Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Peserta Pertukaran Mahasiswa Kampus Merdeka Malah Jadi Beban, Malas Garap Tugas dan Tertinggal

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
10 Januari 2024
A A
pertukaran mahasiswa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).MOJOK.CO

Ilustrasi mahasiswa (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Banyak mahasiswa yang menganggap peserta pertukaran mahasiswa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) membebani. Ternyata, ketimpangan pendidikan antara di Pulau Jawa dengan yang lain begitu terasa.

***

Feri* (20) tidak menyangka, satu kelas dengan beberapa peserta pertukaran mahasiswa Kampus Merdeka membuatnya harus bekerja ekstra saat mengerjakan tugas kelompok. Mahasiswa sebuah PTN di Jawa Timur ini mengaku sudah angkat tangan sampai semester berakhir.

Sebagai informasi,  program MBKM punya beberapa sub program unggulan seperti Magang Merdeka, Kampus Mengajar, Wirausaha Merdeka, IISMA, sampai Pertukaran Mahasiswa Merdeka.

Saat mengetahui akan ada sekitar tujuh mahasiswa dari berbagai kampus luar Jawa yang akan masuk di salah satu kelasnya di semester lima, Feri mengaku tidak punya ekspektasi banyak. Sampai akhirnya, ada sebuah sesi daring lewat Zoom.

“Ini aku baru nyadar kayanya ada kultur yang beda. Saat kelas kok berisik banget, mikrofon nggak dimatikan, dan bercandanya pakai suara kencang. Padahal yang lain tenang mendengar penjelasan,” keluhnya.

Selanjutnya, saat mulai mengikuti kelas luring bersama, Feri mengaku mendapat berbagai pengalaman kurang menyenangkan. Terutama saat mengerjakan tugas kelompok bersama.

Mereka terlibat kelas yang sama di mata kuliah bidang ekonomi. Di mata kuliah itu, banyak tugas yang membutuhkan proses pengolahan data dengan aplikasi.

“Urusan seperti itu harus dituntun banget. Sudah begitu, ketika kami inisiatif mereka tetap pasif,” kata mahasiswa angkatan 2021 ini.

Ketimpangan dengan peserta pertukaran mahasiswa 

Menurutnya, untuk ukuran mahasiswa semester lima jurusan ekonomi, harusnya mereka sudah paham konsep olah data. Namun, realitanya seperti ada kesenjangan.

“Jadi ketidakpahamannya lebih ke konsep. Idealnya hal semacam itu kalau kami sudah dipelajari sejak semester 2-3,” ungkapnya.

Sebenarnya, hal itu masih bisa Feri dan teman-temannya maklumi. Lain soal ketika sudah berkaitan dengan etos untuk mengerjakan tanggung jawab tugas.

Beberapa kali terlibat tugas kelompok, ia harus mengingatkan peserta pertukaran mahasiswa Kampus Merdeka jelang batas akhir tenggat pengumpulan. Selalu ada alasan yang mereka berikan padahal dosen tidak peduli terhadap hal itu.

“Urusan tugas mengolah data mengumpulkannya pasti telat banget,” tuturnya.

Iklan

Feri ingat, pernah suatu ketika ia dan beberapa peserta pertukaran mahasiswa MBKM harus pergi ke Kantor BPS untuk mencari data. Saat ia sedang sibuk mengurus administrasi di sana, bukannya membantu, mereka justru asyik sendiri.

Melihat perangai tersebut, ia mengaku heran dengan tujuan para mahasiswa mengikuti program MBKM dari Kemendikbudristek ini. Tentu, ini tidak jadi potret keseluruhan. Namun, ia melihat banyak keluhan serupa berseliweran di media sosial.

pertukaran mahasiswa Kampus Merdeka MBKM perlu adaptasi.MOJOK.CO
Ilustrasi. Kerjasama penting dalam mengerjakan tugas kelompok (Jason Goodman/Unsplash)

Baginya, mengikuti program pertukaran mahasiswa idealnya harus dipersiapkan secara matang. Bukan hanya perkara seleksi dari Kemendikbud, tapi juga persiapan agar bisa menyesuaikan diri dengan ritme pembelajaran di kampus baru.

“Sebelum masuk kan tahu mata kuliah yang akan mereka ambil. Harusnya didalami lagi, apalagi ketika merasa belum pernah mendalaminya di kampus mereka,” tuturnya.

“Kalau malas dan tidak ada inisiatif kan justru bisa mencoreng nama kampus mereka sendiri,” imbuhnya.

Selain persoalan itu, ia melihat para mahasiswa pertukaran ini mengalami tantangan dalam beradaptasi. Sehingga, tidak mudah untuk langsung bisa mengikuti pembelajaran secara maksimal.

Sebelumnya, Mojok sempat mewawancarai Brian* (21) seorang mahasiswa PTN di Jawa Tengah yang mengikuti pertukaran mahasiswa MBKM di Sumatera. Menurutnya, adaptasi memang jadi tantangan berat.

Baca selanjutnya…

Susahnya adaptasi di kampus baru: beda budaya, beda kualitas

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 10 Januari 2024 oleh

Tags: Kampuskampus merdekambkmpertukaran mahasiswapilihan redaksi
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO
Tajuk

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

6 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO
Urban

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO
Urban

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026
Salah jurusan, kuliah PTN.MOJOK.CO
Edumojok

Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja

5 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab (Wikimedia Commons)

Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga

4 April 2026
Pekerja gen Z matikan centang biru WhatsApp dicap kepribadian buruk

Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

5 April 2026
User kereta api (KA) ekonomi naik bus Sumber Selamat: sebenarnya kursi lebih nyaman, tapi ogah tersiksa lebih lama MOJOK.CO

User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan

2 April 2026
Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung MOJOK.CO

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung

6 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026
Naik pesawat Super Air Jet untuk mudik Lebaran ke Jogja

Terpaksa Naik Super Air Jet karena Tiket Murah, tapi Malah Dibikin “Plonga-plongo” karena Kelakuan Sok Asik Awak Kabin

1 April 2026

Video Terbaru

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

31 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.