Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Cerita Lulusan S2 Kedokteran UB Malang Pilih Jualan Kambing: Karena Penghasilan Dokter Nggak Seberapa, Tapi Beban Kerja Luar Biasa

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
4 Juni 2024
A A
Cerita Lulusan S2 Kedokteran UB Malang Pilih Jualan Kambing: Karena Penghasilan Dokter Nggak Seberapa, Tapi Beban Kerja Luar Biasa.MOJOK.CO

Ilustrasi Cerita Lulusan S2 Kedokteran UB Malang Pilih Jualan Kambing: Karena Penghasilan Dokter Nggak Seberapa, Tapi Beban Kerja Luar Biasa (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saat ini, kedokteran masih menjadi jurusan yang paling menjanjikan di Indonesia. Biaya kuliah selangit, dianggap sepadan dengan masa depan lulusannya yang pasti bakal terjamin.

Sayangnya, itu tak berlaku untuk semua lulusan. Nyatanya, ada banyak mahasiswa kedokteran yang memilih jalan lain, karena merasa penghasilan menjadi dokter itu terlalu kecil untuk beban kerja yang amat menyiksa.

Meiyin Ayulanda (26) adalah salah satunya. Merampungkan kuliah sampai jenjang S2 di Jurusan Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) Malang, tak sepenuhnya bikin tekadnya mantap buat menjadi dokter.

Kepada Mojok, perempuan asal Sumatera ini bahkan mengaku memilih berjualan kambing untuk investasi masa depannya. Menurutnya, meski kelihatan sepele, bisnis ternak tersebut sangat menjanjikan. 

Apalagi kalau dibanding dengan profesi dokter. Baginya, berjualan kambing masih jauh lebih menghasilkan.

Tak terlintas buat kuliah kedokteran, tapi bisa lolos tanpa tes

Sejak SMA, Meiyin mengaku sebagai siswa yang biasa-biasa saja. Prestasinya pun tak begitu mentereng. Satu hal yang bisa ia banggakan, nilai matematikanya cukup tinggi.

Matematika, seperti yang ia akui memang menjadi mata pelajaran favorit. Dengan demikian, Meiyin pun sama sekali tak terpikirkan buat kuliah di kedokteran.

“Dalam bayangan aku kedokteran itu ya tempatnya orang-orang kutu buku, sementara nggak terlalu suka baca. Aku lebih seneng berhitung, sih,” jelasnya, saat Mojok hubungi Selasa (4/6/2024). 

Cerita Lulusan S2 Kedokteran UB Malang Pilih Jualan Kambing: Karena Penghasilan Dokter Nggak Seberapa, Tapi Beban Kerja Luar Biasa!.MOJOK.CO
Meiyin (26) awalnya tak berminat buat menjadi dokter. Sekarang, ia malah bisa lulus S2 kedokteran di UB Malang. (dok. Narasumber)

Tapi apa boleh buat, orang tua memang mendorong anak mereka buat menjadi dokter. Hal demikian juga berlaku bagi salah seorang kakaknya, yang sudah lebih dulu kuliah di kedokteran.

Memasuki kelas 12, Meiyin justru mengalami fase hidup yang dalam bahasanya “paling rumit selama 26 tahun hiudpnya”. Hubungan dia dengan orang tua, kala itu, justru mengalami kerenggangan.

Salah satu penyebabnya, Meiyin menginginkan ruang yang lebih untuk bebas menentukan arah hidupnya. Sementara itu, ia menganggap orang tuan  terlalu strict. Salah satu contohnya adalah melarang anak-anaknya buat kuliah di luar kota.

“Akhirnya aku berpikir gimana caranya bikin orang tua proud, mewujudkan keinginan mereka, tapi aku juga bisa bebas,” ujar anak ketiga dari empat bersaudara ini.  “Makanya, aku memilih kedokteran di PTN yang akreditasi A di Jawa biar win-win solution; aku tetap kuliah kedokteran,  tapi di satu sisi aku tetap bisa pergi buat mencari jati diri,” sambungnya.

Untungnya, Meiyin diterima di Jurusan Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) Malang pada 2016 lalu. Ia lolos melalui jalur nilai rapot alias SNBP (dulu SNMPTN).

Alasan memilih jualan kambing ketimbang jadi dokter

Meski tak sepenuhnya menjadi passion-nya, Meiyin menjalani perkuliahannya dengan lancar. Kalau dihitung, ia berhasil meraih gelar sarjana (S.Ked) setelah delapan semester kuliah pada 2020 lalu. Gelar magister biomedis pun juga ia dapatkan dua tahun berselang pada 2022.

Iklan

Kendati merampungkan studi kedokterannya sampai S2, Meiyin justru memilih jalan lain. Belakangan, yang kemudian juga viral di TikTok, lulusan kedokteran ini memilih berjualan kambing alih-alih menjadi dokter.

Kepada Mojok, Meiyin mengaku ada dua alasan utama mengapa ia memilih berjualan kambing. Pertama, ia mengaku memang senang berdagang. Bahkan, sejak SMP, jiwa wirausahanya sudah muncul. Saat SMP, Meiyin sudah mulai berjualan kaos sablon ke teman-temannya. Itu berlanjut saat kuliah, yang mana ia berbisnis sedotan stainless dan laku keras.

“Bulan Mei ini kan aku baru selesai internship di sebuah RS. Nah, STR aku, yang jadi prasyarat buat bekerja aku kerja secara legal belum turun. Makanya buat ngisi waktu, aku nyalurin jiwa kewirausahanku tadi lewat jualan kambing,” kata lulusan kedokteran ini.

“Momennya kan juga pas. Jelang Idul Adha. Dan kebetulan aku juga punya partner yang paham soal seluk beluk jualan kambing ini.”

Baca halaman selanjutnya…

Pilih jualan kambing sebagai sumber utama penghasilan karena sadar diri sama kecilnya gaji dokter.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 5 Juni 2024 oleh

Tags: kedokterankedokteran ubmahasiswa malangMalangS2 kedokteranUBUniversitas Brawijaya
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Sarjana Jurusan Agribisnis jualan keripik buah. MOJOK.CO
Edumojok

Sibuk Jualan Sambil Kuliah daripada Jadi Mahasiswa “Kura-kura”, Lulusan Agribisnis Ini Sukses Dagang Keripik sampai Luar Negeri

11 Maret 2026
Orang Surabaya hina Malang. MOJOK.CO
Urban

Malang Dihina “Desa”, padahal Tempat Pelarian Terbaik bagi Orang Kota Surabaya yang Stres meski Punya Mal Mewah

5 Maret 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO
Ragam

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
Kumpul kebo (kohabitasi) sesama jenis di Malang dan Surabaya. Menemukan kebahagiaan, berharap menikah, tapi takut lukai hati orang tua MOJOK.CO
Ragam

Kumpul Kebo Sesama Jenis di Malang-Surabaya: Tak Melulu Soal Seks, Merasa Bahagia meski Lukai Orang Tua

7 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
iphone 11, jasa sewa iphone jogja.MOJOK.CO

User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol

14 Maret 2026
Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang MOJOK.CO

Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

20 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Kapok Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.