Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

“Sewa Teman Mendaki”: Bisnis Menjanjikan Karena Banyak Orang FOMO Naik Gunung Jelang Tahun Baru

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
11 Desember 2024
A A
“Sewa Teman Mendaki”: Bisnis Menjanjikan Karena Banyak Orang FOMO Naik Gunung Jelang Tahun Baru.MOJOK.CO

Ilustrasi - “Sewa Teman Mendaki”: Bisnis Menjanjikan Karena Banyak Orang FOMO Naik Gunung Jelang Tahun Baru (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mendaki gunung semakin menjadi tren di Indonesia. Menjelang malam pergantian tahun, jumlah pendaki terus alami peningkatan. Konon, kebanyakan dari mereka adalah “pendaki baru” yang sedang FOMO. Bisnis sewa teman pendakian pun bisa menjadi pilihan mengingat penghasilannya yang tidak sepele.

***

Fathur (23), salah satu mahasiswa pecinta alam di salah satu PTN Jogja, mengaku mendaki gunung jelang malam tahun baru memang telah menjadi “tradisi”. Bagi dia, yang sudah sejak SMA gemar mendaki, “berada di puncak adalah cara terbaik untuk menutup sekaligus mengawali tahun.”

“Semacam ada kepercayaan aja. Ya tiap orang beda-beda, ya. Tapi aku percaya kalau ada make a wish di tempat tinggi, doa gampang terkabul. Semoga aja, sih,” ungkapnya kepada Mojok, Rabu (11/12/2024).

Dia tidak sendiri. Nyatanya, tiap menjelang malam pergantian tahun, jumlah pendaki yang dijumpai juga lebih banyak. Menurut penaksirannya, mungkin bisa 5 kali lipat dari hari-hari biasa.

Ketua Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Jateng, Dasirun, mengatakan pada malam tahun baru 2024 lalu, ada 20 ribu orang yang mendaki 10 gunung di Jateng. Artinya, rata-rata ada 2 ribu pendaki per gunung. 

Jumlah ini meningkat nyaris empat kali lipat dari hari biasa. Berdasarkan data pemesanan online, pada hari-hari biasa rata-rata hanya ada 160-500an pendaki per gunung.

FOMO mendaki saat tahun baru

Sebagai “pendaki lawas”, Fathur mengakui fenomena FOMO mendaki gunung jelang tahun baru. Setidaknya dari pengalaman pribadinya, dia sering menjadi “pemandu” teman-temannya yang baru pertama mendaki gunung.

“Biasanya itu teman-teman mahasiswa yang baru gabung UKM Pecinta Alam, tapi belum pernah mendaki. Atau, ya, teman-teman yang tiba-tiba minta ajak mendaki pas tahun baru. Katanya buat kenang-kenangan gitu foto di atas,” jelasnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Pendaki Gunung Indonesia (@pendakilawas)


Dia juga tak mempermasalahkan fenomena pendaki FOMO ini. Malahan, Fathur senang karena semakin tinggi animo mendaki, banyak pihak bakal diuntungkan. Misalnya, persewaan alat hiking, sampai UMKM-UMKM di sekitar lereng pendakian.

Memang, selama ini yang jadi persoalan masih ada gap antara “pendaki lawas” dengan “pendaki anyar” soal hal-hal prinsipil. Misalnya, soal kesadaran buang sampah, manajemen waktu, sampai penanganan jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Iklan

“Makanya, penting buat ajak teman saat mendaki, apalagi yang udah pengalaman. Minimal kalau terjadi hal-hal yang amit-amit nggak diinginkan, mereka punya pengalaman buat menanganinya.”

Bisnis sewa teman pendaki gunung

Boleh dibilang, Fathur telah berperan sebagai teman pendakian. Meski, tindakan ini dia lakukan secara cuma-cuma atas dasar pertemanan. Padahal, di Cina, peran sebagai teman pendakian adalah bisnis menggiurkan.

Melansir CNN, teman pendaki alias climbing buddy disebut sebagai pei pa. Dalam bahasa Cina, pei pa berarti “menemani pendakian”. Bisnis ini sudah lama dijalankan oleh pemuda-pemuda setempat, khususnya untuk menemani orang-orang yang mendaki sendirian.

“Sewa Teman Mendaki”: Bisnis Menjanjikan Karena Banyak Orang FOMO Naik Gunung Jelang Tahun Baru.MOJOK.CO
Di Cina, sewa teman pendaki gunung disebut pei pa (sumber gambar: Blog Eiger)

Biasanya, pei pa ini adalah para laki-laki bertubuh atletis yang terbiasa mendaki. Mereka adalah pemuda setempat, mahasiswa, atau bahkan veteran militer. 

Selaiknya sebuah bisnis, mereka juga mengiklankan diri di media sosial. Misalnya, di Xiaohongshu dan Douyin. Pada tawarannya, mereka menampilkan profil berupa tinggi badan, tingkat kebugaran, dan pengalaman mendaki.

Mereka biasanya menawarkan diri sebagai teman pendaki untuk gunung-gunung kondang di Cina. Seperti Gunung Tai di Shandong dan Gunung Emei di Sichuan.

Untuk jobdesk, para pei pa ini biasanya melakukan semua hal yang diminta klien. Umumnya, mereka diminta untuk memandu pendaki, membawakan barang, hingga hal-hal absurd seperti bernyanyi dan memainkan musik. 

Bisnis menggiurkan, 2 kali lipat UMR Cina

Meski belum dilirik dalam konteks pendaki di Indonesia, ternyata bisnis ini amat menggiurkan. Di Cina, seorang pei pa rata-rata dibayar 200 hingga 600 yuan, tergantung jobdesk yang mereka kerjakan. Biaya tersebut setara Rp400 ribu hingga Rp1,5 juta.

Pei pa bernama Chris Zhang (20), misalnya, berhasil mendapatkan cuan 20 ribu yuan hanya dengan tiga bulan bekerja sebagai teman pendaki. Kalau dirupiahkan, uang ini setara Rp45 juta.

Penghasilan mereka bahkan setara dengan rata-rata gaji bulanan warga Cina sebagai pegawai. Namun, penghasilan yang besar setara dengan risikonya. Para pei pa mengakui bahwa pekerjaan ini melelahkan secara fisik. Sehingga, mereka hanya mampu bekerja di bulan-bulan tertentu saja.

Ketika saya mengirimkan fakta terkait pei pa ke Fathur, dia pun kaget. Ternyata, menemani orang mendaki bisa diuangkan. Meski menggiurkan, dia mengaku kalau bisnis ini sulit diterapkan, mengingat “orang di sini baik-baik” yang dengan sukarela memandu para pendaki baru tanpa imbalan.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA 9 Jam “Menghilang” di Gunung Lawu Magetan hingga Bisa Kembali berkat Kiriman al-Fatihah

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google

Terakhir diperbarui pada 11 Desember 2024 oleh

Tags: hikingmendaki gunungpendaki fomoPendaki Gunungsewa teman mendaki gunungsewa teman pendaki gunung
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

pertama naik gunung Mebabu via thekelan, belajar dari youtube. MOJOK.CO
Ragam

Nyaris Celaka Saat Pertama Kali Mendaki ke Merbabu, “Terjebak” Berjam-jam di Tengah Gunung karena Ikuti Tutorial Youtube

4 Juli 2025
Kegoblokan pertama kali mendaki (hiking) Gunung Lawu dan Merbabu yang bahayakan nyawa sendiri MOJOK.CO
Ragam

Kegoblokan Pertama Kali Mendaki Gunung: Cuma demi Gaya, Modal Nekat dan Nyepele Berujung Celaka

28 Juni 2025
Gunung Sindoro: Sebuah Prolog untuk “Sesuatu” yang Menyesatkan MOJOK.CO
Malam Jumat

Gunung Sindoro: Sebuah Prolog untuk “Sesuatu” yang Menyesatkan

8 September 2022
Sampai Bertemu Di Gunung Arjuno MOJOK.CO
Malam Jumat

Sampai Bertemu Di Gunung Arjuno

10 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Film "Surat untuk Masa Mudaku" tayang di Netflix. MOJOK.CO

Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

5 Februari 2026
Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

3 Februari 2026
Pinjol Jerat Gen Z Fomo tanpa Cuan, Apalagi Tabungan MOJOK.CO

Fakta Indonesia Hari ini: Sisi Gelap Gen Z Tanpa Cuan yang Berani Utang Sampai Ratusan Juta dan Tips Lepas dari Jerat Pinjol Laknat

3 Februari 2026
Pembeli di Pasar Jangkang, Sleman. MOJOK.CO

Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak

9 Februari 2026
Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-42 sebagai momentum strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif MOJOK.CO

BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

7 Februari 2026
Sesi mengerikan kehidupan di desa: orang tua nelangsa karena masih hidup tapi anak-anak (ahli waris) sudah berebut pembagian warisan MOJOK.CO

Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

3 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.