Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Mahasiswa UNS Telat Lulus Sampai DO, Pindah Kampus Malah Diajar Teman Seangkatan yang Sudah Jadi Dosen

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
16 Februari 2024
A A
mahasiswa uns solo kena do pindah ke utp.MOJOK.CO

Ilustrasi dosen ketemu temannya yang belum lulus S1 (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dosen Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Solo kaget bertemu teman seangkatan saat jadi mahasiswa UNS yang ikut kelasnya. Ternyata, temannya drop out dari UNS dan transfer perkuliahan ke kampusnya demi menyelamatkan gelar sarjana.

***

Imron Fatkhul tak pernah menyangka, di kelas metodologi penelitian yang ia ampu di UTP Solo, tiba-tiba bertemu dengan teman seangkatannya saat menjadi mahasiswa UNS. Temannya itu tidak mengabari bahwa akhirnya gagal lulus di UNS sehingga transfer kuliah di kampus yang punya jurusan serupa.

“Dulu dia awalnya nggak ngabarin ke saya,” kelakar Imron saat saya hubungi Kamis (15/2/2024).

Lelaki ini masuk jadi mahasiswa UNS di Jurusan Pendidikan Jasmani dan Olahraga pada 2006 silam. Saat masa skripsi mendapat dosen pembimbing yang cukup detail dalam memberikan masukan terhadap penelitian mahasiswa.

Ia ingat, saat itu berlima dengan teman setongkrongannya mendapat dosen pembimbing yang sama. Sayangnya, tidak semuanya berhasil menyelesaikan skripsi sampai batas waktu yang telah ditentukan.

“Saya beruntung, bisa lulus dengan beliau di 2011. Ada teman saya yang gagal lulus,” ujarnya.

Pertemuan dengan dosen pembimbing yang benar-benar detail itu, meski menantang, ternyata memantik Imron untuk belajar lebih serius. Hingga akhirnya ia terdorong untuk melanjutkan studi S2 di UNS Solo.

“Kalau bagi saya, justru karena dibimbing dengan detail oleh beliau jadi terdorong untuk belajar dan baca buku secara serius. Keinginan jadi dosen ya baru muncul saat mengerjakan skripsi,” kelakarnya.

Ia melanjutkan studi S2 pada 2011 dan lulus menyandang gelar magister pada 2014. Selama proses itu, sebenarnya, sekali dua kali ia masih bertemu dengan teman mahasiswa UNS yang dulu satu dosen pembimbing.

“Ketemu cuma pas acara seperti buka puasa bersama. Nggak ngobrol banyak, setahu saya ya masih proses menyelesaikan skripsi,” kenangnya.

Momen pertemuan dengan teman mahasiswa UNS

Selepas lulus S2, Imron akhirnya diterima menjadi dosen di UTP Solo pada 2014. Ia mengajar di Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga.

Singkat cerita, pertemuan dengan teman mahasiswa UNS itu terjadi di mata kuliah metodologi penelitian. Saat Imron masuk kelas di awal semester, ia kaget, melihat sosok yang tak asing sedang duduk di deretan bangku mahasiswa.

Di kelas, meski sudah saling menyapa namun Imron tidak bisa banyak berinteraksi dengan temannya itu. Ia pun mengajaknya untuk bertemu di ruang dosen setelahnya.

Iklan

“Awalnya itu jelas canggung juga ya, baik dia maupun saya,” kelakarnya

mahasiswa uns kaget.MOJOK.CO
Ilustrasi. Mahasiswa pindah kampus kaget ketemu dosen teman sendiri (Krakenimages/Unsplash)

Kondisi seperti teman Imron memang jamak dirasakan mahasiswa yang tidak bisa merampungkan studi sampai batas tenggat waktu yang diberikan kampus. Mereka biasanya mendapat opsi untuk pindah kampus demi bisa merampungkan studinya.

Meski harusnya tinggal melanjutkan tugas akhir, terkadang ada beberapa penyesuaian. Mahasiswa UNS itu dulunya berasal dari Jurusan Pendidikan Jasmani dan Olahraga, sehingga saat pindah ke Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga ada beberapa mata kuliah yang perlu ia ambil untuk penyesuaian kurikulum.

“Setelah bisa ngobrol dia langsung tanya macam-macam. Salah satunya soal kewajiban ikut magang kepelatihan olahraga. Ya itu salah satu bagian dari proses penyesuaian kurikulum,” ujarnya.

Baca halaman selanjutnya…

Kedatangan teman seangkatan lagi yang belum kelar S1 hingga 2024

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 25 November 2025 oleh

Tags: drop outmahasiswa unssarjanasoloUNSutp
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

14 juta pekerja terima gaji di bawah UMP/UMK, sebagian besar dari kalangan lulusan perguruan tinggi (sarjana) MOJOK.CO
Ragam

Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

9 Januari 2026
Bapak-ibu dihina saudara sendiri karena ingin kuliahkan anak di PTN, tapi beri pembuktian. Meski anak jadi mahasiswa di PTN ecek-ecek tapi jadi sarjana pekerja kantoran MOJOK.CO
Kampus

Ortu Miskin Dihina Saudara Kaya saat Ingin Kuliahkan Anak, Meski Kuliah di PTN Ecek-ecek Malah Punya Karier Terhormat ketimbang Anak Saudara

8 Januari 2026
Ilustrasi Honda Beat Motor Sial: Simbol Kemiskinan dan Kaum Tertindas (Shutterstock)
Pojokan

Pengalaman Saya Menyiksa Honda Beat di Perjalanan dari Jogja Menuju Solo lalu Balik Lagi Berakhir kena Instant Karma

7 Januari 2026
Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)
Pojokan

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.