Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Sama-sama Bus Patas dengan Harga Ekonomis, tapi Bus Eka Lebih Menjamin Keselamatan Saya dibandingkan Sugeng Rahayu

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
10 Juni 2025
A A
Bus Eka lebih baik ketimbang bus Sugeng Rahayu. MOJOK.CO

ilustrasi - keunggulan bus Eka dibandingkan bus patas lain. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bus Sugeng Rahayu memang menjadi andalan penumpang Jawa Timur, tapi soal kenyamanan masih perlu dipertanyakan. Pasalnya, armada-armadanya kerap mengalami kecelakaan. Maka dari itu, beberapa penumpang beralih ke bus lain. Misalnya, bus Eka yang harganya tak jauh berbeda.

#1 Keselamatan lebih terjamin dengan bus Eka

Bukan rahasia umum lagi kalau sopir sopir bus Sugeng Rahayu seperti “berkendara menuju alam baka” alias suka ugal-ugalan di jalan. Ia bahkan sering mendapat julukan dari penumpang sangking seringnya mengalami kecelakaan. Ada yang menamainya “bus setan”, “bus hantu”, hingga “sumber bencono” alih-alih nama aslinya dulu yakni Sumber Kencono.

2023 lalu, Mojok pernah mewawancarai Budi (33) yang sudah menjadi penumpang setia bus Sugeng Rahayu selama 15 tahun lebih. Lebih-lebih saat ia harus kuliah dari Surabaya ke Solo menggunakan bus tersebut. Menurut pengalamannya, sopir bus tersebut memang sering ngebut tanpa aturan.

“Aku ini dibilang religius ya nggak terlalu, tapi tiap naik Sugeng Rahayu pasti ingat Tuhan. Banyak-banyakin zikir.” ujarnya.

Dua tahun berselang, pengalaman serupa masih dialami Eka, bahkan ia merasa sang sopir tak takut sama sekali dengan hukum. Alih-alih, memaknai tugasnya untuk membawa penumpang dengan selamat, baik sopir maupun kernet seolah menyepelekan nyawa seseorang.

“Kernet sama sopirnya cuawak, aparat polisi saja sampai dibencadain dan mereka kalau ngomong slengekan,” kata perempuan asal Surabaya itu, yang masih kesal saat mengingat pengalaman pertamanya naik bus tersebut.

Oleh karena itu, saat perjalanan kembali dari Jogja-Surabaya, ia memilih berganti bus walaupun harus merogoh kocek lebih sedikit. Yang penting keamanannya terjaga. Dari banyak pilihan bus, akhirnya ia memilih bus Eka. Bukan mentang-mentang karena nama panggilannya kebetulan sama, tapi dilihat dari segi harga, bus Eka masih terjangkau. 

“Sugeng Rahayu itu memang paling murah, aku bayar Rp130 ribu. Sebenarnya nggak jauh beda dengan bus Eka yang harganya Rp150 ribu dan sudah dapat makan,” ucapnya

#2 Fasilitas bus Eka lebih nyaman

Eka tak menyesali keputusannya saat beralih dari bus Sugeng Rahayu ke bus Eka, sebab dari segi fasilitas pun tak mengecewakan. Dibandingkan bus Sugeng Rahayu, ia lebih nyaman menggunakan bus Eka.

Baca Halaman Selanjutnya

Bunyi bus Eka nggak “glodak-glodak”

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 11 Juni 2025 oleh

Tags: bus ekabus sugeng rahayubus surabaya jogjatiket bus murahtips naik bus
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

User kereta api (KA) ekonomi Sri Tanjung pertama kali naik bus Eka PATAS ketimbang Sumber Selamat. Dari keterpaksaan menjadi ketagihan meski tetap tidak tenang MOJOK.CO
Sehari-hari

User KA Sri Tanjung Nyoba Bus Eka: Tak Seburuk Naik Kereta Ekonomi, Tapi Pikiran Dibuat Tak Tenang Meski di Kursi Nyaman

2 Maret 2026
Bus ekonomi Mira, saksi perantau Surabaya nekat ke Jogja tanpa bekal apa-apa buat cari kerja. Tujuh jam menderita dengan kerandoman penumpang MOJOK.CO
Ragam

Naik Bus Mira karena Pengin Nikmati Perjalanan dengan Harga Murah, Malah Menderita karena “Keanehan” Penumpangnya

16 Juni 2025
Bus Sugeng Rahayu untuk perjalanan dari Surabaya ke Jogja. MOJOK.CO
Ragam

Pengalaman Katrok Naik Bus Murah Antar Kota, Merasa Gusar Selama 9 Jam Perjalanan karena Takut Salah Turun Terminal

4 Juni 2025
Jika bus Sinar Mandiri bertemu Jaya Utama, sopir akan lebih ngawur dari bus Sumber Selamat MOJOK.CO
Catatan

Jika Bus Sinar Mandiri Ketemu Jaya Utama, Sumber Selamat Kalah Ngawur: Jalan Rusak Pantura Jadi Arena Balapan

15 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Solo date lebih asik daripada nongkrong bareng teman. MOJOK.CO

“Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

23 April 2026
Aksi tanam 100 pohon gayam di sekitar Candi Borobudur, Magelang. MOJOK.CO

Hubungan Istimewa di Balik Pohon Gayam sebagai “Tanaman Peneduh” dan Candi Borobudur

23 April 2026
Beli produk hp Apple, iPhone

Pengguna iPhone Ingin “Naik Kelas” Bikin Muak, Gaya Elite padahal Dompet Sulit

22 April 2026
Atlet pencak silat Unair, Faryska Ozi Faradika. MOJOK.CO

UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah

20 April 2026
Derita orang Jember kerja di Jakarta: teralienasi karena dianggap tertinggal MOJOK.CO

Orang Jember Kerja di Jakarta: Mencoba Berbaur tapi “Tersisihkan”, Dianggap Tertinggal dan Tak Tersentuh Pendidikan

16 April 2026
Merintis Jastip ala Mahasiswa Flores Cuan Jutaan Tiap Bulan MOJOK.CO

Belajar dari Mahasiswa Flores yang Merantau di Jogja Merintis Usaha Jastip Kecil-kecilan Hingga Untung Jutaan Rupiah Setiap Bulan

23 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.