Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Mendalam

Keculasan Dosen dalam Publikasi Jurnal Internasional bikin Integritas dan Kualitas Riset Kampus di Indonesia Dipertanyakan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
10 Juli 2025
A A
Keculasan Dosen dalam Publikasi Jurnal Internasional bikin Integritas dan Kualitas Riset Kampus di Indonesia Dipertanyakan. MOJOK.CO

ilustrasi - jurnal imliah dari kampus Indonesia dipertanyakan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dunia pendidikan kembali diterjang badai. Sejumlah nama kampus ternama di Indonesia, malah masuk zona integritas di mana hasil riset penelitian mereka dipertanyakan. Terlepas dari 13 kampus berprestasi yang masuk dalam laporan Integrity Risk Index (RI²), permasalahan klasik seperti plagiasi dan joki jurnal sudah bukan rahasia lagi.

***

Integrity Risk Index, sebuah penelitian yang digagas oleh Profesor Lokman Meho dari American University of Beirut mengidentifikasi, ada 13 kampus di Indonesia yang masuk dalam daftar risiko integritas riset. Temuan ini menunjukkan betapa rendahnya kualitas riset di kampus Indonesia.

Di sisi lain, nama-nama kampus ternama seperti Universitas Bina Nusantara (BINUS), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Padjajaran (UNPAD), hingga Universitas Airlangga (Unair) memang sedang terobsesi pada gelar peringkat internasional.

Sebut saja Unair yang baru saja meraih posisi pertama di Asia Tenggara dan peringkat ke-9 dunia dalam THE Impact Rankings 2025. Tak lama berselang, reputasinya justru dipertanyakan karena ia menjadi salah satu kampus di Indonesia yang masuk kategori risiko tertinggi (redflag).

Lebih dari itu, permasalahan kualitas dan integritas riset adalah fenomena gunung es yang hingga kini tak jelas juntrungannya. Mulai dari plagiasi, joki jurnal, jurnal predator, sampai moral dosen dan mahasiswa di Kampus Indonesia yang rusak.

Bobroknya moral dosen dan mahasiswa di kampus Indonesia

Dosen di salah satu kampus di Surabaya, Gigih Saputra mengaku pernah menemukan promosi jasa perjokian yang secara terbuka di media sosial. Seolah mempromosikan hal tersebut adalah hal yang lumrah dan dinormalisasi secara umum.

“Saya pernah menemukan fenomena perjokian skripsi hingga disertai dengan mematok tarif khusus,” kata Gigih kepada Mojok, Kamis (10/7/2025).

Sebetulnya, kata Gigih, masalah integritas dan kualitas penelitian di kampus Indonesia sebenarnya adalah masalah klasik. Yang kian berlarut-larut, karena kuatnya nilai kapitalisme dan feodalisme dalam sektor Pendidikan Tinggi. 

“Pada dasarnya, narasi karir dosen kita sangat kuat dengan mengutamakan kenaikan jabatan fungsional terlebih jabatan Profesor,” ujar Gigih yang sudah menyelesaikan kuliah S3-nya prodi Studi Islam.

Gigih tak mengelak jika jabatan memiliki prestise tersendiri dalam karier dosennya, apalagi jika menempuh pendidikan di kampus Indonesia. Artinya, tanpa gelar profesor, seorang dosen akan sulit hidup sejahtera.

Maka dari itu, banyak yang menganggap jika dengan gelar profesor, seseorang bisa mendapat pengakuan serta insentif yang lebih tinggi. Padahal, orientasi ini rawan memicu tindakan kecurangan dalam meraih jabatan.

“Dari situlah muncul persepsi, yang penting bisa publikasi dengan jumlah banyak, tapi mengorbankan kualitas dan integritas. Jurnal predator, ‘numpang nama’, dan perjokian jurnal internasional dengan biaya tinggi menjadi rahasia umum yang banyak terjadi,” kata Gigih.

Riset untuk mengejar jabatan, bukan kemajuan pendidikan

Di sisi lain, para dosen yang diwajibkan publikasi jurnal internasional bereputasi juga mengaku kesulitan karena kebijakan open acces. Gigih melihat kebijakan itu semakin memperkuat kapitalisme dalam hal publikasi di kampus Indonesia.

Iklan

“Narasi besar penemuan hingga penciptaan teori baru sebagai level tertinggi dalam riset dasar, sangat asing bagi dunia riset kita. Selain itu, jurnal internasional bereputasi sekalipun tidak menjamin hal tersebut,” kata dia.

Tak perlu jauh-jauh mengkritik implementasi publikasi jurnal internasional, Gigih juga mempertanyakan kinerja Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang sudah berubah nama menjadi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Misalnya, dalam program Kampus Berdampak yang merupakan program lanjutan dari Kampus Merdeka. Kemendiktisaintek berharap program ini dapat menyelesaikan masalah di dunia kerja.

Baca Halaman Selanjutnya

Program pemerintah terlalu berat sebelah

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 11 Juli 2025 oleh

Tags: dosen plagiasigelar doktorjurnal predatorkampus di indonesiamahasiswa s3plagiasi jurnal
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Derita Mahasiswa S3 Sebelum Gila, Tertawakan Diri Sendiri Dulu
Esai

Mahasiswa S3 Tertawa di Koridor Kampus Bukan karena Bahagia, tapi Menertawakan Nasibnya Sebagai Pabrik Akademik dan Nasib Jurnal Ditolak 5 Kali

14 November 2025
kampus di Indonesia.MOJOK.CO
Mendalam

Riset Kampus di Indonesia Cuma Jadi Sampah Ilmiah, Alarm Serius buat Binus hingga Unair yang Masuk Daftar Red Flag

9 Juli 2025
Logika-Alfia-Tanjung MOJOK.CO
Esai

Alfian Tanjung yang Luar Biasa… Ambyar

8 Mei 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

6 April 2026
Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

4 April 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Kapok Naik Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

1 April 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

Backpackeran Naik KA Eksekutif Jogja-Jakarta Demi Menyembuhkan Luka, Malah Dibuat Kesal dengan Kelakuan Norak Penumpangnya

1 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab (Wikimedia Commons)

Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga

4 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.