Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Dari Penggemar Cokelat, Jatuh Bangun Rintis Bisnis “Cokelat nDalem” hingga Bersaing di Jagat Oleh-oleh Khas Jogja

Purnawan Setyo Adi oleh Purnawan Setyo Adi
15 Mei 2025
A A
Cokelat nDalem: oleh-oleh khas Jogja selain gudeg dan bakpia MOJOK.CO

Ilustrasi - Cokelat nDalem: oleh-oleh khas Jogja selain gudeg dan bakpia. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jumat siang pukul 13.00 (18/4/2025) saya duduk di ruang tunggu outlet Cokelat nDalem di Jalan Bhayangkara, Ngampilan. Salah satu outlet oleh-oleh khas Jogja. Suasananya tenang. Beberapa kurir datang mengambil paket pesanan yang sudah disiapkan karyawan.

Sembari menunggu, saya memandangi deretan cokelat dengan packaging yang unik berbabagi ukuran. Sementara itu, dari balik jendela, saya melihat beberapa orang karyawan sibuk mengolah cokelat di dapur produksi.

Iklan

15 menit berlalu suara perempuan menyapa hangat dari ujung mata saya memandang.

“Halo, Mas. Maaf ya harus menunggu, saya baru aja telponan sama customer,” katanya seraya mengulurkan tangannya mengajak salaman.

Dia adalah Meika Hazim (46) si empunya Cokelat nDalem. Ia bersama suaminya, Wednes Aria Yudha, telah merintis usaha penganan cokelat di Jogja ini sejak tahun 2013.

Peran penting Brillianpreneur

Tanpa basa-basi perbincangan saya buka dengan pertanyaan perihal kaitan Cokelat nDalem dengan Bank BRI. Maklum, saat riset sederhana di Google, banyak artikel yang menautkan Cokelat nDalem dengan program Brillianpreneur BRI.

“Beberapa tahun terakhir ini saya memang seolah-olah sedang di-blow up. Tahun 2022 kita (dapat) Best Expo di Brilianpreneur,” katanya.

Fyi, Bank BRI punya program Brilianpreneur setiap tahunnya. Program ini merupakan upaya Bank BRI untuk mendukung pengembangan bisnis UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Kegiatannya mencakup berbagai hal seperti pameran, bisnis matching, konsultasi, dan pelatihan. Tujuannya tentu untuk meningkatkan daya saing dan mampu mengakses pasar yang lebih luas.

Meika Hazim, owner Cokelat Ndalem Jogja MOJOK.CO
Meika Hazim, owner Cokelat nDalem Jogja. (Purnawan Setyo Adi/Mojok.co)

Outlet oleh-oleh khas Jogja itu sendiri sudah mengikuti program ini sejak tahun 2020. Namun, karena saat itu sedang pandemi, Cokelat nDalem hanya mengirim produk untuk showcasing di Jakarta. Berbeda cerita ketika tahun 2022, Cokelat nDalem berangkat ke Jakarta dan menyabet penghargaan Best Expo.

Lantas apa sih syarat menjadi Best Expo? Syarat menjadi pemenang Best Expo adalah kesiapan UMKM dalam mengikuti event tersebut–baik itu persiapan offline maupun online. Perihal persiapan online sebetulnya Cokelat nDalem sudah merintisnya sejak tahun 2020, karena situasi saat itu sedang pandemi maka perusahaan ini sepenuhnya mengandalkan penjualan di e-commerce.

“Saat itu kita bahkan sudah kerjasama menjadi official store sehingga pada saat assignment kita harus go online pondasinya sudah sangat kuat, kita tinggal embed-kan dengan program BRI,” jelas Meika.

Momentum bagi Cokelat nDalem pasarkan oleh-oleh khas Jogja

Pada 2022 Cokelat nDalem sedang melaunching produk baru. Perusahaan ini sedang mempersiapkan product series serius bernama “Ndalem Excelent”. Series ini menggunakan cokelat couverture atau cokelat yang tampilannya lebih mengkilap dan lebih enak dari cokelat compound.

“Kita kalau launching produk selalu memanfaatkan momentum pameran. karena di sana kita bisa tes dan berinteraksi langsung dengan pengunjung untuk dapat feedback, mungkin ini jadi salah satu poin penilaiannya,” ujar Meika bercerita.

Satu hal lagi yang Meika syukuri dari mengikuti program ini adalah setiap Brilianpreneur itu pasti ada business matching. Ini adalah momen yang mempertemukan buyer, baik domestik maupun luar negeri dengan UMKM.

Iklan

Menurut penuturan Meika, di situ akan terjawab apakah kita punya potensi pasar yang lain selain Indonesia. Selain itu, dari situ juga UMKM akan mendapatkan koneksi dengan calon buyer.

“Sebetulnya yang lebih menguntungkan adalah exponya. karena banyak lead yang hadir saat penjualan itu. Kita ketemu sama calon pasar yang lain,” kata Meika.

“Akhirnya kita bisa masuk ke beberapa store di jakarta. klo kita nawarin sendiri belum tentu bisa lebih cepat. karena mereka datang sendiri ke exponya, melihat produknya, nyobain, dan melihat record berdasarkan expo itu jadi bisa lebih cepat masuk,” tegasnya.

Berawal dari kegemaran pada cokelat

Meika mengaku merupakan penggemar cokelat. Sementara itu sang suami yang dulu kuliah di Teknologi Pangan UGM tertarik dengan tiga komoditas: cokelat, kopi, dan teh. Awal mulai membangun bisnis Cokelat nDalem tak lepas dari peran Yudha yang rajin meriset oleh-oleh apa yang cocok dari Jogja selain bakpia dan gudeg.

“Suami saya itu anak Twitter (kini X). Tiap Senin dia selalu riset kira-kira orang ngomongin apa kalau abis dari Jogja. Ketemulah cokelat,” ucap Meika.

Meika masih ingat betul, pada tahun 2013 sebelum ia membangun usahanya bersama Yudha, ia harus sibuk bolak-balik ke notaris untuk membuat CV. Ia berpandangan legalitas usaha adalah yang utama. Mindset ini mungkin berbeda dengan yang lain karena biasanya akan mementingkan penjualan terlebih dahulu.

Cokelat Ndalem, oleh-oleh khas Jogja selain gudeg dan bakpia MOJOK.CO
Cokelat nDalem, oleh-oleh khas Jogja selain gudeg dan bakpia. (Purnawan Setyo Adi/Mojok.co)

Ia ingin bisnisnya berjalan lebih cepat sehingga perlu kepastian legalitas. Hal ini mengingat bisnis makanan perlu mengurus izin edar. Legalitas usaha (seperti CV, SIUP, PIRT, HAKI, dll) menurut Meika adalah sebuah fondasi.

“Kita nggak mau jalan dengan ketimpangan legalitas. Ibaratnya biar saya ready untuk perang,” ucap Meika.

“Ternyata ini benar ketika kita kerjasama dengan toko-toko lain jauh lebih cepat karena kita sudah legal, jadi kecepatan kita berprogress di tahun pertama itu sangat baik,” lanjutnya.

Pada awalnya Cokelat nDalem punya sembilan varian rasa ketika pertama kali keluar di pasar. Kemudian di tahun yang sama Cokelat nDalem menambah tiga varian rasa. Varian-varian inilah yang kemudian dititipkan di outlet toko oleh-oleh yang ada di Jogja.

Keunikan Cokelat nDalem sebagai oleh-oleh khas Jogja

Meika mengakui bahwa unique selling Cokelat nDalem sejak awal berdiri adalah cita rasa dan cerita indonesia. Meskipun kini berkembang ada series dengan hints luar negerinya karena demand pasar.

Cita rasa Indonesia berasal dari sisi cokelatnya, pairingnya, dan rempah-rempahnya. Sementara itu cerita indonesia dari sisi pengemasannya.

“Saya dulu waktu kuliah kerja di Dagadu Jogja, lalu kerja di industri animasi juga, jadi sangat dekat dengan dunia desain. Kedekatan dengan desain inil yang menjadi ‘sangu’ bagiamana Cokelat Ndalem punya keunikan desain tersendiri,” tutur Meika.

Saat ini Cokelat nDalem mempunyai lebih dari 40 varian rasa. Namun yang menjadi juara tetap varian milk cokelat dan dark cokelat. Sementara itu, untuk resep menjadi urusan sang suami. Cokelat Ndalem juga membranding Yudha sebagai cokelat tier.

“Ada momen unik ketika ada seorang pengunjung di pameran yang bisa menebak bahwa yang mem-pairing Cokelat nDalem adalah orang teknologi pangan karena kekhasannya dalam membuat resep,” ucap Meika tersenyum.

Nyaris tutup karena pandemi

Ada rahasia bisnis lain yang diungkapkan oleh Meika. Selain membangun fondasi legalitas, hal lain yang ia lakukan adalah membuat fondasi keuangan dan membuat sistem. Setelah itu, Meika dan Yudha baru berani merekrut staf untuk memulai produksi. Launching produk dilakukan pada tanggal 1 maret 2013.

“Jadi flownya bulan pertama 1 pegawai, bulan kedua 2 pegawai, bulan ketiga 3 pegawai, hingga sekarang totalnya ada 13 pegawai,” kata Meika.

Musim berlalu, selanjutnya, pandemi tahun 2019 menjadi proses kontemplasi bagi Meika dan Yudha sebagai owner Cokelat nDalem. Pada momen tersebut omzet perusahaan turun hingga 60% dan nyaris tutup.

“Kami hampir di ujung keputusan untuk menutup usaha,” kata Meika mengenang masa itu.

Namun, ternyata ada blessing Cokelat nDalem jadi Best Expo Brilianpreneur 2022. Ini yang jarang diketahui orang. Meika mengakui tahun 2022 menjadi tahun yang melelahkan.

“Tahun 2022 saya hampir kehabisan nafas untuk membantu Cokelat nDalem. Saat itu saya kekurangan uang Rp30 juta untuk menutup sewa rumah ini,” ucap Meika.

Di saat bersamaan, Meika juga sedang dalam fase hiatus karena baru saja melahirkan. Meika dan sang suami kemudian memutuskan untuk salat istikharah. Berdoa kepada Allah Swt untuk meminta petunjuk untuk kebaikan tim Cokelat nDalem yang saat itu berjumlah 10 orang.

Jawaban atas doa

Ketika Cokelat nDalem mendapatkan juara 1 Best Expo, Meika tak punya ekspektasi apapun. Namun, ajaibnya ternyata mendapatkan hadiah sebesar Rp30 Juta.

“itu exact number yang kita butuhin,” kata Meika dengan mata berkaca-kaca.

“Jadi momen kita dapat Best Expo 2022 yang mana saya ngga bisa ke Jakarta karena baru saja melahirkan, buat saya itu menjadi momen spiritual, ini kayak pertanda kita ngga boleh berhenti,” tambah Meika.

Dua tahun setelah peristiwa magis itu, akhirnya omzet Cokelat nDalem kembali seperti sebelum pandemi. Meika dan Yudha menangis.

Bagi Meika, ini seperti jawaban dari Allah Swt atas doa mereka. Menurutnya ini tidak hanya ditunjukkan jalan tapi solved the problem. Rencana selanjutnya, secara bisnis Meika ingin Cokelat nDalem terus berkembang sebagai salah satu oleh-oleh khas Jogja yang diperhitungkan..

“Ke depannya saya ingin punya pabrik sendiri,” tutup Meika.

Penulis: Purnawan Setyo Adi
Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Bagian Ayam Goreng Paling Disukai Owner Olive Fried Chicken dan Gerai di Jogja yang Kerap Dia Kunjungi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Terakhir diperbarui pada 15 Mei 2025 oleh

Tags: cokelat ndalemcokelat ndalem jogjaJogjaoleh-oleh jogja selain bakpiaoleh-oleh khas Jogjapilihan redaksi
Purnawan Setyo Adi

Purnawan Setyo Adi

Redaktur Liputan Mojok.co

Artikel Terkait

Persaingan bisnis atau usaha di desa kabupaten kejam: cara kotor saling menjatuhkan hingga jebakan pelanggan loyal MOJOK.CO
Sehari-hari

Kejamnya Persaingan Bisnis di Desa Kabupaten: Cara Kotor Saling Menjatuhkan hingga Jebakan Pelanggan Loyal

20 Juni 2026
Orang desa tidak mengenal konsep pensiun dan menua dengan tenang (slow living). Itu hanya konsep orang kota MOJOK.CO
Catatan

Pensiun Ala Orang Desa Tak Seperti Bayangan Orang Kota: Bukan karena Rencana Slow Living tapi Dipaksa Keadaan Getir

19 Juni 2026
siswa sekolah.MOJOK.CO
Sekolahan

Sisi Lain AI yang Melemahkan Nalar Siswa: Kesulitan Calistung, Tak Bisa Membaca Jam, hingga Sulit Mengingat Materi Pelajaran

17 Juni 2026
Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung MOJOK.CO
Esai

Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung

17 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerita siswa di Timor Tengah Selatan, NTT yang mencari air bersih saja susah. MOJOK.CO

Cerita Siswa di NTT yang Sering Ditegur Guru karena Terlambat Sekolah, padahal Harus Cari Air Bersih Selama 2 Jam untuk Mandi

18 Juni 2026
Kiandra Ramadhipa Juara di MotoJunior Championship Portugal!

Kiandra Ramadhipa Juara di Race Moto3 Estroil 2026!

14 Juni 2026
Wisata Plunyon Kalikuning Yogyakarta. MOJOK.CO

Ekspektasi Menikmati “Lantai Dua Jogja” di Plunyon Kalikuning Rusak karena Ulah Jamet dan Beberapa Spot yang Tak Terawat

15 Juni 2026
penyakit, cuci darah.MOJOK.CO

‘Gaji Habis buat Cuci Darah’ – Yang Perlu Kamu Ketahui soal “Tren” Penyakit Lansia yang Menyerang Generasi Muda

19 Juni 2026
Bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Dahlan Iskan, iklim investasi di Jateng sangat cocok bagi pengusaha untuk investasi MOJOK.CO

Iklim Investasi di Jawa Tengah Menarik Hati, Bikin Puluhan Pengusaha Melirik untuk Kolaborasi

19 Juni 2026
papua.MOJOK.CO

Masyarakat Adat di Tengah Krisis Iklim: Hak-Hak Dijegal Birokrat, Hutan Dibabat demi Konglomerat

15 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.