Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Jalan Slamet Riyadi: Surga Nongkrong di Solo, tapi Tak Cocok Buat yang Punya Kesabaran Setipis Tisu

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
12 Januari 2025
A A
Jalan Slamet Riyadi: Surga Nongkrong di Solo, tapi Tak Cocok Buat yang Punya Kesabaran Setipis Tisu.MOJOK.CO

Ilustrasi - Jalan Slamet Riyadi: Surga Nongkrong di Solo, tapi Tak Cocok Buat yang Punya Kesabaran Setipis Tisu (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Setiap pulang kerja, Hesti (25) selalu menyempatkan diri “cari angin” ke Jalan Slamet Riyadi Solo. Padahal, antara kosnya dan tempat tujuan tersebut beda arah.

Perempuan asal Gunungkidul ini bekerja di Solo Paragon Mall. Dia ngekos di sekitaran Stadion Manahan. Dengan demikian, dia kudu berkendara dulu ke arah selatan dan menembus kemacetan, alih-alih memilih tempat nongkrong yang searah dengan kosnya di utara.

Sebenarnya, di sekitaran kosnya banyak tempat nongkrong. Namun, dia mengaku ada yang kurang kalau nongkrongnya bukan di Jalan Slamet Riyadi.

“Sebenarnya karena vibes-nya juga. Beda rasanya nongkrong di Manahan sama di Slamet Riyadi,” ujarnya saat ditemui Sabtu (11/1/2025).

“Jalan Seribu Warung Kopi”

Tiap kali saya melawat ke Solo untuk menemui kawan, Jalan Slamet Riyadi selalu dijadikan titik ketemu. Alasannya sederhana: di jalan ini berjejer banyak coffee shop buat nongkrong.

Pilihannya beragam. Ada yang punya konsep modern, industrial, minimalis, “skena banget”, sampai kalau kalian nyari kafe anti-kemapanan pun juga ada. Yang konsepnya ala-ala anak punk, gitu.

Makanya, tak heran kalau orang sekitar menjuluki Jalan Slamet Riyadi Solo sebagainya “jalan seribu warung kopi”. Saat melawat ke sini, kita tak akan kebingungan mencari tempat kongkow.

Buat saya sendiri, ada alasan personal mengapa kerap datang dan berkeliling jalan ini. Ya, ada toko kaset murah yang nyempil di antara banyaknya warung kopi.

Akan saya spill kapan-kapan. Yang jelas, bagi para kolektor rilisan fisik, Jalan Slamet Riyadi juga menawarkan surganya tersendiri. 

Cara terbaik memilih coffee shop di Jalan Slamet Riyadi Solo

Siang itu, Sabtu (11/1/2024), Hesti sedang mengambil jatah liburnya. Kebetulan dia sedang tak punya agenda. Makanya, nongkrong adalah pilihan terbaik buatnya menghabiskan waktu.

Hesti mengajak saya ngopi di UD Djaya Coffee. Franchise coffee shop ini juga membuka cabangnya di Jalan Slamet Riyadi Solo.

Secara konsep, ia tak berbeda jauh dengan kafe-kafe lainnya. Bedanya–atau bisa juga disebut uniknya–coffee shop ini menyediakan photobox di lantai dua bagi para pengunjung yang ingin mengabadikan momen mereka.

Namun, bagi Hesti, itu bukan alasan mengapa siang itu dia memilih UD Djaya Coffee. Alasan dia sebenarnya simpel…

Baca halaman selanjutnya…

Iklan

Cara memilih tempat nongkrong di Jalan Slamet Riyadi. Terutama yang kesabarannya setipis tisu.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 12 Januari 2025 oleh

Tags: coffee shopjalan slamet riyadijalan slamet riyadi solokafeNongkrongslamet riyadisolo
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO
Urban

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO
Urban

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026
Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi jadi tempat jeda selepas lari MOJOK.CO
Kilas

Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat

9 Februari 2026
Pemuda Solo bergaya meniru Jaksel bikin resah MOJOK.CO
Ragam

Saat Pemuda Solo Sok Meniru Jaksel biar Kalcer, Terlalu Memaksakan dan Mengganggu Solo yang Khas

28 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali

27 Februari 2026
Perfeksionis

Derita Jadi Orang Perfeksionis: Dianggap Penuh Kesempurnaan, padahal Harus Melawan Diri Sendiri agar Tak Kena Mental

27 Februari 2026
Lagu religi "Tuhan Itu Ada" jadi ajang promosi Klaten lewat musik MOJOK.CO

Adhit & Carlo Jikustik Gandeng Klaten Project Rilis Lagu Religi “Tuhan itu Ada”

25 Februari 2026
Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah MOJOK.CO

Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah

23 Februari 2026
Culture shock mahasiswa Kalimantan dengan budaya guyub Jawa di Jogja

Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman

26 Februari 2026
Vokal kritisi kebijakan uin alauddin makassar, berujung fatal. MOJOK.CO

Pahitnya Jadi Mahasiswa Kritis di UIN Makassar: Berujung Skors, Beasiswa Dicabut, hingga Kecewakan Orang Tua yang Seorang Guru Honorer

24 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.