Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Skripsi Dianggap Jelek hingga Dilempar Dosen saat Kuliah, Kini Justru Jadi Direktur di Perusahaan Jepang

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
25 Oktober 2024
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Skripsi garapannya pernah dilempar saat masih kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) karena dianggap “jelek”, Satria Gentur Pinandita (56) kini justru menjadi direktur sebuah perusahaan besar asal Jepang, Ajinomoto.

***

Satria, panggilan akrabnya, menjadi salah satu lulusan UGM yang kariernya terbilang moncer. Itu lah kenapa dia didapuk menjadi Ketua Umum Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Jawa Timur periode 2024-2029.

Pengangkatan tersebut berlangsung melalui Musyawarah Daerah (Musda) KAGAMA Jawa Timur di AMG Tower, Surabaya, pada Sabtu (7/9/2024) lalu.

Satria saat ini menjabat sebagai Direktur & Deputi Factory Manager di sebuah perusahaan asal Jepang yang beroperasi di Indonesia, PT. Ajinomoto. Sebelum sampai ke titik seperti sekarang, Satria ternyata pernah agak “kesulitan” di masa kuliahnya di UGM.

Anak pedagang batik yang bermimpi besar hingga kuliah di UGM

Usut punya usut, Satria ternyata berasal dari keluarga biasa saja. Orang tuanya merupakan pedagang batik di Pasar Beringharjo, Jogja.

Keluarga Satria sebenarnya berasal dari Solo. Satria lahir di Solo pada 24 September 1968 (sebagai anak pertama dari dua bersaudara). Namun, sejak masa sekolah, dia dan keluarganya memang sudah pindah ke Jogja.

Meski berasal dari keluarga biasa saja, tapi Satria punya mimpi besar untuk masa depannya. Beruntung, orang tua mendukung Satria untuk mengenyam pendidikan hingga sampai ke perguruan tinggi: Satria menjadikan UGM sebagai kampus yang harus dia “taklukkan”.

“Saya dulu di UGM mengambil Teknologi Pangan (Fakultas Teknologi Pertanian). Tepatnya angkatan ‘87, dan lulus tahun ‘93. Baru setelah itu bekerja di Ajinomoto,” jelas Satria seperti termuat di laman resmi UGM.

Tak pintar-pintar amat di UGM hingga skripsinya dilempar dosen

Satria tak bisa menahan tawa saat mengingat masa-masa kuliahnya di UGM.

Satria mengaku, selama menjadi mahasiswa di UGM, dia sebenarnya bukan termasuk mahasiswa yang unggul dalam bidang akademik. Kalau pakai bahasa yang agak kasar ya tidak pintar-pintar amat lah.

Tak Pintar-pintar Amat saat Kuliah di UGM, Lulus Malah Jadi Direktur di Perusahaan Jepang Ajinomoto MOJOK.CO
Sosok Satria Gentur Pinandita. (Dok. UGM)

Pengakuan Satria itu sudah cukup menjelaskan kenapa pada saat proses bimbingan skripsi, dosennya melempar skripsi garapannya di depan matanya langsung.

“Yo ternyata uwelek. Kok ngene ya garapanku dewe? (Ya ternyata jelek. Kok seperti ini ya kerjaanku sendiri?). Saya kira itu adalah pendidikan mental, bahwa kamu harus kuat,” ujar Satria sembari tertawa.

Kejadian itu tentu membuat Satria sempat sedih. Sebab, skripsi yang dia kerjakan dengan sungguh-sungguh malah dilempar-lempar begitu saja oleh dosen pembimbingnya.

Iklan

Namun, dia menolak larut dalam kesedihan. Satria mencoba melihatnya dari sudut pandang lain: sebagai motivasi untuk terus belajar. Dan begitu lah yang kemudian Satria lakukan hingga akhirnya lulus dari UGM dan kemudian menjadi direktur di sebuah perusahaan Jepang (Ajinomoto).

Salah sangka pada perusahaan Jepang

Persinggungan Satria dengann perusahaan Jepang, Ajinomoto, pertama kali terjadi saat Satria masih menjadi mahasiswa aktif UGM. Suatu kali, prodinya mengadakan kunjungan ke Ajinomoto.

Di saat-saat itu, Satria tentu belum terbayang kelak bakal bekerja di perusahaan Jepang tersebut. Apalagi, Satria sempat menganggap bahwa produk MSG (Monosodium Glutamat) produksi Ajinomoto bukanlah produk sehat.

“Saya dulu menganggap produk ini tidak sehat. Ternyata salah, produk Ajinomoto itu berasal dari tetes tebu yang difermentasi,” jelasnya.

“Fungsi utama MSG adalah untuk meningkatkan cita rasa makanan dan menambah unsur umami. MSG juga salah satu bahan makanan tambahan yang paling aman dikonsumsi dan berizin,” sambungnya.

Bersih-bersih pabrik

Meski sempat salah paham terhadap Ajinomoto, takdir justru membawa Satria bekerja di perusahaan Jepang tersebut. Dia masuk ke sana bahkan langsung tak lama setelah lulus dari UGM. Usai bekerja di sana, baru lah Satria mengetahui hal-hal yang sebelumnya dia salah sangkai seperti yang dia di atas.

Akan tetapi, karier Satria di Ajinomoto tidak serta mulus mulus tanpa tantangan. Sebab, dia harus bekerja di bawah kultur perusahaan Jepang.

Misalnya, perusahaan Jepang seperti Ajinomoto menganut sistem Long Life Employment (pekerja jangka panjang). Perusahaan sangat menghargai loyalitas karyawan yang telah bekerja bertahun-tahun.

Ujian loyalitas. Itu lah yang Satria hadapi pada awal-awal kariernya di Ajinomoto. Ujian tersebut bentuknya macam-macam. Misalnya, Satria bahkan sempat ikut membersihkan pabrik ketika masa training. Tak hanya itu, dia juga harus terima saat diminta berpindah-pindah cabang perusahaan.

Ujian lain, setiap karyawan dilatih untuk memahami langsung kondisi lapangan, bahkan hingga tingkat manajerial.

“Saya dulu diajarkan untuk tidak malu-malu terjun ke bawah. Justru kalau kita tidak mengenal lapangan, ada laporan masuk kita tidak paham,” tutur Satria.

Tak Pintar-pintar Amat saat Kuliah di UGM, Lulus Malah Jadi Direktur di Perusahaan Jepang Ajinomoto MOJOK.CO
Sosok Satria Gentur Pinandita (Mojok.co)

Lewati ujian, jadi direktur perusahaan Jepang

Lebih lanjut, perusahaan Jepang cenderung menerapkan kerja berbasis kelompok. Setiap pekerjaan diserahkan pada kelompok kerja dan dinilai sebagai hasil kelompok. Ada beberapa orang yang cocok dengan sistem kerja seperti ini. Namun, ada juga yang lebih cocok di perusahaan Eropa dan Amerika yang cenderung mengacu pada kompetensi individu.

“Hampir seluruh perusahaan Jepang seperti itu. Penting juga untuk memperhatikan adaptabilitas perusahaan, karena zaman cepat berubah. Bukan perusahaan kuat yang bertahan, tapi perusahaan adaptif,” jelas Satria.

Karena pada dasarnya Satria adalah pekerja keras, dia pun “lulus” dari ujian-ujian loyalitas tersebut. Perlahan tapi pasti, karena ketekunan dan kedisiplin, kariernya terus naik hingga kini menduduki posisi sentral di perusahaan Jepang, Ajinomoto, tersebut.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Lulusan D3 Selalu Diremehkan di Dunia Kerja, Didiskriminasi Sampai Ditolak Perusahaan 100 Kali

Ikuti artikel dan berita MOJOK lainnya di Google News 

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 25 Oktober 2024 oleh

Tags: ajinomotolulusan ugmperusahaan jepangUGM
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Lulusan S1 UGM bikin skripsi soal perumahan rakyat di Belanda. MOJOK.CO
Edumojok

Skripsi tentang Perumahan Rakyat di Belanda vs Indonesia bikin Saya Lulus dari UGM dengan Predikat Cumlaude

18 Februari 2026
GoCar Instant di RSUP Sardjito Anti Ribet: Jawaban Buat Kamu yang Ingin Cepat, Murah, dan Tetap Aman di Jalan.MOJOK.CO
Urban

GoCar Instant di RSUP Sardjito Anti Ribet: Jawaban Buat Kamu yang Ingin Cepat, Murah, dan Tetap Aman di Jalan

12 Februari 2026
Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO
Edumojok

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO
Sosok

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 buah legendaris dalam game Blox Fruits yang jadi incaran MOJOK.CO

7  Koleksi Buah Legendaris di Game Blox Fruits yang Jadi Incaran: Tak Cuma Memperkuat, Tapi Juga Jadi Aset Berharga

24 Februari 2026
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Sahur dengan MBG, Nilai Gizinya Lebih Cocok untuk Mahasiswa ketimbang Anak Sekolah

24 Februari 2026
Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa MOJOK.CO

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

24 Februari 2026
Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Ikut Dihujat Imbas “Oknum” yang Foya-Foya Pakai Duit Beasiswa, Padahal Beneran Hidup Susah hingga Rela Makan Sampah di Kos

25 Februari 2026
Ironi bapak kerja habis-habisan 60 jam agar anak tak susah finansial. Tapi peran sebagai ayah dipertanyakan karena anak mengaku fatherless MOJOK.CO

Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

26 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.