Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Mendalam

Syarat Usia Melamar Kerja Sebaiknya Dihapus Saja, Cuman Bikin Pencari Kerja Usia Tua Putus Asa

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
29 April 2025
A A
pencari kerja usia tua asal Malang menderita. MOJOK.CO

ilustrasi - ikut mendaftar kerja di usia tua. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi seorang pencari kerja seperti Rahajeng Putri (36) syarat batas usia adalah hambatan untuk melamar kerja. Diusianya yang sudah kepala tiga, Putri–sapaan akrabnya merasa perusahaan lebih memilih merekrut anak muda. Sementara, perempuan asal Malang itu harus menelan kenyataan pahit karena ditolak perusahaan sana-sini. 

Saat usianya 22 tahun, Putri merasa masih tak kesulitan mencari kerja. Lulus kuliah dan mendapat ijazah, ia langsung mendapat kerja di suatu perusahaan bidang pembiayaan konsumen. Tak lama setelahnya, Putri menikah dan hamil.

Saat itulah Putri terpaksa resign. Ia takut jika rutinitasnya yang sering pulang dini hari mengganggu kondisi janin di dalam kandungannya. Hingga, saat ia ingin kembali bekerja, Putri baru menyadari sangat sulit melamar kerja di usianya yang sudah kepala tiga. Tak hanya dia, tapi bagi suaminya yang terkena PHK di tahun 2019 silam.

“Kami sudah pakai aplikasi pencari kerja lebih dari satu, sudah ribuan lamaran kerja yang kami kirim ke perusahaan tapi sampai sekarang tak ada satu pun panggilan,” kata perempuan asal Malang itu.

Kesenjangan usia dalam melamar kerja

Putri meyakini penolakan itu terjadi bukan karena ia dan sang suami tak mampu. Ia sendiri sedikit banyak tahu tentang proses seleksi rekrutmen karena konsentrasi jurusannya di bidang sumber daya manusia. 

Menurut dia, banyak perusahaan yang menganggap kualitas sumber daya manusia di Indonesia rendah. Mereka punya kriteria yang tinggi terhadap karyawan baru seperti harus langsung bisa bekerja. Sedangkan, pelamar yang sudah tua tidak diberi kesempatan untuk mendapatkan pelatihan lagi.

“Sebenarnya banyak orang yang berkualitas dan pantas untuk bekerja, atau mau belajar jika diberi kesempatan,” ucap perempuan asal Malang itu.

Nyatanya, Putri tak sendiri. Apa yang ia resahkan persis seperti kisah Leonardo Olefins Hamonangan. Pemuda asal Kota Bekasi itu bahkan mengajukan uji materi Pasal 135 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan tapi ditolak Mahkamah Agung pada Selasa (30/7/2024).

Menurut pemohon, pasal tersebut membuka potensi diskriminasi. Pemberi kerja bisa memilih tenaga kerja berdasarkan kriteria yang tidak relevan seperti usia, jenis kelamin, atau latar belakang etnis. Apa mau dikata, hakim bersikukuh bahwa tak ada yang salah dengan pasal tersebut.

Bikin pencari kerja usia tua hopeless

Alih-alih memaksakan diri untuk melamar kerja di sektor formal, Putri terpaksa bekerja di sektor informal. Di mana, pekerja informal kurang mendapat perlindungan ketenagakerjaan seperti pengembangan karier, pensiun, jaminan hari tua, kecelakaan kerja, serta jaminan kematian.

“Akhirnya saya dan suami sama-sama bekerja sebagai driver ojek online,” ucap perempuan asal Malang itu.

Baca Halaman Selanjutnya

Syarat batas usia sebaiknya dihapus

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 30 April 2025 oleh

Tags: batas syarat usiaDiskriminasikesenjangan usialapangan kerjapekerja informalWemnaker
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Artikel Terkait

14 juta pekerja terima gaji di bawah UMP/UMK, sebagian besar dari kalangan lulusan perguruan tinggi (sarjana) MOJOK.CO
Ragam

Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

9 Januari 2026
Alumnus ITB resign kerja di Jakarta dan buka usaha sendiri di Bandung. MOJOK.CO
Sosok

Alumnus ITB Rela Tinggalkan Gaji Puluhan Juta di Jakarta demi Buka Lapangan Kerja dan Gaungkan Isu Lingkungan

12 Desember 2025
MBG Meracuni Bangsa, Membungkam Orang Tua MOJOK.CO
Liputan

Program MBG Tak Boleh Berhenti, Paksa Saja untuk “Menambal” Program Rp19 Juta Lapangan Kerja

4 Oktober 2025
Sarjana lulusan kampus terbaik Indonesia seperti Unair, UGM, bahkan UI: tetap tak lolos CPNS dan susah cari kerja. Sekali dapat langsung job hugging MOJOK.CO
Ragam

Kuliah S1-S2 di Kampus Terbaik Indonesia Merasa Gagah, Tapi Lulus Jadi Sarjana Payah dan Bernasib Terlunta-lunta

25 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
Cara wujudkan resolusi 2026 dengan finansial yang baik. MOJOK.CO

Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026

19 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.