Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

3 Kuliner Jawa yang Penemunya Harus Diucapin “Terima Kasih”: Simpel tapi Solutif, Jadi Alasan Orang Tak Mati Dulu

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
16 Februari 2026
A A
Kuliner Jawa terbaik yang penemunya patut diberi ucapan terima kasih. Dari pecel hingga penyetan MOJOK.CO

Ilustrasi - Kuliner Jawa terbaik yang penemunya patut diberi ucapan terima kasih. Dari pecel hingga penyetan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Beberapa kuliner Jawa—yang identik sebagai kuliner kerakyatan (karena banyak ditemukan di pinggir-pinggir jalan—ini pada dasarnya memang makanan sederhana saja. Namun, siapapun penemunya pertama kali, rasa-rasanya patut menerima ucapan “terima kasih sebesar-besarnya”. 

***

Bermula dari celetukan istri, saya terpantik untuk bertanya ke sejumlah orang, “Makanan apa yang kamu pengin banget bilang “terima kasih” ke orang yang udah menemukannya?”

Istri saya amat menyukai mendoan khas Jawa Tengah. Katanya, rasanya berbeda dengan di tempat asalnya, Jombang, Jawa Timur. 

Ia memang kelewat menyukai sayap ayam di Richeese Factory. Namun, ia selalu takluk kalau soal mendoan. Seperti tidak ada bosannya. 

Setiap kami ke Rembang (kampung halaman saya), ia pasti akan mengajak saya berburu mendoan dari satu pantai ke pantai lain. Itu sudah cukup membuatnya senang. Sungguh healing yang amat merakyat sekali. 

“Siapa ya dulu yang menemukan mendoan pertama kali? Makasih lah, ini makanan enak sekali dinikmati. Apalagi kalau cuaca dingin, mendoannya hangat-hangat,” begitu celetuknya. 

Pertanyaan spontan istri saya itu lalu saya tanyakan ke sejumlah orang. Dan inilah kuliner di Jawa yang ingin diberi ucapan terima kasih:

#1 Pecel, kuliner Jawa yang inklusif

Saat hujan tengah mengguyur Jogja pada Jumat (13/2/2026) sore, sebenarnya Faizal (24) tengah menikmati sepiring nasi rendang. Meski begitu, katanya, nasi pecel tetap menjadi kuliner terbaik versinya. 

Pertama, nasi pecel banyak dijumpai di banyak daerah. Walaupun kultur gastronomi antardaerah berbeda, tapi identitas nasi pecel nyaris tidak pernah goyah. 

Misalnya seperti ini: soto Jogja cenderung bening, sementara soto Lamongan berkuah kuning. Cita rasa kuliner Jogja cenderung manis, sementara daerah Jawa Timuran cenderung pedas. 

Berbeda dengan pecel. Di manapun, sepertinya rasanya sama saja. Yang berbeda sering kali hanya isian pelangkapnya. 

“Di Jawa Timuran itu isinya macem-macem. Kangkung, kemangi, irisan timun, di Jombang malah pakai bunga turi juga. Dan memang, pecel itu kayak bisa dimakan pakai apa saja. Pakai telur oke, tahu-tempe enak, ayam goreng oke. pakai dadar jagung (bakwan) juga mantap. Bisa semua. Ini kuliner inklusif,” ujar Faizal berkelakar. 

Dari hidangan istana ke kaki lima

Narasi inklusivitas pecel dari Faizal ini ternyata sejalan dengan dengan perjalanan pecel sebagai salah satu kuliner di Jawa. 

Iklan

Menurut Murdijati Gardjito, pakar gastronomi penulis buku Kuliner Jawa: Melacak Jejak Sejarah dan Filosofi dalam Masakan Nusantara, pecel tercatat sebagai hidangan Istana. Ini seperti tercatat dalam Babad Tanah Jawi dan Serat Centhini. 

Seiring waktu, pecel justru lebih identik sebagai kuliner kerakyatan. Menjadi lebih inklusif: bisa dinikmati oleh semua kalangan. 

Kalau mau interpretasi yang “agak liar”, pecel juga menjadi simbol kesederhanaan dan kemandirian pangan, loh. Bagaimana tidak. Bahan-bahan untuk olahan ini (sayur-sayuran dan bumbu kacangnya) ibarat bisa diambil dari kebun sendiri. 

Baca halaman selanjutnya…

2 makanan sejuta umat, simpel dan sederhana tapi solutif hingga jadi alasan orang nggak pengin mati dulu

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 16 Februari 2026 oleh

Tags: Kulinerkuliner jawakuliner jawa terbaikpecelpenyetanpilihan redaksisejarah pecelsejarah penyetan
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Kuliner Sunda yang tidak ada di Jogja, seblak buat perantau ingin mudik Lebaran
Kuliner

Alasan Orang Sunda Ingin Mudik Bukan Hanya Keluarga, tapi Tak Tahan Siksaan Makanan Jogja yang Rasanya “Hambar”

10 Maret 2026
lowongan kerja, kerja di kota, lebaran.MOJOK.CO
Catatan

Mudik Lebaran Jadi Ajang Sepupu Minta Kerjaan, tapi Sadar Tak Semua Orang Layak Ditolong

10 Maret 2026
Rasa Sanga (5): Docang, “Makanan Orang Susah” yang Lekat dengan Ajaran Rendah Hati Sunan Gunung Jati di Cirebon.,MOJOK.CO
Lipsus

Rasa Sanga (5): Docang, “Makanan Orang Susah” yang Lekat dengan Ajaran Rendah Hati Sunan Gunung Jati

9 Maret 2026
Membenci tradisi tukar uang alias penukaran uang baru menjelang lebaran untuk bagi-bagi THR MOJOK.CO
Sehari-hari

Tak Ikut Tukar Uang Baru buat THR ke Saudara karena Tradisi Toxic: Pilih Jadi Pelit, Dibacotin tapi Bahagia karena Aman Finansial

9 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membenci tradisi tukar uang alias penukaran uang baru menjelang lebaran untuk bagi-bagi THR MOJOK.CO

Tak Ikut Tukar Uang Baru buat THR ke Saudara karena Tradisi Toxic: Pilih Jadi Pelit, Dibacotin tapi Bahagia karena Aman Finansial

9 Maret 2026
Kuliner Sunda yang tidak ada di Jogja, seblak buat perantau ingin mudik Lebaran

Alasan Orang Sunda Ingin Mudik Bukan Hanya Keluarga, tapi Tak Tahan Siksaan Makanan Jogja yang Rasanya “Hambar”

10 Maret 2026
Hilangnya kumpul keluarga saat Lebaran setelah nenek tiada

Lebaran Jadi Momen Menyedihkan usai Nenek Tiada, Keluarga Sudah Nggak Mau Kumpul apalagi “Sungkeman”

5 Maret 2026
Keselamatan warga Kota Semarang jadi prioritas di tengah hujan dan angin kencang yang tumbangkan 80 lebih pohon dalam semalam MOJOK.CO

Keselamatan Warga Semarang Jadi Prioritas di Tengah Hujan Angin yang Tumbangkan 86 Pohon dalam Semalam

5 Maret 2026
Ilustrasi Honda Vario Sumber Derita dan Bikin Gila di Jalanan Surabaya (Wikimedia Commons)

Honda Vario Adalah Motor yang Paling Menderita di Surabaya: Mesin Loyo Itu Sengsara Dihajar Jalan Rusak

6 Maret 2026
Ironi kerja di Jerman lewat program Au Pair, nyaris gagal kuliah S2. MOJOK.CO

Ironi Kejar Mimpi Kuliah S2 di Jerman: Bisa Kerja sambil Numpang Gratis di Rumah Warga, tapi Diremehkan sampai Diusir Majikan

4 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.