Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Mendalam

Sisi Gelap PTN yang Bikin Dosen Menderita, Sibuk Mengejar Akreditasi tapi Kesejahteraan Dosen Jauh Panggang dari Api

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
21 November 2025
A A
Sisi Gelap PTN yang Bikin Dosen Menderita. MOJOK.CO

ilustrasi - dosen di PTN hidupnya tak sejahtera, penuh tekanan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Selama 30 tahun mengajar sebagai pendidik di salah satu perguruan tinggi negeri (PTN), Fabian J Manoppo mengkritik sistem pendidikan dan kesejahteraan dosen di Indonesia. Menurutnya, ada banyak hal yang tak sesuai dengan Tridharma pendidikan.

***

Transformasi perguruan tinggi negeri (PTN) menjadi Badan Layanan Umum (BLU) dan Berbadan Hukum (BH), yang awalnya dimaksudkan baik berubah menjadi bencana bagi para dosen di Indonesia. Dari yang mulanya untuk memberikan fleksibilitas tata kelola keuangan dan manajemen, berubah orientasinya menjadi korporatisasi.

Fabian J Manoppo menyebutkan salah satu contoh nyata terjadi di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dan Universitas Negeri Manado (Unima). Meski sama-sama berstatus BLU, jumlah dosen yang mendapat remunerasi (gaji pokok, tunjangan, bonus, insentif, dan fasilitas) jelas berbeda.

“Unsrat yang lebih dulu mengelola (lembaganya menjadi BLU) mendapat full remunerasi dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), sementara Unima mendapat tunjangan kinerja (tukin),” ujarnya dikutip dari Youtube Aliansi Dosen ASN Kemdiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI) berjudul “Webinar Sisi Gelap PTN BLU dan BH”, Jumat (21/11/2025).

Menurut Fabian secara aturan yang diberikan oleh pemerintah sudah adil tapi dalam pelaksanaannya sering kali tidak sesuai, sebab ada hal-hal tak terduga yang membuat mereka terpaksa memilih jalur menyimpang. Misalnya, jumlah mahasiswa yang sedikit sehingga dosen tidak bisa mengajar secara penuh.

Oleh karena itu, ADAKSI mendesak agar seluruh sistem gaji ASN dosen diberlakukan menjadi tunggal. Beberapa PTN sebetulnya sudah melakukan sistem gaji pokok dan tunggal, meski rata-rata gajinya berada dikisaran Rp15 juta hingga Rp60 juta per bulan. 

Gaji pokok diberikan saat 12 SKS Tridharma terpenuhi, apabila ada lebih dari 12 SKS maka dosen dapat diberi remunerasi berbasis kinerja lewat PNBP sehingga terjadi kesetaraan dan efisiensi.

Dosen pejabat vs dosen biasa

Selain menyamaratakan sistem gaji menjadi tunggal, Febian juga menyarankan agar restrukturisasi jenjang karier dosen mengacu pada ASEAN Academic Ranking System. Dalam aturan itu jelas disebutkan bahwa umumnya hanya ada empat jenjang karier dosen yakni dosen junior, dosen senior, associate profesor, dan grand profesor.

“Nah, kalau di kita ini harus ada pangkat baru ada jabatan dengan sistem administrasi yang lumayan merepotkan,” kata Febian.

Dengan demikian, Febian menjelaskan, jika PTN di Indonesia menerapkan aturan di atas maka sudah tidak ada lagi basis golongan ASN dan jabatan. Ia menegaskan kenaikan jabatan dosen dapat berlandaskan SKS Tridharma bahwa dia sudah mengajar, mengabdi, dan melakukan penelitian. 

Baca Halaman selanjutnya

Kadang-kadang harus berdosa untuk kejar poin

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 24 November 2025 oleh

Tags: ADAKSIASNASN dosenDosengaji dosenkesejahteraan dosenPTNremunerasi
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO
Edumojok

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Curhat Guru PPPK Paruh Waktu: Status ASN, Kontrak Setahun, Gaji Masih Teka-teki MOJOK.CO
Esai

Curhat Guru PPPK Paruh Waktu: Status ASN, Kontrak Setahun, Gaji Masih Teka-teki

23 Januari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO
Esai

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)
Pojokan

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

PGPAUD, Guru PAUD.MOJOK.CO

Nekat Kuliah di Jurusan PGPAUD UNY demi Wujudkan Mimpi Ibu, Setelah Lulus Harus ‘Kubur Mimpi’ karena Prospek Kerja Suram

19 Februari 2026
Pekerja Jakarta merenung di hutan kota GBK.MOJOK.CO

Hutan Kota GBK Tempat Merenung Terbaik Para Pekerja SCBD Jakarta, Obat Stres Termanjur Meski Kadang Kesal dengan Kelakuan Pengunjungnya

18 Februari 2026
Kuliner Jawa terbaik yang penemunya patut diberi ucapan terima kasih. Dari pecel hingga penyetan MOJOK.CO

3 Kuliner Jawa yang Penemunya Harus Diucapin “Terima Kasih”: Simpel tapi Solutif, Jadi Alasan Orang Tak Mati Dulu

16 Februari 2026
Kos di Jogja

Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari

19 Februari 2026
OAOT, gerakan menanam pohon di lereng Gunung Muria, Kudus. MOJOK.CO

Pelajaran dari Lereng Muria: Menanam Pohon Memang Seharusnya Menjadi Hal Wajar, Bukan Kelangkaan

15 Februari 2026
Tarawih di masjid Jogja

Berburu Lokasi Tarawih sesuai Ajaran Nahdlatul Ulama di Jogja, Jadi Obat Kerinduan Kampung Halaman di Pasuruan

18 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.