Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Kuliah di Surabaya Memberikan Hal-hal yang Tak Bisa Jogja Tawarkan, Ironi Pudarnya Predikat Kota Pelajar

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
20 Februari 2024
A A
kuliah di surabaya jauh lebih menarik dari jogja.MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Surabaya menghadirkan kesempatan yang tidak bisa Jogja tawarkan

Lelaki asal Boyolali ini sebelumnya pernah tinggal di Jogja saat SMA. Pascalulus sarjana, ia juga sempat mengambil studi S2 di UGM. Sehingga, ia kenal betul dua kota tempatnya lama belajar itu.

Meski Jogja terkenal murah, menurutnya Surabaya juga tak semahal yang orang bicarakan. Utamanya, soal makanan, baginya standar kedua kota ini relatif sama.

“Bedanya memang soal biaya sewa tempat tinggal. Surabaya lebih mahal, mungkin karena harga tanah di sini juga lebih mahal ya,” terang lelaki yang lama tinggal di Dharmahusada, Gubeng ini.

Namun, ia mengaku merasa beruntung bisa kuliah di Surabaya. Baginya, sebagai kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya menawarkan lebih banyak hal ketimbang Jogja. Misalnya, upah bagi fresh graduate yang lebih tinggi jika menetap setelah lulus.

Selain itu, secara tata kota meski tergolong kota terbesar, bagi Nuha Surabaya tidak sesemrawut Jakarta. “Jadi kita kayak merasakan hidup di kota besar tanpa merasakan masalah kota besar. Ya macetnya ada tapi nggak kaya Jakarta, banjir juga jarang,” tuturnya.

Baginya, musim liburan di Jogja adalah momen yang menyusahkan bagi para mahasiswa. Ruas jalan yang sempit dibanjiri bus-bus pariwisata dari luar kota. Sementara Surabaya, menurut pengamatannya saat musim libur justru agak lebih lengang.

Kota Pelajar perlu berbenah

Menurut sejumlah survei, Jogja memang masih menjadi tujuan studi utama bagi para mahasiswa. Namun, kota-kota lain juga mulai berbenah untuk menjadi tempat belajar yang nyaman.

Hal itu pernah jadi sorotan Penasihat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah V DIY, Prof Dr Edy Suandi Hamid. Kondisi minat studi ke Jogja, menurutnya saat ini jadi sorotan sejumlah perguruan tinggi. Terutama di kalangan perguruan tinggi swasta (PTS) Jogja yang jumlahnya lebih dari 100.

“Relatif tidak ada desain untuk menjadikan Kota Pelajar tetap bertahan. Sehingga pemerintah dan masyarakat relatif biasa saja karena dulu tidak ada pesaing,” jelasnya Edy kepada Mojok.

Lebih lanjut, saat ini ia melihat kota-kota lain seperti Jakarta, Bandung, Surabaya punya perguruan tinggi yang mutunya semakin baik. Perguruan tinggi di daerah tersebut perlahan menjadikannya destinasi studi yang menarik bagi calon mahasiswa selain ke Jogja.

Sebagai informasi, saat ini ada 126 PTN dan PTS di DIY. Sebarannya, 51 ada di Kota Yogyakarta, 41 di Sleman, 31 di Bantul, 2 di Gunungkidul, dan 1 di Kulonprogo.

Menurut Edy, ada sejumlah hal yang perlu ditingkatkan demi menjaga minat calon mahasiswa ke Jogja. “Keamanan harus lebih baik, mutu sekolah dan kampus dijaga, terakhir, sisi kemurahan Jogja harus kita jaga,” lanjutnya.

Sebelumnya, Edy juga menyampaikan perhatian agar Jogja tetap menjadi Kota Pelajar pada agenda Musyawarah Aptisi Wilayah V pada Senin (8/1/2023). Agenda itu mengusung tema “Perguruan Tinggi Swasta Daerah Istimewa Maju Bersama”.

Penulis: Hammam Izzuddin

Iklan

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Mendengar Kesaksian Mahasiswa Jogja yang Nekat Gagal Bayar di 10 Pinjol Ilegal, Tak Gentar Dikejar Debt Collector!

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 20 Februari 2024 oleh

Tags: ITSJogjakuliah surabayaSurabayaUGMunair
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO
Urban

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO
Urban

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa
Kuliner

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku Mojok,co

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku

19 Maret 2026
Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
mudik gratis Lebaran dari Pertamina. MOJOK.CO

Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya

19 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa Mojok.co

Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

19 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.