Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Lamuk Legok, Dusun Kecil Penghasil Emas Hitam di Temanggung yang Kena Pulung Setan

Khoirul Atfifudin oleh Khoirul Atfifudin
5 September 2023
A A
Lamuk Legok, Dusun Kecil Penghasil Emas Hitam di Temanggung yang Kena Pulung Setan MOJOK.CO

Ilustrasi Lamuk Legok, Dusun Kecil Penghasil Emas Hitam di Temanggung yang Kena Pulung Setan MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Lamuk Legok, sebuah dusun kecil di Kabupaten Temanggung menjadi penghasil srintil, tembakau terbaik di dunia. Masyarakat percaya, keberadaan tembakau tersebut tidak lepas dari pulung setan.

***

Pagi itu saya bersama salah seorang rekan melaju ke Dusun Lamuk Legok yang jaraknya sekitar 10 km dari pusat kota Temanggung. Wilayah ini masuk bagian dari lereng Gunung Sumbing, tepatnya di Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomoyo, Kabupaten, Temanggung, Jawa Tengah. 

Sepanjang perjalanan menuju dusun, terlihat di samping kiri-kanan jalan nyaris semua merupakan tanaman tembakau. Di beberapa jalan juga tampak petani menjemur tembakau rajangan. Bulan Agustus-September ini petani di Temanggung memang sedang di masa panen raya, tanpa terkecuali di Lamuk Legok. 

Lamuk Legok, penghasil emas hitam bernama tembakau srintil

Sesampainya di dusun itu, saya bertanya kepada beberapa warga kira-kira siapa sosok yang bisa saya tanya mengenai dunia pertembakauan. Beberapa warga menyebut nama Mbah Prayit. Saya ingin ngobrol tentang tembakau srintil yang karena warna, kualitas, dan harganya yang mahal punya sebutan, emas hitam.

Tembakau srintil menjadi tembakau terbaik dan termahal di seluruh dunia. Tembakau ini merupakan komoditas unggulan yang dihasilkan Temanggung. Untuk penamaanya sendiri, sebutan srintil secara mitologi berasal dari frasa Dewi Sri Nginthil.

Ketika dialih bahasakan dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai Dewi Keberuntungan yang menyertai. Tembakau ini juga punya julukan sebagai emas hitam. Karena berwarna hitam pekat dan memiliki nilai jual yang tinggi. 

Secara umum, tembakau srintil tidak dirokok secara murni melainkan sebagai campuran pada tembakau rajangan biasa. Bagi industri rokok sigaret kretek, tembakau srintil sebagai saus untuk menambah nikmat rasa pada produksi kretek yang pabrik-pabrik hasilkan. 

Lahan pertanian di Lamuk Legok. Sebagian besar tanah di dusun ini ditanami tembakau MOJOK.CO
Lahan pertanian di Lamuk Legok. Sebagian besar tanah di dusun ini ditanami tembakau. (Khoirul Atfifudin/Mojok.co)

Tapi tidak semua tanah di Temanggung bisa menghasilkan tembakau srintil. Hanya beberapa daerah saja yang bisa menghasilkan tembakau srintil dengan kualitas yang bagus. Salah satunya adalah Dusun Lamuk Legok, satu dari dua dusun yang masuk di desa Legoksari Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung. 

Lahan pertanian yang hanya cocok untuk tembakau di musim kemarau

Tanpa berpikir panjang saya menuju ke rumah Mbah Prayit. Tapi saat sampai di rumah itu, ternyata Mbah Prayit terkendala dalam pengucapan dan pendengaran. Maklum beliau sudah berumur 85 tahun. Tapi syukurlah selang beberapa menit anak dari Mbah Prayitno, Bari (51), datang menemui kami. 

Sembari mengisap kretek Gudang Garam, Bari menceritakan bagaimana kakek buyutnya hingga dirinya menanam tembakau. Tanaman ini memang sudah ada sejak berpuluh-puluh bahkan ratusan tahun di bumi Lamuk Legok. Ia mengatakan nyaris semua petani di Lamuk Legok menanam tembakau saat musim kemarau. 

Alasannya, karena kondisi iklim dan cuaca. Sebab di lereng Gunung Sumbing, ladang akan kering saat musim kemarau. Sehingga ketika mau berganti komoditas lain tentu tidak bisa. Sebab tananam-tanaman seperti cabai, bawang merah, jagung, butuh banyak air untuk bisa hidup. Berbeda dengan tembakau yang masih bisa hidup dan berwarna ijo royo-royo saat musim kemarau. 

Bari cukup kesal ketika ada pihak-pihak yang mengimbau agar petani tidak melulu menanam tembakau. Padahal realita di lapangan, mereka hanya bisa menanam tembakau karena tidak ada komoditas lain yang bisa beradaptasi di tanah mereka saat musim kemarau. 

Tembakau memiliki jasa yang besar bagi masyarakat Temanggung

Lebih-lebih menurut pengakuan Bari, tembakau dari waktu ke waktu sangat berjasa di segala bidang, khususnya di sektor ekonomi. Melalui tanaman ini dulu bapaknya yang masih muda dan mengelola tembakau bisa membangun rumah yang lebih dari kata layak. 

Iklan

Bari mengingat-ingat cerita yang bapaknya sampaikan. Dulu sekitar tahun 1975-1979 bapaknya sudah bisa membangun rumah. Bari mengatakan kalau Mbah Prayitno selalu menandai tahun 1979 adalah masa kejayaan tembakau. Terutama tembakau srintil.

“Ada istilah jual satu keranjang tembakau (beratnya antara 30-50 kg) bisa beli mobil. Karena memang uang masih “aji” di tahun segitu. Harga tembakau sudah mencapai Rp90 ribu per kg dan harga mobil juga sekitar 3jutaan,” kenangnya saat saya tanya pada Rabu, (16/08). 

Dusun Lamuk Legok, salah satu dusun di Temanggung yang jadi penghasil srintil terbaik di dunia MOJOK.CO
Dusun Lamuk Legok, salah satu dusun di Temanggung yang jadi penghasil srintil terbaik di dunia. (Khoirul Atfifudin/Mojok.co)

Baca halaman selanjutnya…

Permintaan Jokowi yang tak mungkin warga Lamuk Legok penuhi

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 5 September 2023 oleh

Tags: emas hitamlamuk legokSrintiltemanggungtembakau srintil
Khoirul Atfifudin

Khoirul Atfifudin

Penyuka musik dan tertarik menulis.

Artikel Terkait

Haru dan syukur warga Temanggung terima bantuan RSLH dari PT Djarum MOJOK.CO
Ragam

Haru dan Syukur Warga Temanggung, Rumah Reyot “Disulap” Jadi Nyaman di Usia Senjanya

31 Juli 2025
Warga Temanggung terima bantuan RSLH dari PT Djarum MOJOK.CO
Kilas

15 Rumah Tak Layak Huni di Temanggung Diperbaiki PT Djarum, Target Sampai 500 Lebih Rumah Lagi di Jawa Tengah

31 Juli 2025
Jihad Warga Kecamatan Selo Boyolali Mempertahankan Tanah MOJOK.CO
Esai

Warga Kecamatan Selo Boyolali “Jihad” Mempertahankan Tanah, Enggan Menjualnya ke Investor Luar, Menolak Membuka Destinasi Wisata Secara Ugal-ugalan karena Bertani Adalah Prioritas

1 Juni 2025
10 Tahun Derita, Kecamatan Kandangan Dibuang Temanggung MOJOK.CO
Esai

Ribuan Warga Kecamatan Kandangan Dibiarkan Menderita Selama 10 Tahun Lebih oleh Temanggung

17 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ezra, alumnus UGM umur 25 tahun, yang lanjut kuliah S2 dan ikut ekspedisi ke Antartika, nggak peduli quarter-life crisis

Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika

17 April 2026
Ilustrasi punya rumah megah di desa.MOJOK.CO

Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga

21 April 2026
Sesal pernah kasar ke bapak karena miskin. Kini sadar setelah ditampar perantauan karena ternyata cari duit sendiri tidak gampang MOJOK.CO

Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!

21 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Mahasiswa berkuliah S2 UGM. PTN terbaik, tapi pakai AI

Mahasiswa S2 UGM Nggak Menjamin Mutu, Kuliahnya Malas Mikir dan Ketergantungan AI

15 April 2026
Derita tak punya motor dan tidak bisa naik motor di tongkrongan laki-laki MOJOK.CO

Derita Tak Punya Motor Sendiri dan Tak Bisa Nyetir di Tongkrongan Laki-laki: Dianggap Beban hingga Ditinggal Diam-diam

16 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.