Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Cerita Ibu Rumah Tangga di Semarang Dapat Serangan Fajar 4 Parpol, tapi Tetap Golput karena Bukan DPT

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
15 Februari 2024
A A
Cerita Ibu Rumah Tangga di Semarang Dapat Serangan Fajar 4 Parpol, tapi Tetap Golput karena Bukan DPT.mojok.co

Ilustrasi Cerita Ibu Rumah Tangga di Semarang Dapat Serangan Fajar 4 Parpol, tapi Tetap Golput karena Bukan DPT (Mojok)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seorang ibu rumah tangga di Semarang mengaku dapat duit dari serangan fajar sesaat sebelum pemungutan suara Pemilu 2024. Uang ia terima, meski tetap tak bisa nyoblos karena bukan bagian dari DPT di wilayah tersebut.

Cerita ini bermula dari penelusuran saya di Facebook. Di sebuah grup, seorang member menuliskan postingan, “siapa yang hari ini sudah dapat serangan fajar?” pada Rabu (14/2/2024), beberapa saat setelah coblosan. Postingan itu pun mendapat balasan puluhan komentar.

Beberapa orang mengaku dapat amplop yang isinya beragam. Ada yang dapat Rp50 ribu, Rp100 ribu, bahkan lebih. Namun, tak sedikit juga yang “ngedumel” iri karena tidak dapat amplop.

“Wah, harusnya pindah kota sana aja,” kata sebuah akun di kolom komentar.

Seorang perempuan lain malah mengaku dapat banyak amplop. Nominalnya pun juga tak main-main. Namun, menariknya, perempuan ini tetap tak bisa nyoblos–meski duit tetap ia terima–karena bukan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di wilayah tersebut.

Mendapat amplop serangan fajar gara-gara mertua

Fitria* (24), nama perempuan tersebut, merupakan warga yang tinggal di wilayah Gisikdrono, Kota Semarang. Ia merupakan perempuan yang berasal dari Pacitan, Jawa Timur. Tercatat baru dua bulan pindah ke Semarang karena ikut suaminya.

“Warga baru di sini. Sama tetangga saja belum terlalu akrab,” ujar Fitria saat Mojok hubungi Rabu (14/2/2024) malam.

Jujur, ia mengaku tak begitu paham politik apalagi mengikuti pemilu karena sibuk mengurus anaknya yang masih berusia dua tahun. “Kalau lihat calon presiden paling sekilas aja di TikTok,” jelasnya.

DPT dia dan suaminya pun sebenarnya juga masih terdaftar di Pacitan. Bahkan, karena malas mengurus tetek-bengek persyaratan buat nyoblos, ia memutuskan untuk golput.

Pada hari pemungutan suara, mertuanya bilang, “kalaupun enggak nyoblos, usahain pagi-pagi banget datang ke TPS, lumayan”, ujar Fitria, menirukan mertuanya itu.

Awalnya, ia tak terlalu mengerti apa yang mertuanya maksud. Namun, pagi itu, di hari pemungutan suara, ia datang saja ke TPS terdekat pukul 6.30 pagi.

“Enggak lama ada beberapa orang datangin aku, ngasih amplop,” katanya. “Aku kira satu aja. Abis satu pergi datang lagi ngasih amplop,” sambungnya, menceritakan bagaimana serangan fajar itu “datang” padanya.

Dapat dari empat parpol berbeda

Lekas setelah mendapat amplop pertama, Fitria langsung paham kalau yang ia terima adalah duit serangan fajar. “Apa mereka enggak riset dulu kalau aku pemilih di situ apa bukan,” katanya membagikan keheranannya.

Uniknya lagi, tak hanya satu caleg, tapi ada empat orang dari partai yang berbeda yang memberinya amplop. Ia mengetahuinya karena di masing-masing amplop ada gambar caleg dan logo partai.

Iklan

“Ada yang niat ngasih surat di dalamnya. Seperti selebaran gitu, ada visi-misi calegnya juga,” jelas Fitria.

Dari empat amplop yang ia terima, tiga di antaranya dikemas dalam bentuk bingkisan dengan mini goodie bag. Sementara satunya lagi hanya amplop warna putih. 

Jika ditotal, nominal yang ia dapat Rp600 ribu. “Rata-rata ngasihnya Rp100, sih.”

Cerita Ibu Rumah Tangga di Semarang Dapat Serangan Fajar 4 Parpol, tapi Tetap Golput karena Bukan DPT.mojok.co
Serangan fajar merupakan politik uang. Baik pemberi maupun penerima dapat dipidanakan (dok. Bawaslu)

Karena tak dapat menutupi rasa senangnya dapat “rejeki nomplok”, Fitria sempat membagikan foto amplopnya itu ke Story WA. Namun, karena ditegur mertuanya, ia pun segera menghapusnya. “Takut kena masalah katanya.”

Fitria juga sempat membagikan foto yang ia pasang di Story WA tersebut kepada Mojok. Namun, ia tak memperkenankan Mojok untuk memasukan foto itu dalam tulisan ini.

Banyak orang menyaksikan, tapi seolah tak melihat

Perempuan asal Semarang ini mengaku cukup heran dan kaget, sebab seumur hidupnya baru kali ini mendapat serangan fajar. Terlebih nominalnya pun juga tidak main-main.

Lebih heran dan kaget lagi adalah sikap orang-orang, yang menurut Fitria, saat itu menyaksikan serangan fajar tapi hanya diam saja.

“Enggak tahu ada petugas [KPPS] yang melihat apa enggak. Tapi itu ramai orang menyaksikan, diam saja semua kayak bukan hal terlarang,” jelasnya.

Ia awalnya juga mengaku cukup ngeri dan ragu. “Haruskah uang ini saya terima?,” kata dia. “Takut kalau yang nerima bakal kena hukuman juga, sih.”

Namun, menyaksikan beberapa orang juga menerima amplop tersebut, Fitria pun tak ragu lagi untuk mengantonginya. “Tetangga juga nerima jadi aku ambil aja,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Bapak Saya Menolak Serangan Fajar dan Saya Bangga Setengah Mampus

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 15 Februari 2024 oleh

Tags: kampanye pemilupemilupilihan redaksipolitik uangSemarangserangan fajar
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO
Ragam

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO
Kilas

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO
Ragam

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO
Ragam

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

alfamart 24 jam.MOJOK.CO

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026
kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026
Kos horor di Jogja.MOJOK.CO

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.