Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

DO dari SMA Jadi Satpam Wanita di Surabaya, Gak Peduli Dicap Kerja Rendahan karena Gaji Lebih Besar dari Bayangan Orang Kantoran

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
15 Mei 2024
A A
Jadi Satpam Wanita di Surabaya Gaji Gak Sepele! MOJOK.CO

Ilustrasi - DO SMA jadi satpam wanita di Surabaya yang gajinya gak sepele. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Menjadi satpam wanita kerap kali dipandang aneh dan tak lazim. Mengingat, profesi tersebut memang lebih lekat dengan laki-laki. Namun, profesi itu menyelamatkan wanita asal Surabaya yang berkesempatan mendapat gaji besar meski ia tak lulus SMA.

***

Di sela-sela kesibukannya bertugas di sebuah swalayan di Keputih, Surabaya, Delima (24) dengan senang hati berbagi cerita perihal awal mula ia menjadi seorang satpam wanita. Profesi yang sebenarnya tak pernah terbayang bakal ia jalani.

“Secwan (security wanita) atau satpam wanita di tempat saya kerja ada tiga shift. Dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam, jam 8 pagi sampai jam 8 malam, dan jam 9 pagi sampai jam 9 malam,” tutur Delima kepada Mojok, Selasa (14/5/2024).

Delima mengaku cukup menikmati profesinya sebagai satpam wanita di Surabaya. Meskipun di swalayan tempatnya bekerja itu ia menjadi satu-satunya satpam wanita yang bertugas.

“Total ada tujuh security yang bekerja di swalayan Keputih, Surabaya ini. Tapi yang wanita cuma saya aja,” ungkap ibu satu anak tersebut.

DO dari SMA dan bekerja di pabrik

Delima lulus SMP di Surabaya pada 2015. Ia kemudian sempat mencicipi bangku SMA, hanya saja tak bertahan lama. Ada masalah yang kemudian membuat Delima harus keluar dari SMA-nya tersebut.

Terkait masalah apa yang sebenarnya terjadi, satpam wanita di Surabaya itu enggan menceritakannya secara detil. Yang jelas, dengan modal ijazah SMP yang ia punya, Delima lalu bekerja di sebuah pabrik makanan ringan di Surabaya. Ia bekerja di bagian packing.

“Seiring dengan itu, pada 2016 saya menikah. Suami saya bekerja di workshop alat tambang,” ujar satpam wanita di Surabaya dengan pembawaan ramah itu.

Delima bekerja di pabrik makanan ringan Surabaya itu kurang lebih selama hampir empat tahun. Sebelum akhirnya ia memilih resign pada tahun 2019.

“Ya ada masalah yang membuat saya milih resign,” ungkap Delima. Lagi-lagi ia enggan menceritakan masalah apa yang ia hadapi di pabrik makanan ringan di Surabaya tersebut.

Terjun jadi satpam wanita di Surabaya

Seperti yang Delima ungkapkan sebelumnya, menjadi satpam di Surabaya adalah pekerjaan yang tidak pernah ada dalam bayangan. Setelah resign dari pabrik makanan ringan itu, Delima sempat mengikuti Kejar Paket C setara SMA pada 2020. Dengan harapan ijazahnya nanti bisa ia gunakan sebagai bekal untuk mencari pekerjaan lain.

Namun, seturut pengalaman Delima, tidak mudah memang mencari pekerjaan di bidang tertentu dengan ijazah Kejar Paket C. Oleh karena itu ia kemudian nekat terjun menjadi satpam wanita di Surabaya.

“Kebetulan saya memiliki om yang bekerja di outsorcing untuk security. Saya  minta bantuan lowongan pekerjaan di sana. Itu yang paling dekat karena aku butuh pekerjaan,” tutur wanita asli Surabaya itu.

Iklan

“Sebelum itu saya harus menjalani pendidikan lagi untuk mendapatkan sertifikat Gada Pratama,” sambungnya.

Setelah sertifikat keluar, pada awal 2023 Delima akhrinya resmi bekerja sebagai satpam wanita dengan penempatan di salah satu swalayan di Keputih, Surabaya.

Gaji satpam wanita di Surabaya tak bisa disepelakan

Jauh-jauh hari sebelum memilih lanjut pendidikan sebagai satpam, Delima tentu sudah diskusi terlebih dulu dengan sang suami. Katanya, sang suami tak masalah. Justru mendukung-dukung saja.

Mungkin karena sang suami tahu kalau Delima adalah tipikal wanita yang tidak bisa diam alias harus kerja. Toh gaji Delima sebagai satpam wanita di Surabaya nantinya juga ia gunakan untuk membantu sang suami untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Tapi ibu awalnya nggak setuju. Bukan karena gengsi punya anak wanita jadi satpam, tapi karena mempertimbangkan risiko. Beliau takut ada apa-apa. Apalagi kalau shift malam,” ujar satpam wanita Surabaya itu.

“Setelah diskusi dan menjelaskan bagaimana jam kerja serta shiftnya, toh juga di bawah naungan om sendiri, jadi  akhirnya ya boleh,” imbuhnya.

Meski suami dan ibunya mendukung, Delima menyadari kalau ada saja yang masih menganggap sebelah mata profesi yang Delima jalani. Pertama, karena tak lazim untuk wanita. Kedua, kata Delima, masih banyak orang di sekitarnya terutama dari kalangan orang kantoran yang menganggap sepele seorang satpam: menganggap satpam sebagai profesi rendahan dengan gaji kecil.

“Gajinya malah lebih besar dari gaji di pabrik dulu. Ada tunjangan-tunjangannya juga,” kata Delima.

Baca halaman selanjutnya…

Menepis keinginan lanjut kuliah

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 15 Mei 2024 oleh

Tags: gaji satpamgaji satpam di surabayaJawa Timurloker satpam di surabayaloker satpam wanita di surabayamal di surabayaSurabayaswalayan di surabayaumr surabayaumr surabaya 2024
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)
Pojokan

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Kereta api ekonomi (KA) Ambarawa Ekspres menjadi saksi "kegilaan" Bonek di rute Grobogan - Stasiun Pasarturi demi Persebaya Surabaya di Stadion GBT MOJOK.CO
Urban

KA Ambarawa Ekspres Andalan Bonek Tempuh “Jalan Kegilaan” di Rute Grobogan – Pasarturi, Demi Ziarah ke Rumah Kedua

6 Maret 2026
Ilustrasi Honda Vario Sumber Derita dan Bikin Gila di Jalanan Surabaya (Wikimedia Commons)
Pojokan

Honda Vario Adalah Motor yang Paling Menderita di Surabaya: Mesin Loyo Itu Sengsara Dihajar Jalan Rusak

6 Maret 2026
Orang Surabaya hina Malang. MOJOK.CO
Urban

Malang Dihina “Desa”, padahal Tempat Pelarian Terbaik bagi Orang Kota Surabaya yang Stres meski Punya Mal Mewah

5 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar.MOJOK.CO

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

16 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku Mojok,co

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku

19 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.