Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Apesnya Punya Nama Aneh “Z”: Takut Ditodong Tiba-tiba Saat Kuliah, Kini Malah Jadi Anak Emas Dosen di Undip

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
27 November 2025
A A
Z sarjana ekonomi di Undip. MOJOK.CO

Z lulus dari Undip dengan IPK 3,5. (Sumber: Humas Undip)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di antara 285 mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis yang menjalani wisuda ke-180 di Universitas Diponegoro (Undip), ada satu orang dengan nama singkat yang memangkas banyak waktu antrean saat mengambil ijazah Sarjana Ekonomi di atas panggung. Ia bernama Z. Benar-benar “Zet” tanpa “et”.

Takut ditodong pertanyaan oleh dosen Undip

Pada mulanya Z sendiri kebingungan, apa yang dipikirkan oleh orang tuanya saat memberikan nama tersebut. Bisa jadi, huruf tunggal yang berada di akhir urutan alfabet itu punya makna tersendiri bagi mereka.

Yang jelas, saking uniknya nama Z, beberapa guru dan siswa jadi mudah mengenalinya. Pola itu pun terjadi semasa dia masuk kuliah di Undip lewat jalur SBMPTN pada tahun 2021. Tepat di saat Covid-19 melanda.

Z ingat betul, saat dirinya menjalani semester awal kuliah secara daring karena Covid-19, ia merasa kesulitan untuk memahami materi. Dosennya juga selalu mewajibkan para peserta menggunakan nama mereka di Zoom agar interaksi di kelas lebih hidup. 

“Karena nama saya cuma satu huruf, dosen dan teman-teman jadi cepat ingat,” ucap Z dikutip dari laman resmi Undip, Kamis (27/11/2025).

Alih-alih senang karena namanya diingat dosen, Z justru merasa khawatir kalau tiba-tiba dia dipanggil saat kelas daring. Bukannya apa-apa, seperti yang dia bilang tadi, pembelajaran secara daring sejujurnya bikin dia sulit memahami materi.

Sarjana Ekonomi itu bernama Z. MOJOK.CO
Z saat wisuda ke-180 di Undip dan sedang mengambil ijazah sarjana. (Sumber: tangkapan layar/Youtube Undip)

“Setiap pertemuan dosen tersebut selalu menyapa, jadi agak waswas juga kalau tiba-tiba dipanggil,” ujar Sarjana Ekonomi Undip itu.

Apalagi, setelah semester pertama selesai, dosen tersebut masih mengingat namanya di perkuliahan semester kedua.

Yang tadinya takut, sekarang bantu penelitian dosen

Namun, pemberian nama Z ini juga ada untungnya. Di tengah sulitnya menjalin relasi dengan teman baru semasa kuliah Ekonomi daring di Undip, Z jadi lebih gampang dalam bergaul karena nama serta sosoknya mudah diingat.

Saat perkuliahan tatap muka di Undip kembali dibuka, banyak mahasiswa yang mengenalinya. Pertemanan itu memudahkan Z dalam beradaptasi, memperbaiki capaian akademik, hingga menumbuhkan semangatnya dalam belajar.

Dari yang awalnya takut dipanggil oleh dosen saat kuliah, Z kini lebih dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab. Ia juga berkontribusi dalam penyusunan data penelitian dosen, sebagai wujud keterlibatan aktifnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan. 

Meski aktivitas kampus kerap padat, ia selalu berusaha menjaga keseimbangan antara kewajiban dan kebahagiaan pribadi. 

“Kalau sedang banyak tugas, saya pilih menyelesaikannya meski sampai larut malam. Tapi kalau mulai jenuh, saya recharge energi dengan keluarga atau sahabat,” ujar Z.

Di balik arti Z: kesederhanaan dan punya kesan mendalam

Bagi Z, menjadi mahasiswa Undip bukan hanya tentang mengejar nilai, tetapi tentang membentuk karakter, belajar tangguh, jujur, dan berintegritas. Selama 4 tahun 1 bulan 17 hari menjalani studi di Undip, Z telah melalui banyak tantangan, adaptasi, dan pembelajaran. 

Iklan

“Alhamdulillah, bisa berproses di Undip adalah kebanggaan yang luar biasa,” ungkapnya.

Kini, setelah resmi menyandang gelar sarjana, ia bersiap menapaki dunia kerja sembari tetap aktif membantu penelitian dosen. Z berharap bisa menerapkan ilmu yang diperoleh selama kuliah ke ranah profesional, sekaligus membuka jalan untuk melanjutkan studi ke jenjang berikutnya.

Lebih dari itu, ia pun sadar bahwa fungsi nama Z sendiri bukan hanya sebagai identitas tapi berisi harapan dari kedua orang tuanya. Mereka berharap agar Z tumbuh menjadi pribadi sederhana, serta meninggalkan kesan mendalam bagi orang-orang di sekitarnya.

Oleh karena itu, Z berpesan kepada mahasiswa yang masih berjuang untuk lulus dari Undip, agar tetap fokus pada proses diri sendiri dan tidak mudah membandingkan diri dengan orang lain, karena setiap orang punya jalannya masing-masing. 

“Tuhan pasti adil memberi hasil sesuai usaha kita,” ucap Sarjana Ekonomi tersebut.

Z pun berhasil membuktikannya bahwa kesederhanaan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Sejalan dengan semangat “Undip Bermartabat, Undip Bermanfaat”, perjalanannya menjadi inspirasi bahwa ketekunan dan kerendahan hati akan selalu menuntun pada keberhasilan. 

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Serba Salah Mahasiswa Hadapi Dosen Tua Kolot: Bikin Tugas Bagus Dituduh Plagiat kalau Jelek Dicap Goblok, Cuma Mau Benar Sendiri atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 27 November 2025 oleh

Tags: COVID-19Ekonomikuliah daringnama unikSarjana EkonomiUndipUniversitas Diponegoro
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Perjuangan UTBK SNBT demi lolos universitas terbaik di Semarang (Universitas Diponegoro alias Undip). Numpang di masjid hingga andalkan makan dari warga saat kelaparan MOJOK.CO
Edumojok

UTBK SNBT Modal Nekat dan Keberuntungan demi Undip: Tak Bawa Uang, Numpang Tidur di Masjid-Bergantung Makan dari Warga saat Kelaparan

30 Maret 2026
Sarjana Ekonomi pilih berjualan ayam penyet
Edumojok

Sarjana Ekonomi Pilih Berjualan Ayam Penyet, Sempat Diremehkan Banyak Orang, tetapi Bisa Untung 3x Lipat UMR dan Kalahkan Gaji Pekerja Kantoran

9 Maret 2026
Program PIJAR sebagai upaya Pemerintah Kota Semarang atasi persoalan gangguan kesehatan mental remaja MOJOK.CO
Kilas

PIJAR: Gerakan agar Para Remaja di Semarang Tak Merasa Sendirian, Biar Tak Alami Gangguan Kesehatan Mental

15 Oktober 2025
Kinerja Wali Kota Semarang, Agustina diapresiasi akademisi Universitas Diponegoro MOJOK.CO
Kilas

Cara Pemkot Semarang Merespons Keluhan Masyarakat Jadi Sorotan, Diapresiasi tapi Tetap Introspeksi

26 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja Susah di Jogja, Diledek Orang Surabaya Gak Bakal Sukses. MOJOK.CO

Nekat Tinggalkan Surabaya untuk Meniti Karier di Jogja, Menyesal Tak Dengarkan Nasihat Orang Tua yang Terlanjur Kecewa

31 Maret 2026
Ambisi beli mobil sebelum usia 30. Setelah terbeli Suzuki Ertiga tetap tidak bisa senangkan orang tua dan jadi pembelian sia-sia MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia

3 April 2026
Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026
Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat” MOJOK.CO

Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”

1 April 2026
Mahasiswa Jogja nugas di coffee shop

Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif

6 April 2026
kuliah s2.MOJOK.CO

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

5 April 2026

Video Terbaru

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

31 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.