Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Grab Hemat bikin Penumpang Bahagia, Tapi Driver Makin Menderita karena Harus Bayar Lagi kalau Tak Mau Orderan Sepi

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
6 Mei 2025
A A
Akases Hemat biar dapat orderan Grab Hemat bikin driver makin tersiksa MOJOK.CO

Ilustrasi - Akases Hemat biar dapat orderan Grab Hemat bikin driver makin tersiksa. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Akses Hemat paksa driver pakai Grab Hemat

“Itu memang tidak diwajibkan. Tapi kenyataannya, para mitra seolah dipaksa buat mengikutinya,” sementara begitu keluhan dari Utomo (27), salah seorang mitra GrabBike asal Jogja kepada saya, Senin (5/5/2025) malam WIB.

Bagaimana tidak. Jika tidak mengikuti, maka orderan bisa terancam sepi. Karena kenyataannya memang banyak penumpang memilih Grab Hemat.

Sebab, dengan lokasi antar-jemput yang sama, jarak yang sama, dan waktu tempuh yang sama, penumpang akan mendapat harga di bawah reguler. Sedangkan bagi driver, pada jarak tempuh yang jauh, selisihnya tentu akan sangat terasa. Dan itu memberatkan sekali.

“Sedangkan kalau ikut program, maka pendapatan terancam makin berkurang,” tutur Utomo.

Ilusi pendapatan naik

Adapun skema pembayaran Akses Hemat itu, kata Utomo, adalah memotong pendapatan driver di akhir hari (memotong total pendapatan dalam sehari).

“Per order bisa Rp2 ribu kalau sehari ambil satu orderan. Sampai maksimal di Rp13 ribu untuk tujuh orderan atau lebih. Akan lebih ringan pembayarannya jika mendapat orderan lebih dari tujuh,” beber Utomo.

Bagi Utomo, hanya ada satu solusi agar para mitra driver tidak menderita. Yakni hapus saja program Akses Hemat dan layanan Grab Hemat. Sebab, alih-alih meningkatkan pendapatan, program itu—setidaknya yang Utomo dan teman-temannya sesama mitra rasakan—justru membuat pendapatan makin berkurang.

Jeritan yang diabaikan

Pada penghujung April 2025 lalu sempat terjadi aksi demonstrasi oleh para mitra driver di berbagai daerah, dari Bali, Balikpapan, Medan, Jogja, hingga Jakarta. Para mitra driver menuntut penghapusan program dan layanan “Hemat” tersebut.

Akan tetapi, hingga saat ini, jeritan itu seperti diabaikan begitu saja. Tidak ada tanda-tanda kabar baik yang akan datang.

Kenapa tidak keluar saja dari pekerjaan itu jika makin ke sini makin memberatkan?

Di Indonesia saat ini nyaris tidak ada posisi yang lebih baik. Pilihannya hanyalah buruk dan lebih buruk. Berhenti jadi driver barangkali membuat seseorang keluar dari posisi buruk. Tapi akan mengantarkan ke posisi yang lebih buruk: menganggur. Cari pekerjaan makin susah. PHK di mana-mana tak terbendung.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Coba-coba Order Zendo (Ojol Muhammadiyah) di Jogja, Berujung Tak Tega sama Driver-nya atau liputan Muchamad Aly Reza lainnya di rubrik Liputan

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 6 Mei 2025 oleh

Tags: driver grabgrabgrab hematojek onlineojolpilihan redaksi
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Memelihara kucing.MOJOK.CO
Catatan

Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

20 Maret 2026
Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang MOJOK.CO
Esai

Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

20 Maret 2026
Rela utang bank buat beli mobil keluarga Suzuki Ertiga demi puaskan mertua. Ujungnya ribet dan sia-sia karena ekspektasi. MOJOK.CO
Sehari-hari

Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia

20 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.