Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Cerita Mahasiswa Unair Tinggal di Gang Sempit di Tengah Kemewahan Surabaya, Makan dengan Bau Comberan hingga Mandi Air Kuning

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
8 Mei 2025
A A
Kehidupan mahasiswa Unair di Gang Jojoran, Gubeng, Surabaya: makan dengan suguhan bau comberan hingga mandi air kuning MOJOK.CO

Ilustrasi - Kehidupan mahasiswa Unair di Gang Jojoran, Gubeng, Surabaya: makan dengan suguhan bau comberan hingga mandi air kuning. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Makan dengan bau busuk comberan

“Ujian selama ngekos di Gang Jojoran, Gubeng, Surabaya, adalah kalau makan. Harus makan dengan suguhan bau comberan yang busuk banget,” tutur Dodo.

Karena padatnya bangunan di kawasan tersebut, tak pelak jika banyak aliran air yang menjadi comberan karena tercampur limbah rumah tangga. Alhasil, menciptakan bau busuk yang menguar.

Akan tetapi, Dodo tidak punya pilihan lain. Saat itu, yang dia tahu, opsi makan murah ya hanya di situ. Sehingga, kalau sedang makan, dia kerap sambil tahan napas.

“Tapi pernah juga saking busuknya, aku sampai mau muntah saat makan,” ungkapnya.

Mandi air kuning saat ngekos di Gang Jojoran, Gubeng, Surabaya

Kepadatan di Gang Jojoran, Gubeng, Surabaya, memang berdampak pada buruknya sanitasi. Air untuk mandi pun juga terdampak.

Betapa kagetnya Dodo saat pertama kali tinggal di indekosnya tersebut. Sebab, ketika hendak mandi, yang dia dapati adalah air keruh berwarna kuning yang mengucur dari kran.

“Bener-bener kuning airnya. Baunya nggak enak. Terus setelah mandi bukannya seger tapi malah lengket di badan,” beber Dodo. “Rambut juga jadi gimbal gara-gara mandi di situ.”

Tapi sekali lagi, Dodo tidak punya banyak pilihan. Rp400 ribu hanya bisa mendapat indekos itu.

Satu bulan mahasiswa Unair itu mencoba membetah-betahkan diri tinggal di Jojoran, Gubeng, Surabaya. Namun, lambat laun, dia merasa tidak tahan juga. Akhirnya dia memutuskan pindah ke kos yang lebih baik.

Memetakan permukiman kumuh

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kawasan kumuh. Namun, tidak dimungkiri, banyaknya kelompok urban membuat kekumuhan di beberapa titik sulit teratasi.

Kendati begitu, Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Deisy Puspitarini menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan upaya pendataan kembali terkait kawasan kumuh.

Pendataan tersebut berguna agar Pemkot Surabaya bisa lekas mengambil tindakan. Pasalnya, sejak 2019 sebenarnya Surabaya sudah dinyatakan nol permukiman kumuh. Akan tetapi, Pemkot masih membaca ada potensi sejumlah permukiman akan kembali menjadi kumuh.

Sebagaimana mengutip laporan Radar Surabaya, konsentrasi pemetaan untuk 2025 ini meliputi Surabaya Timur, Utara, dan Selatan.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

Iklan

BACA JUGA: Ijazah Ditahan saat Kerja di Surabaya, Mau Keluar Harus Nebus Rp10 Juta kalau Tak Ingin Terus Tersiksa atau liputan Muchamad Aly Reza lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 9 Mei 2025 oleh

Tags: gubenggubeng surabayajojoran gubengjojoran surabayakawasan kumuh surabayamahasiswa unairSurabayaunair
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO
Ragam

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO
Esai

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)
Pojokan

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
outfit orang Surabaya Utara lebih sederhana ketimbang Surabaya Barat. MOJOK.CO
Ragam

Kaos Oblong, Sarung, dan Motor PCX adalah Simbol Kesederhanaan Sejati Warga Surabaya Utara

8 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.