Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Sepekan Lebih Warga di Bener Meriah Aceh Berjuang dengan Beras 1 Kilogram dan Harga BBM yang Selangit

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
9 Desember 2025
A A
Derita Warga Bener Meriah di Aceh: Terisolir, Krisis Pangan, Ditipu. MOJOK.CO

ilustrasi - Bener Meriah di Aceh diterjang banjir dan longsor. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sejak Jumat (26/12/2025) hingga Senin (8/12/2025), Bener Meriah di Aceh mengalami krisis pangan dan bahan bakar minyak (BBM) akibat bencana banjir bandang dan longsor. Kelangkaan BBM ini menyebabkan distribusi logistik hingga proses evakuasi korban terhambat.

Mencari keuntungan di tengah kesulitan bencana

Sofiaranti (24), salah satu warga yang masih bertahan di Bener Meriah mengaku kesulitan mencari BBM. Beberapa SPBU mengaku kehabisan stok hingga ada yang menjual bensin eceran dengan harga yang melambung tinggi.

“Per liternya dijual seharga Rp50 ribu sampai Rp100 ribu,” ujar Sofi saat dihubungi Mojok, Senin (8/12/2025).

Gubernur Aceh Muzakir Manaf sebelumnya memang sudah meminta aparat mengawasi oknum yang memanfaatkan situasi kelangkaan BBM dan bahan pangan, tapi nyatanya hal itu masih terjadi. 

“Ini kesempatan yang harus kita cegah. Jangan sampai mencekik leher orang,” ujar Muzakir, yang akrab dipanggil Mualem dikutip dari Kompas.id pada Jumat (5/12/2025).

Kelangkaan BBM ditengarai karena akses jalan menuju Kabupaten Tengah masih terputus total, sehingga mengakibatkan Bener Meriah menjadi wilayah terisolir. Tak hanya BBM, bahan pangan pun ikut krisis. 

Bantuan yang didapat warga Bener Meriah masih minim

Kelangkaan BBM mengharuskan Sofi bersama warga lainnya berjalan kaki sepanjang puluhan kilometer demi mencari bantuan. Terutama untuk mendapat bahan-bahan pokok seperti makanan agar mereka mampu bertahan.

“Entah ke mana banyaknya bantuan dari luar daerah yang sering diberitakan itu. Saya juga dengar ada pesawat bolak-balik sebanyak 20 kali dalam sehari, tapi jangan kan kami, posko saja nggak dapat,” ujar Sofi.

“Bantuan yang kami dapatkan masih sangat minim dan tidak cukup. Kami hanya dapat jatah beras 1 kilogram per orang untuk seminggu, bahkan ada sebagian tetangga saya yang belum menerima bantuan tersebut,” sambung pegawai swasta tersebut.

Tak hanya di Bener Meriah, harga BBM yang melangit juga dirasakan oleh warga di Gayo Lues.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by YANG SERU, ASIK & MENARIK | Explore Gayo | Eat,Play & Relax (@explore_gayo)

Iklan

Korban meninggal di Aceh akibat bencana terbanyak

Situasi pelik di Aceh juga menimbulkan korban. BNPB mencatat per Senin (8/12/2025), pukul 10.48 WIB, sebanyak 950 orang tewas di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Jumlah korban diperkirakan akan berubah seiring proses evakuasi dan pembersihan area terdampak bencana. Berikut rinciannya:

Aceh

  • Tewas: 386 orang
  • Hilang: 101 orang
  • Luka: 4.300 orang

Sumatera Utara

  • Tewas: 330 orang
  • Hilang: 78 orang
  • Luka: 647 orang

Sumatera Barat

  • Tewas: 234 orang
  • Hilang: 95 orang
  • Luka: 112 orang

46.611 orang di Bener Meriah terisolir

Kondisi warga yang terisolir dan mengalami krisis pangan membuat Mualem–sapaan Muzakir Manaf khawatir. Ia berujar, warganya yang tak mendapat bantuan berpotensi meninggal karena kelaparan di situasi bencana.

Melansir dari laman resmi Kabupaten Bener Meriah, Aceh, lebih dari satu pekan ini sebanyak 46.611 warganya masih terisolasi. Data menunjukkan ribuan keluarga di enam kecamatan mengalami keterbatasan akses akibat terputusnya jalur transportasi utama.

Berikut rincian wilayah yang terdampak parah:

  • Kecamatan Pintu Rime Gayo: 23 desa terisolir, mencakup 17.138 jiwa.
  • Kecamatan Gajah Putih: 10 desa terisolir, dengan populasi 10.396 jiwa.
  • Kecamatan Mesidah: 15 desa terisolir, dihuni oleh 6.325 jiwa.
  • Kecamatan Syiah Utama: 14 desa terisolir, dengan 2.799 jiwa.
  • Kecamatan Permata: 7 desa terisolir, terdiri dari 6.024 jiwa.
  • Kecamatan Timang Gajah: 4 desa terisolir, mencakup 3.939 jiwa.

Hingga berita ini tayang, ruas jalan vital yang menghubungkan Bener Meriah dengan Aceh Utara dan Bireuen masih terputus. Oleh karena itu, penyaluran logistik yang mendesak dialihkan ke Bandara Rembele lewat jalur udara memakai helikopter maupun pesawat. 

Tim gabungan baik TNI, Polri, dan BNPB telah memfokuskan pemulihan jalur akses utama. Pengerjaan jembatan darurat (Bailey) dan pembersihan material longsor, seperti tumpukan pohon dan lumpur tebal yang menghambat jalan terus dikebut.

“Prioritas utama adalah keselamatan warga dan memastikan seluruh wilayah terdampak dapat segera terjangkau oleh bantuan,” tulis pemerintah Kabupaten Bener Meriah dilansir dari laman resmi, Senin (8/12/2025).

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Tragedi Sumatra Timbulkan Trauma: “Saya Belum Pernah Lihat Gayo Lues Seporak-poranda ini bahkan Saat Tsunami Aceh” atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 9 Desember 2025 oleh

Tags: Acehbanjir bandangbencanabener meriahlongsor
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

bencana.MOJOK.CO
Jagat

Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana

4 Februari 2026
Hari ibu adalah perayaan untuk seluruh perempuan. MOJOK.CO
Aktual

Ironi Perayaan Hari Ibu di Tengah Bencana Aceh dan Sumatra, Perempuan Makin Terabaikan dan Tak Berdaya

24 Desember 2025
Banjir sumatra, Nestapa Tinggal di Gayo Lues, Aceh. Hidup Waswas Menanti Bencana. MOJOK.CO
Aktual

Perantau Aceh di Jogja Hidup Penuh Ketidakpastian, tapi Merasa Tertolong Berkat ‘Warga Bantu Warga’

10 Desember 2025
Lagu Sendu yang Mengiringi Banjir Bandang Sumatera Barat MOJOK.CO
Esai

Lagu Sendu dari Tanah Minang: Hancurnya Jalan Lembah Anai dan Jembatan Kembar Menjadi Kehilangan Besar bagi Masyarakat Sumatera Barat

6 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
Surat Wasiat dari Siswa di NTT Itu Tak Hanya Ditujukan untuk Sang Ibu, tapi Bagi Kita yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak. MOJOK.CO

Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak

7 Februari 2026
Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
self reward.mojok.co

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.