Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Ketika Orang Tua Gantikan Anak “Jadi Mahasiswa Baru” untuk Rasakan Kuliah di UGM, Susana Jadi Haru

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
16 Agustus 2024
A A
Ketika Orang Tua Mahasiswa Baru Gantikan Sang Putri Kuliah di Kampus Manajemen UGM Jogja MOJOK.CO

Ilustrasi - Ketika orang tua mahasiswa baru gantikan sang putri kuliah di kampus top Jogja: Prodi Manajemen UGM. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sepasang orang tua menggantikan anaknya kuliah di Prodi Manajemen Fakultas Eknomika dan Bisnis (FEB) UGM Jogja. Sang putri yang seharusnya menjalani rutinitas sebagai mahasiswa baru harus berpulang lebih dulu dua bulan menjelang perkuliahan.

Sebastian Hutabarat dan Imelda Tiurniari Napitupulu, sepasang orang tua asal Sangkarnihuta, Balige, Toba, Sumatera Utara, tampak hadir di tengah-tengah mahasiswa baru Manajemen UGM pada Rabu (4/8/2024) pagi WIB.

Keduanya adalah orang tua dari mahasiswa baru bernama Marchia R.M. Hutabarat. Putri kelahiran 2006 mereka itu harusnya sudah duduk di bangku kuliah salah satu kampus top di Jogja tersebut, sebagaimana yang sudah ia perjuangkan. Sayang, peristiwa tak terduga di Magelang justru mengubah segalanya.

Menggantikan anak kuliah di Manajemen UGM Jogja

Mengutip Humas FEB UGM, dalam kelas pagi itu, Sebastian dan Imelda memang datang secara khusus menggantikan Marchia: merasakan bagaimana suasana kampus yang harusnya dirasakan oleh putri bungsunya itu. Keduanya lantas bercerita di hadapan para mahasiswa baru Manajemen UGM perihal sosok sang putri.

“Saya membayangkan Marchia ada duduk di tengah-tengah kalian,” tutur Sebastian dengan terisak.

Ketika Orang Tua Mahasiswa Baru Gantikan Sang Putri Kuliah di Kampus Manajemen UGM Jogja MOJOK.CO
Momen Sebastian dan Imelda menggantikan kuliah sang putri di kelas Manajemen UGM. (Dok. Humas FEB UGM)

Kehilangan, bagaimanapun, memang tak pernah mudah. Saat bercerita, tampak Sebastian berusaha keras menguasai diri. Ia tampak berkali-kali mengatur napas.

Suaranya bergetar setiap kali bercerita. Begitu juga air matanya yang semula tertahan dan menggenang, sontak tumpah yang diiringi dengan isakan.

Perjuangan untuk tembus Manajemen UGM

Marchia lolos Manajemen UGM melalui jalur SNBP 2024 lalu. Kabar yang tentu disambut bahagia oleh keluarga Sebastian.

Bagi Sebastian, lolos kampus top Jogja menjadi pencapaian yang setimpal bagi Marchia. Sebab, Marchia benar-benar belajar keras demi mewujudkan mimpi kuliah di kampus top Jogja tersebut.

“Marchia memiliki kebiasaan belajar hingga larut malam dan terkadang kurang memperhatikan pola makan, sehingga mengidap asam lambung,” ungkap Sebastian.

Sejak masih SMA, kata Sebastian, sang putri pun terbilang menjadi sosok yang cerdas dan tekun. Ia selalu langganan juara kelas.

Oleh karena itu, lolos Manajemen UGM tentu membayar tuntas kerja keras sang putri. Sebelum akhirnya peritsiwa tak terduga terjadi pada Marchia.

Bersiap tinggal di Jogja

Menyambung cerita Sebastian, Imelda lalu dengan “susah payah” menceritakan perihal sang putri yang seharusnya menjadi mahasiswa baru di Manajemen UGM. Ia tak kuasa menahan tangisnya setiap kali mengingat detil kebersamaannya dengan sang putri. Lebih-lebih, Imelda menjadi orang yang menemani Marchia di detik-detik terakhirnya.

Jauh sebelum perkuliahan dimulai (Agustus 2024), pada Juni 2024 Imelda sudah mengajak Marchia ke Jogja. Mempersiapkan segala sesuatu bagi Marchia untuk menjalani hari-hari sebagai mahasiswa di kampus Jogja nanti. Salah satunya mencari kost untuk Marchia tinggal.

Iklan

Toh di Jogja sudah ada Nada, kakak Marchia yang sudah kuliah lebih dulu. Tepatnya di ISI Yogyakarta. Imelda dan Nada juga sempat mengajak Marchia berkunjung dan melihat-lihat suasana di gedung FEB UGM.

“Marchia sempat foto di depan Gedung Pertamina Tower. Ia bilang kampusnya keren dan sempat merasa minder,” tutur Imelda sambil sesekali menyeka air mata yang terus bercucuran.

Peristiwa tak terduga di Magelang

Inilah bagian paling emosional bagi Imelda: detik-detik terakhir bersama sang putri.

Sebagai bentuk perayaan kecil atas diterimanya Marchia di Manajemen UGM, Imelda sempat mengajak sang putri wisata ke Nepal van Jawa Magelang. Momen wisata tersebut semula baik-baik saja. Marchia pun tak mengeluhkan apapun. Namun, peristiwa tak terduga terjadi saat di penginapan.

“Saat tiba di penginapan, Marchia bilang akan mandi. Setelah 30 menit lebih kok tidak keluar-keluar,” beber Imelda.

“Saya ketuk-ketuk tidak ada sahutan dan akhirnya pintu saya buka, Marchia sudah dalam kondisi pingsan,” sambungnya.

Semula ia mengira bahwa putrinya hanya bercanda. Akan tetapi, saat dibangunkan, Marchia tidak merespons. Sontak Imelda berupaya melakukan pertolongan pertama dan segera membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat yang berjarak 15 Kilometer dari penginapan.

“Waktu itu yang terdekat Puskesmas. Itu pun kondisi sepi karena libur Iduladha,” kenang Imelda.

“Saat tiba di sana saya sudah merasa kalau Marchia sudah nggak ada dan ternyata benar,” lanjutnya dengan suara bergetar. Marchia dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (17/8/2024).

Saat kejadian, Sebastian sedang berada di Balige. Karena ia memang tidak ikut berangkat ke Jogja. Kabar meninggalnya sang putri membuat dunianya seolah berhenti. Ia tidak pernah menyangka akan berpisah secepat ini dengan putrinya. Ia merasakan kehilangan yang teramat mendalam karena merasa belum bisa selalu ada dalam setiap momen kehidupan Marchia.

“Saat itu saya ditelepon istri. Ia mengawali dengan bilang jangan kaget, Marchia meninggal. Sontak perasaan saya berkecamuk saat itu karena posisi jauh di Balige, sementara Marchia di Yogyakarta,” ucap Sebastian.

Mahasiswa baru harus bersykur

Kenyataan tersebut tentu pahit bagi Sebastian dan Imelda. Namun, kehidupan masih harus berlanjut. Sebastian dan Imelda merasa bersyukur sudah mendampingi sang putri hingga bisa meraih impiannya kuliah di Manajemen UGM.

Sebastian lantas berpesan pada mahasiswa baru di kelas pagi itu. Butuh perjuangan keras untuk bisa kuliah di kampus top Jogja tersebut. Oleh karena itu, jangan sampai masa kuliah di UGM disia-siakan.

“Jadikan pengalaman dari Marchia ini lebih bersyukur dan peduli. Harapannya ini bisa jadi bahan perenungan, kalian memanfaatkan waktu dengan baik dan jangan menyepelekan soal makan dan lakukan pola hidup sehat,” pesan Sebastian.

Isak tangis kecil terdengar memenuhi ruangan kelas saat itu. Sebagian mahasiswa baru  yang mengikuti perkuliahan menitikan air mata mendengar kisah Marchia. Bahkan dosen pengampu kelas, Rina Herani, turut tak kuasa menahan air matanya.

“Jangan sia-siakan waktu kalian selama kuliah. Kalian bisa kuliah di sini itu privilege yang luar biasa karena tidak semua bisa merasakannya, jadi jangan sia-siakan kesempatan yang ada,” sambung Rina dengan suara bergetar.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA: Diragukan karena Kuliah di Universitas BSI, Saya Malah Bisa Kerja di Perusahaan Besar Sebelum Lulus

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

 

 

Terakhir diperbarui pada 16 Agustus 2024 oleh

Tags: FEB UGMJogjakampus jogjaMahasiswamahasiswa barumanajemen ugmUGM
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Ilustrasi Mie Ayam di Jogja, Penawar Kesepian dan Siksaan Kemiskinan (Unsplash)
Pojokan

Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

19 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO
Sosok

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO
Esai

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO
Ragam

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Banjir di Muria Raya, Jawa Tengah. MOJOK.CO

Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026

20 Januari 2026
Cara wujudkan resolusi 2026 dengan finansial yang baik. MOJOK.CO

Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026

19 Januari 2026
Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.