan merasakan ketegangan yang cukup parah saat naik pesawat.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Aly Reza

BACA JUGA Lulus D3 PENS Surabaya Jadi Teknisi Pesawat di Bandara Soekarno Hatta, Bisa Naik Pesawat Gratis Setiap Hari dan Bantu Penerbangan Haji

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 3 Agustus 2024 oleh

Tags: bandaraGarudamaskapai udaranaik pesawatpesawatsuper air jet
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Mudik Lebaran dengan pesawat
Urban

Saya Tidak Peduli Keluar Duit Lebih Banyak demi Tak Mengorbankan Kenyamanan, Pilih Mudik dengan Pesawat daripada Mode Apa Pun

11 Maret 2026
5 tips bagi yang pertama kali mudik naik pesawat dan cara dapat promo tiket murah MOJOK.CO
Kilas

Tips 5 Persiapan bagi Orang yang Pertama Kali Mudik Naik Pesawat dan Dapat Promo Tiket Murah

18 Februari 2026
Lupakan Garuda Indonesia, Pesawat Terbaik Adalah Susi Air MOJOK.CO
Otomojok

Lupakan Garuda Indonesia, Citilink, dan Lion Air: Naik Pesawat Paling Menyenangkan Justru Bersama Susi Air

10 Desember 2025
Tips packing barang agar tidak over bagasi, termasuk saat naik pesawat MOJOK.CO
Kilas

Cara Packing Barang agar Nggak Over Bagasi, Salah Satunya saat Naik Pesawat

21 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

15 Maret 2026
Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.