Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Suara Hati Pegawai Gerai Jus Buah di Jogja, Rela Digaji Seperempat UMR Karena Tak Punya Pilihan Lain

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
23 Juli 2024
A A
Suara Hati Pegawai Gerai Jus Buah di Jogja, Rela Digaji Seperempat UMR Karena Tak Punya Pilihan Lain.MOJOK.CO

Ilustrasi Suara Hati Pegawai Gerai Jus Buah di Jogja, Rela Digaji Seperempat UMR Karena Tak Punya Pilihan Lain (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bulan Mei 2024, Mirna lulus dari salah satu SMA negeri di Kebumen. Karena tak punya biaya buat lanjut kuliah, ia memutuskan buat langsung kerja saja.

Kebetulan, salah seorang tetangganya yang sudah setahun kerja di Jogja menawarinya kerjaan. Sejak awal, Mirna sudah diberi disclaimer kalau gaji yang ditawarkan tak terlalu tinggi.

“Tapi diiming-imingi tempat tinggal. Itu di belakang kedai ini ada kamar buat tiga pegawainya, Mas,” kata dia.

Mirna berpikir, tak ada salahnya mencoba. Toh, itung-itung nyari pengalaman. Apalagi, dia juga tak perlu repot-repot cari kos-kosan. Maka, berangkatlah Mirna ke Jogja buat kerja di salah satu gerai jus buah.

Meski pekerjaannya terlihat sederhana: mengupas buah, menggiling dalam blender, lalu mengemasnya; ternyata itu tak seenak kelihatannya. Ditambah, dalam sehari Mirna kerap bekerja selama hampir 12 jam.

“Itu kan kami buka jam 9 pagi dan tutup jam 9 malam. Nggak ada shift-shiftan. Kami bertiga ganti-gantian aja. Kalau lagi ramai banget, ya kita bertiga turun tangan,” jelasnya.

“Kelihatan fleksibel memang. Cuma ya kalau dipikir-pikir capek juga seharian kerja 12 jam. Apalagi libur cuma hari Minggu.”

Pembelaan pemilik kedai

Mojok juga sempat berbincang dengan seorang pemilik kedai jus buah yang lokasinya ada di Condongcatur, Sleman, Jogja. Hamzah* (28), pemilik kedai tersebut, mengaku kalau apa yang diberikan ke pegawainya sebenarnya sudah lebih dari mewah.

“Kalau orang cuma memandang dari besaran gaji, memang kelihatan kecil. Tapi, Mas, kami kan juga ngasih fasilitas tempat tinggal gratis dan uang makan,” kata lelaki ini saat ditemui di kedainya, Minggu (21/7/2024).

“Anggaplah mereka digaji se-UMR tapi makan di luar sama ngekos sendiri. Pasti jatuhnya sama saja kan?,” sambungnya.

Hamzah sendiri punya tiga pegawai. Masing-masing pegawai diupah beragam, tergantung masa kerjanya. Yang paling rendah adalah Rp900 ribu, karena baru tiga bulan kerja. Sementara yang paling tinggi sekitar Rp1 juta.

“Awal-awal memang saya gaji 700 sampai 800-an, Mas. Tapi itu ya saya naikin tiap bulannya. Gitu.”

Lelaki asli Jogja ini juga blak-blakan, margin untung dari bisnis jus buah sebenarnya tak terlalu besar. Kalau pembeli tak ramai-ramai amat, kadang penghasilan bulannya hanya cukup buat menutup modal beli buah, sewa ruko, dan menggaji karyawan.

“UMKM seperti kami sebenarnya juga struggle, Mas. Pemiliknya juga pusing.”

Iklan

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Rojali Merusak Bisnis dan Pertemanan, 3 Bulan Merintis Coffee Shop Langsung Gulung Tikar Gara-Gara Teman Numpang WiFi Semalaman

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 24 Juli 2024 oleh

Tags: Jogjajus buahjus buah di jogjakuliner dekat kampusKuliner Jogjarekomendasi jus buah
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Ilustrasi Mie Ayam di Jogja, Penawar Kesepian dan Siksaan Kemiskinan (Unsplash)
Pojokan

Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

19 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO
Ragam

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
Kos horor di Jogja.MOJOK.CO
Ragam

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)
Pojokan

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Wali Kota Madiun terjerat OTT KPK. MOJOK.CO

Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat

20 Januari 2026
Banjir di Muria Raya, Jawa Tengah. MOJOK.CO

Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026

20 Januari 2026
indonesia masters, badminton, bulu tangkis.MOJOK.CO

Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora

20 Januari 2026
Ilustrasi Mie Ayam di Jogja, Penawar Kesepian dan Siksaan Kemiskinan (Unsplash)

Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

19 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.