Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Mahasiswa UNNES Semarang Tetap Lulus Cumlaude Meski Kuliah Salah Jurusan dan Tak Paham Materi

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
1 Maret 2024
A A
Cerita Mahasiswa Kupu Kupu UNY Lulus 3,5 Tahun Tapi Susah Cari Kerja, Sekalinya Kerja Kantoran Resign dalam 3 Bulan Karena Nggak Betah.mojok.co

Ilustrasi Cerita Mahasiswa Kupu Kupu UNY Lulus 3,5 Tahun Tapi Susah Cari Kerja, Sekalinya Kerja Kantoran Resign dalam 3 Bulan Karena Nggak Betah (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Salah jurusan kuliah nyatanya tak jadi persoalan. Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) membuktikan, ia tetap bisa lulus tepat waktu bahkan dengan predikat cumlaude meski sama sekali tak memahami materi perkuliahan karena salah jurusan.

Isu salah jurusan, sebenarnya sudah menjadi hal yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan mahasiswa. Saya berani bertaruh, hampir sebagian besar pembaca Mojok yang kuliah, pasti pernah berada di fase merasa salah jurusan, bukan?

Saya tak sedang mengada-ada. Pakar Psikologi Pendidikan Irene Guntur pernah menyebut, 87 persen mahasiswa Indonesia merasa salah jurusan. Persoalannya beragam, ada yang karena ikut-ikutan teman saat mendaftar ke jurusan tertentu. Ada yang memilih jurusan karena pertimbangan passing grade dan beasiswa. Dan, tak sedikit juga yang memilih jurusan karena rekomendasi Guru BK, meski sebenarnya itu tak sesuai passion siswa.

Saya pun mendadak teringat salah satu obrolan di grup Facebook Keluh Kesah Ngampus (KKN)–yang belakangan saya aktif di dalamnya. Salah seorang mahasiswa, melalui sebuah postingan, curhat kalau dia merasa salah jurusan meski sudah kuliah hampir tiga tahun. 

Bisa kita tebak, dalam beberapa jam, postingan itu langsung ramai dengan komentar senada–ternyata ada banyak mahasiswa yang merasakan hal yang sama. Namun, cerita paling unik saya dapatkan dari Rendi (23), mahasiswa UNNES, yang alih-alih pindah jurusan–seperti yang dilakukan banyak mahasiswa–malah totalitas mengejar lulus cepat. Sekalipun dia tak paham materi kuliah.

Gara-gara Guru BK jadi salah kampus dan salah jurusan

Saat saya hubungi, Rendi mengaku sedang menganggur. Rutinitas enggak ngapa-ngapain sudah ia jalankan sejak lulus kuliah dari UNNES pada Maret 2023 lalu. Setahun sejak lulus, Rendi mengaku belum tertarik untuk bekerja.

“Kalau udah ada mood, rencana mau daftar kerja di Jakarta, Mas. Ikut ayah,” kata alumnus UNNES ini, Kamis (29/2/2024) malam.

Rendi masuk UNNES pada 2019 lalu. Ia masuk ke salah satu jurusan kependidikan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) via jalur SNMPTN alias tanpa tes.

Selama SMA, nilai rapor lelaki asal Semarang ini memang cukup bagus. Tiap semester, ia selalu masuk 10 besar paralel jurusan IPA dan hampir selalu menjadi juara kelas. “Tapi sejak awal aslinya enggak pengen kuliah di saintek,” akunya.

Kepada saya, Rendi mengaku ingin kuliah Sastra Indonesia. Kampus tujuannya pun spesifik, UGM atau UNY, yang penting di Jogja. “Soalnya belum pernah keluar dari Semarang, jadi pengen jadi mahasiswa ngekos gitu, Mas. Kayak yang lain.”

Sayangnya, guru Bimbingan dan Konseling (BK) berkata lain. Melihat nilai Rendi yang moncer di bidang IPA, mereka merekomendasikan Rendi mengambil rumpun saintek di SNMPTN. Padahal, Rendi sudah bilang kalau dia maunya jurusan Sastra Indonesia.

Akhirnya, diambil jalan tengah. Slot dua jurusan yang ia ambil mempertemukan antara rekomendasi guru BK-nya dengan keinginan pribadinya.

“Pilihan pertama ambil UNNES di jurusan saintek. Pilihan kedua Sastra Indonesia di UNY,” jelasnya.

Tetap sportif mengambil jurusan yang menerimanya

Saat pengumuman SNMPTN, Rendi ternyata diterima. Sayangnya, kabar ini tak sepenuhnya menjadi berita baik. Bagaimana tidak, ia langsung diterima di pilihan pertama, pada jurusan yang sama sekali tak ia inginkan.

Iklan

“Mau marah kok kesannya enggak bersyukur. Tapi mau senang juga enggak bisa.”

Mahasiswa UNNES ini mengaku, dia bisa saja tak mendaftar ulang. Namun, ia merasa kasihan dengan adik-adik tingkatnya. Seandainya ia tak mengambil UNNES yang sudah menerimanya via jalur tanpa tes, bisa jadi kampus itu akan mem-blacklist siswa-siswa dari sekolahnya di SNMPTN tahun berikutnya.

“Makanya rasanya kok berat menerimanya,” ujar Rendi. “Tapi yowes lah, sportif aja, tetap saya terima. Toh, kalau mau pindah kampus bisa tahun berikutnya.”

Kuliah di UNNES modal rajin doang

Sepanjang kuliah, Rendi juga mengaku tak paham-paham betul materi yang diajarkan. Bahkan, kalau mau dibilang, ia kesulitan mengikuti perkuliahan.

“Memang nilai saintekku dulu bagus, tapi jurusan ini aku sama sekali enggak mudeng apa-apa,” akunya.

Alhasil, ia mengaku kalau kuliah modal rajin saja–pinter belakangan. Ada tugas, kerjakan sebisanya. Ketika UAS, jawab semampunya. Dan yang paling penting, presensi kehadiran harus full terisi meski kuliahnya setengah hati.

“Modal gitu doang IP di atas 3.6 terus, hahaha,” kelakar Rendi, menertawakan nasibnya yang sulit terdefinisikan itu.

Sementara kecintaannya dengan sastra, terus ia pupuk. Salah satunya, ia aktif di salah satu komunitas sastra di Semarang. Di kampusnya pun, ia memutuskan gabung lembaga pers mahasiswa untuk melatih kecakapannya menulis, meski hanya satu tahun.

Baca halaman selanjutnya…

Lulus cumlaude, jadi wisudawan terbaik…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 1 Maret 2024 oleh

Tags: mahasiswa unnespilihan redaksisalah jurusanSemarangUnneswisuda
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO
Urban

Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun

26 Februari 2026
Perbandingan pengguna iPhone vs Android (Infinix dan Samsung)
Catatan

8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman

25 Februari 2026
Makan bersama sia-sia: niat kumpul keluarga, tapi bikin ortu kesepian karena anak-anak sibuk main hp sampai tak nyahut saat diajak bicara MOJOK.CO
Sehari-hari

Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara

25 Februari 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO
Edumojok

Mahasiswa KIP Kuliah Ikut Dihujat Imbas “Oknum” yang Foya-Foya Pakai Duit Beasiswa, Padahal Beneran Hidup Susah hingga Rela Makan Sampah di Kos

25 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Omong kosong menua dengan bahagia di desa: menjadi orang tua di desa harus memikul beban berlipat dan bertubi-tubi tanpa henti MOJOK.CO

Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti

21 Februari 2026
Mie ayam surabaya untuk quality time. MOJOK.CO

Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

25 Februari 2026
Wawancara beasiswa LPDP

Niat Daftar LPDP Berujung Kena Mental, Malah Diserang Personal oleh Pewawancara dan Tak Diberi Kesempatan Bicara

20 Februari 2026
7 buah legendaris dalam game Blox Fruits yang jadi incaran MOJOK.CO

7  Koleksi Buah Legendaris di Game Blox Fruits yang Jadi Incaran: Tak Cuma Memperkuat, Tapi Juga Jadi Aset Berharga

24 Februari 2026
mie ayam Surabaya. MOJOK.CO

Mie Ayam Surabaya Buatan Pak Man, Tempat Saya “Berobat” setelah Lelah di Perantauan meski Pedagangnya Pendiam

20 Februari 2026
Bukber, ASN, kantor.MOJOK.CO

Ikut Bukber Kantor di Acara ASN Itu Bikin Muak: Isinya Orang Cringe dan Seksis yang Bikin Risih, tapi “Haram” Buat Ditolak

22 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.