Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Pengalaman Pahit Menghadapi Tukang Parkir ATM dan Indomaret yang Menolak Uang Receh

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
5 Oktober 2023
A A
Rusaknya Reputasi Jukir Resmi di Solo Gara-Gara Tukang Parkir Liar.MOJOK.CO

Ilustrasi Rusaknya Reputasi Jukir Resmi di Solo Gara-Gara Tukang Parkir Liar (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Banyak yang menyangsikan fungsi tukang parkir di ATM dan minimarket seperti Indomaret dan Alfamart. Kendaraan yang hanya berhenti tak sampai sepuluh menit dan tidak ditata saja harus bayar.

***

Dalam sehari, orang yang punya pekerjaan berkeliling dari satu tempat ke tempat lain harus menghadapi banyak tukang parkir. Di beberapa lokasi, keberadaan mereka terasa perlu. Namun, seringnya seperti nggak ada fungsinya.

Farras (25), seorang pekerja di Jogja mengeluhkan terlalu banyak keberadaan tukang parkir yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Sehari-hari, ia bekerja sebagai marketing sebuah produk. Pekerjaan ini menuntutnya untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

“Istilahnya itu canvasing. Ya keliling ke tempat-tempat calon customer,” katanya.

Tugas itu yang membuatnya harus berkeliling untuk sekadar mendapat kontak dan membuka komunikasi dengan calon pelanggan. Hal itu ia lakoni dari Senin sampai Jumat pada pukul 09.00 sampai 17.00.

Saat itulah, seringkali ia harus mampir ke berbagai tempat seperti ATM hingga minimarket seperti Indomaret dan Alfamart. Mampirnya kadang tak sampai lima menit namun ia harus merogoh uang lebih untuk membayar jasa yang tidak ia butuhkan.

“Walaupun uang kecil tapi kalau terus menerus ya lumayan. Terlebih, aku nggak ngerasa perlu untuk membayar,” ujarnya.

Pengalaman pahit bersama tukang parkir ATM

Pernah, suatu kali ada pengalaman kurang menyenangkan yang membuat pandangan Farras tentang tukar parkir ATM jadi bertambah miring.

Saat itu ia sedang mengambil uang di sebuah ATM bank swasta di Jalan Magelang. Ia sedang tidak memegang uang kecil.

Sehingga, saat keluar, ia berusaha merogoh dashboard motor maticnya dan menemukan beberapa uang koin. Seingatnya, ada satu pecahan Rp500 dan tiga koin Rp200.

“Ya aku langsung kasihkan saja sambil jalan,” katanya.

Namun, baru saja motor bergerak perlahan, tukang parkir itu memanggil dan menyuruhnya berhenti. Farras bertambah kaget saat lelaki dengan rompi oranye itu mengulungkan kembali uang receh yang ia berikan tadi.

“Mas, ini, nggak usah ngasih kalau begini. Bilang aja kalau nggak ada uang,” kata Farras menirukan ucapan tukang parkir tersebut.

Iklan

Ia heran, saat ini sebagian tukang parkir sudah enggan menerima uang Rp1000. Ada yang masih menerima namun perlakuan yang mereka berikan akan berbeda dengan pengendara yang memberi Rp2000 atau lebih.

Pekerja Jogja lain, Taufik (24) juga mengaku kewalahan dengan semakin banyaknya tukang parkir di berbagai tempat. Menurutnya, selama kendaraan hanya berhenti sebentar fungsi petugas jadi tidak diperlukan.

“Urusan begini kayanya terjadi di seluruh Indonesia. Di Jogja begitu, saat pulang ke kampung halaman di Medan juga rasanya kok di mana-mana kudu bayar parkir,” keluhnya.

Baca halaman selanjutnya…

Parkir minimarket seperti Indomaret yang nggak banyak fungsinya

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2023 oleh

Tags: AlfamartatmIndomaretparkir atmtukang parkir
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Kurir Alfagift, layanan Alfamart penyelamat pekerja Jakarta
Urban

Alfagift, Penyelamat Pekerja Jakarta dari “Mati” Kelaparan karena Kelelahan dan Tak Punya Teman Makan

4 Maret 2026
Catatan

Beras Porang Indomaret, Makanan Aneh yang Saya Sesali untuk Sahur padahal Menu Favorit Orang Jepang

3 Maret 2026
produk indomaret, private label.MOJOK.CO
Sehari-hari

Private Label Indomaret Penyelamat Hidup Saat Tanggal Tua Bulan Ramadan, Murah tapi Tak Murahan

24 Februari 2026
3 Dosa Indomaret yang Bikin Kecewa karena Terpaksa (Unsplash)
Pojokan

3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa tapi Bisa Memakluminya karena Keadaan lalu Memaafkan

21 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kuliah di jurusan sepi peminat.mojok.co

Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja

2 April 2026
Pekerja gen Z matikan centang biru WhatsApp dicap kepribadian buruk

Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

5 April 2026
Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang

8 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026
Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.