Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

UTBK Ditemani Bapak Naik Bus 7 Jam ke Jogja, Nyesek Gelar Cumlaude Tak Ada Artinya karena Tak Bisa Membanggakannya

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
24 April 2025
A A
Wisuda.MOJOK.CO

Ilustrasi - Wisuda (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Wisuda yang tidak dinanti

Hanifa tak mau mengecewakan sang bapak yang sudah bekerja keras dan menaruh harapan besar padanya.

Maka dia menjalani kuliah dengan penuh kesungguhan. Nilai akademik maupun non-akademiknya sama-sama baik. Hasilnya, dia wisuda dengan predikat Cumlaude.

Hanya saja, predikat itu akhirnya terasa tidak berarti sama sekali. Karena dia tidak bisa membanggakannya pada sang bapak yang sudah menemaninya sejak kegagalan UTBK-SNBT di kampus Jogja.

Bapak Hanifa meninggal sebulan sebelum Hanifa wisuda pada 2022 silam. Sebelumnya, sang bapak sudah mempersiapkan banyak hal untuk menemani Hanifa wisuda. Jauh-jauh hari bahkan sudah pulang dari Kalimantan.

Alhasil, ketika banyak mahasiswa tidak sabar menanti momen wisuda untuk foto bareng orangtua dan keluarga, Hanifa sebaliknya. Kalau bisa malah tidak usah ikut wisuda.

“Ikut wisuda pun buat apa? Yang ada aku dan ibu nanti malah nangis bareng saat prosesi wisuda karena keingat bapak,” ujarnya.

Gelar Cumlaude tidak ada artinya

Atas bujukan dari keluarga dan teman-temannya, Hanifa pada akhirnya berangkat wisuda juga. Meski dengan perasaan hampa.

Di momen wisuda itu Hanifa diumumkan sebagai salah satu mahasiswa Cumlaude untuk S1. Di tengah gemuruh tepuk-tangan teman-temannya, dia seperti mati rasa. Senang tidak, haru juga tidak. Benar-benar kosong.

“Orang yang paling pengin aku di sana, jadi sarjana, yang bahkan akan bekerja keras sampai aku S3 udah nggak ada. Gelar Cumlaude itu buat apa? Aku nggak bisa membanggakannya pada bapak,” ucap Hanifa.

“Mimpi-mimpi untuk S2 dan S3 pun sudah ikut terkubur bersama jasad bapak,” tutupnya.

Hari-hari Hanifa setelahnya terasa berat. Kehilangan laki-laki yang menjadi cinta pertama dalam hidupnya memang tidak mudah. Itulah kenapa, setiap momen UTBK-SNBT dan wisuda, perasaan sesak sering kali menyergap hatinya. Sesak sekali.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Sesal Seorang Anak: Lolos UTBK tapi Males Kuliah hingga DO, Cuma Bisa Minta Uang Terus sampai Ibu Sakit-sakitan atau liputan Muchamad Aly Reza lainnya di rubrik Liputan

 

Iklan

 

 

 

 

 

 

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 24 April 2025 oleh

Tags: Jogjakampus jogjaSNBTUTBKutbk snbtwisuda
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO
Sekolahan

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO
Sekolahan

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO
Sosok

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO
Kabar

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026
Kenapa aktivis yang memulai bisnis kerap dicap sebagai kapitalis? MOJOK.CO

Kenapa aktivis harus miskin dan yang memulai bisnis kerap dicap sebagai kapitalis?

4 Agustus 2026
Elang Jawa terbang bebas di Gunung Gede Pangrango, tapi masih berada dalam ancaman MOJOK.CO

Konsultasi Publik di Bandung Hasilkan Masukan Strategis Konservasi Elang Jawa 2026-2036

3 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Nggak Perlu Jadi Pelari Kalcer, Slow Jogging bikin Kita Waras Mental Sambil “Niko-niko” MOJOK.CO

Nggak Perlu Jadi Pelari Kalcer, Slow Jogging bikin Kita Waras Mental Sambil “Niko-niko”

3 Agustus 2026
Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja.MOJOK.CO

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja

6 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.