Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Perdebatan Sarjana vs SMA di Dunia Kerja Harus Disudahi, Nyatanya Sarjana Memang Lebih Unggul dan Lebih Untung

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
5 April 2024
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Benarkah bahwa kuliah tidak penting? Benarkah sarjana itu tak menjamin kesuksesan dan tak ada gunanya di dunia kerja? Perdebatan ini tak akan usai jika hanya melihat output yang jelas dipengaruhi banyak faktor. Padahal, bisa jadi masalahnya bukan itu, tapi pada hal lainnya.

***

Konten “kuliah hanyalah pengangguran dengan gaya” bertebaran di FYP TikTok sudah sekitar seminggu ini. Konten ini muncul sebagai respons dari ucapan salah satu influencer crypto yang viral beberapa waktu lalu. Tak pelak, perdebatan tentang perlunya kuliah jadi topik paling panas di TikTok, serta merembet ke media sosial lain.

Terlepas dari perdebatan pentingnya kuliah, jumlah sarjana di Indonesia memang memprihatinkan. Data dari Katadata per Juni 2022 menyebutkan, hanya 4,39 persen penduduk Indonesia yang mengenyam pendidikan S1. Artinya, hanya sekitar 12 juta lebih penduduk Indonesia yang kuliah S1 dari 275 juta penduduk Indonesia. Angka tersebut terlihat amat kerdil jika dibanding lulusan SMA (57 juta) dan SMP (40 juta). Angka tamat SD, belum tamat SD, dan tidak bersekolah jauh lebih banyak.

Data tersebut jelas memprihatinkan jika kita bandingkan dengan Australia, 49,4 persen rakyatnya mengenyam pendidikan tinggi. Perdebatan ini jadi terlihat tidak perlu mengingat bahwa jumlah pengenyam pendidikan tinggi di Indonesia masih kelewat rendah.

Hanya saja, perdebatan ini tetap perlu diakhiri dengan menjawab pertanyaan ini: benarkah sarjana itu tak sehebat itu dalam dunia kerja?

Sarjana tidak berguna di dunia kerja, pandangan yang keliru

Dilansir dari Katadata, lulusan universitas menyumbang sekitar 10,32 total pekerja nasional, alias 14,44 juta orang dari 139,85 juta penduduk bekerja di Indonesia. Meski tingkat sarjana pengangguran masih tinggi, tapi angka tersebut tak bisa dibilang sebagai hal yang buruk-buruk amat, mengingat jumlah sarjana yang menganggur adalah 13,33 persen dari total sarjana pada 2022. Memang tinggi, tapi tingkat pengenyam pendidikan tinggi memang tidak sebesar itu, jadi terasa besar.

Juga, pandangan bahwa kuliah tidak penting, terlebih dalam urusan pekerjaan itu juga tidak bijak. Menurut Seto Wicaksono, HRD di salah satu perusahaan di Ibu Kota, tidak bisa dimungkiri bahwa lulusan universitas begitu dibutuhkan di dunia kerja.

“Kenapa ada yang bilang seperti itu (khususnya di dunia kerja, ya), karena hanya melihat output aja. Bisa bekerja, dapat penghasilan. Lebih jauh lagi, mereka bisa aja bekerja secara mandiri entah mengembangkan sesuatu, berwirausaha, dan semacamnya. Kalau muaranya mau yang penting bisa kerja, sah-sah aja. Tapi, buat seseorang yang memutuskan kuliah, jadi sarjana, punya gelar, dan sebangsanya, mereka memikirkan proses dan jenjang karir di dunia kerja.”

“Karena, di banyak perusahaan, sampai dengan saat ini masih mecantumkan hal tersebut untuk jenjang karir. Diperlukan gelar sarjana atau pendidikan khusus. Agar bisa secara spesifik menguasai bidang yang dimaksud/menjadi specialist.””

Tidak apa-apa memutuskan untuk tidak kuliah

Menurut Seto, tetap saja, predikat lulusan SMA tidak bisa dikatakan akhir dunia. Sebab, kemampuan bisa meningkat seiring waktu, tak hanya milik sarjana.

“Yang SMA pun, selama punya kemampuan yang dibutuhkan oleh perusahaan, sering kali dipercaya untuk menempati posisi tertentu. Sepengalamanku, secara teori, kualifikasi tersebut bisa diadaptasi.”

Jika seseorang memutuskan untuk tidak kuliah, tak menjadi sarjana, dan langsung terjun di dunia kerja, Seto pun tak masalah dengan itu. Ya karena memang tidak ada masalah. Tapi, ada catatan yang menyertai.

“Kalau contoh kasusnya seperti itu, menurutku sah-sah aja, Mas. Tapi, nanti ketika bekerja, jangan heran jika dari sisi perusahaan, nantinya lebih mempercayakan untuk memberikan suatu posisi, jabatan, wewenang, atau tanggung jawab kepada mereka yang pada akhirnya memilih kuliah (berkaitan tentang promosi jabatan/jenjang karir). Pastinya bukan tanpa alasan. Karena saat menjalani proses kuliah, mahasiswa (dan sarjana) akan melalui proses tanggung jawab, soft skill dan hard skill yang lebih terasah/matang, proses berpikir yang lebih ‘jadi’ melalui porsi diskusi, organisasi, atau tugas akhir.”

Iklan

“Terkesan sepele memang, tapi, pada akhirnya akan jadi pembeda di dunia kerja, Mas.”

Baca halaman selanjutnya

Lapangan kerja amat sedikit

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 6 April 2024 oleh

Tags: Dunia Kerjaijazahkuliahlowongan kerjalulusan smasarjana
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

14 juta pekerja terima gaji di bawah UMP/UMK, sebagian besar dari kalangan lulusan perguruan tinggi (sarjana) MOJOK.CO
Ragam

Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

9 Januari 2026
Bapak-ibu dihina saudara sendiri karena ingin kuliahkan anak di PTN, tapi beri pembuktian. Meski anak jadi mahasiswa di PTN ecek-ecek tapi jadi sarjana pekerja kantoran MOJOK.CO
Kampus

Ortu Miskin Dihina Saudara Kaya saat Ingin Kuliahkan Anak, Meski Kuliah di PTN Ecek-ecek Malah Punya Karier Terhormat ketimbang Anak Saudara

8 Januari 2026
5 liputan terpopuler Mojok 2025. Cerita para sarjana S1 hingga lulusan S2 yang hadapi realitas menjadi pengangguran MOJOK.CO
Liputan

5 Liputan Terpopuler Mojok Sepanjang 2025: Saat Realita Dunia Kerja Menampar Para Sarjana dan Lulusan S2

1 Januari 2026
Didikan bapak penjual es teh antar anak jadi sarjana pertama keluarga dan jadi lulusan terbaik Ilmu Komunikasi UNY lewat beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO
Kampus

Didikan Bapak Penjual Es Teh untuk Anak yang Kuliah di UNY, Jadi Lulusan dengan IPK Tertinggi

29 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026
kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026
Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.