Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Saat UKT PTN Semakin Mahal, Kampus Muhammadiyah di Maumere Justru Bolehkan Mahasiswa Miskin Bayar Kuliah Pakai Pisang, Kelapa, sampai Ikan Laut

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
20 Mei 2024
A A
Kampus muhammadiyah bisa bayar pakai buah padahal ukt ptn pada naik.MOJOK.CO

Ilustrasi kampus Muhammadiyah, UM Maumere (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Cara-cara kampus Muhammadiyah ini meringankan mahasiswa

Sistem itu akhirnya diterapkan hingga saat ini. Hampir setiap tahun, selalu ada mahasiswa yang membayar kuliah dengan membawa hasil bumi ke kampus. Selain panenan dari kebun, ada pula yang membawa hasil tangkapan laut.

Selanjutnya, pihak UM Maumere juga melengkapi sejumlah mekanisme lain untuk meringankan biaya kuliah mahasiswa. Salah satunya, mekanisme angsuran yang semula 3x dalam satu semester menjadi bisa diangsur hingga 6 tahun sejak awal masuk kuliah.

“Jadi bisa saja, mahasiswa itu wisuda tapi belum tuntas biaya kuliahnya. Kalau umumnya mahasiswa lulus 4 tahun jadi diangsur sampai 2 tahun setelah lulus,” terangnya.

Belum lagi ada mekanisme beasiswa yang beragam. Selain memanfaatkan KIP Kuliah yang kuotanya terbatas, ada juga mekanisme beasiswa dari lembaga LazisMu dan lembaga lain yang bekerja sama dengan UM Maumere.

“Bahkan untuk beasiswa itu, terkhusus bagi mahasiswa yatim piatu, tidak hanya untuk yang muslim. Namun, juga mahasiswa beragam agama karena hampr 80 persen mahasiswa di sini itu nonmuslim,” terang Erwin.

Kampus Muhammadiyah dengan mahasiswa mayoritas nonmuslim

Mojok juga pernah mewawancarai Konsenius Wiran Wae (24), mahasiswa beragama katolik di UM Maumere. Sejak masih duduk di bangku SMA, pemuda ini mengaku sudah jatuh cinta dengan mata pelajaran Fisika. Ilmu yang menurutnya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Nyaris semua aktivitas memiliki korelasi dengan Fisika.

Sehingga ia pun memilih Program Studi Pendidikan Ilmu Fisika di UM Maumere. Program studi tersebut masuk ke dalam Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Tak hanya mengikuti proses pembelajaran, Wiran juga aktif dalam unit kegiatan dan komunitas di kampus. Ia paling aktif mengikuti Langit Sika, sebuah komunitas astronomi di program studinya. Selain itu ia juga sering berpartisipasi di Pusat Studi Astronomi.

“Di sini juga ada organisasi Kristen dan Katolik. Saya kebetulan tidak ikut aktif di sana karena sudah sibuk di Langit Sika,” ujarnya.

Wiran mengaku beruntung, selama menjalani perkuliahan ia mendapat dukungan dari beasiswa dari Lazismu dan Pemda Sikka. Keterbatasan ekonomi tidak jadi penghalang baginya untuk belajar di perguruan tinggi dan meraih mimpi.

Menurut Rektor UM Maumere, ke depan pihaknya akan semakin memperkuat integrasi antara kampus dengan dunia wirausaha. Harapannya, sistem membayar kuliah dengan hasil bumi ini bisa berjalan lancar seiring kampus bisa mengolah dan punya sistem penjualan yang lebih matang.

Cara UM Maumere menyiasati kondisi sosial demografis di NTT jadi oase di tengah informasi meningkatnya UKT berbagai PTN di Indonesia. Sejumlah riset menunjukkan biaya kuliah bagi mahasiswa memang semakin sulit terjangkau.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

Iklan

BACA JUGA Pengalaman Tak Terduga Mahasiswa Nonmuslim Kuliah di Kampus Muhammadiyah

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 22 Mei 2024 oleh

Tags: biaya kuliahkampus muhammadiyahMuhammadiyahuktum maumere
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO
Kampus

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Keindahan Semu di Kaki Gunung Semeru, Lumajang saat erupsi. MOJOK.CO
Aktual

Keindahan Semu di Kaki Gunung Semeru

21 November 2025
wisuda, tuli.MOJOK.CO
Kampus

Sering Dibilang Bodoh karena Tuli, Kini Membuktikan Diri dengan Menjadi Wisudawan Tunarungu Pertama di Kampusnya

24 Oktober 2025
Apa yang Terjadi Jika Muhammadiyah Tidak Pernah Ada? MOJOK.CO
Esai

Fakta Menyeramkan Jika Muhammadiyah Tidak Pernah Lahir di Indonesia

5 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.