Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Napas Lega Mahasiswa, Bisa Dapat Ijazah setelah Tertahan Lama karena Kampusnya Ditutup Kemendikbud

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
20 Desember 2023
A A
Menanti ijazah setelah kampus tutup.MOJOK.CO

Ilustrasi kampus tutup (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mahasiswa yang nyaris gagal dapat ijazah karena izin kampus dicabut Kemendikbudristek bisa bernapas lega. Meski perlu penantian panjang setelah kampusnya tutup.

***

Pada Oktober 2023 lalu, saya mencoba menghubungi kembali Agung Wijanarko, kenalan yang saya jumpai saat mengunjungi sebuah kampus tutup di Jogja. Ia mengaku bisa bernapas lega setelah akhirnya mendapat berkas yang ia nantikan sejak Maret 2022. Penantian panjang lebih dari setahun.

“Akhirnya sudah bisa saya ambil,” ujarnya lewat pesan singkat.

Pertemuan kami terbilang unik. Pada Rabu (8/3) silam, saat saya sedang menunggu Rektor STISIP Kartika Bangsa yang ditutup Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), Agung tiba dengan dua orang rekannya.

Raut kekhawatiran terlihat jelas di wajahnya. Saat itu, ia hendak meminta kepastian mengenai ijazah yang harusnya ia dapat. Agung datang jauh-jauh dari Gunungkidul ke Jalan Gambiran No 74, Giwangan, Umbuharjo, Kota Yogyakarta.

Sejak 2017, Agung menempuh studi S1 Jurusan Ilmu Administrasi Negara di STISIP Kartika Bangsa Yogyakarta. Perguruan tinggi yang berdiri sejak 20 Oktober 1987 ini memiliki tiga program studi yakni Sosiologi, Ilmu administrasi Negara, dan Magister Administrasi Publik.

Lelaki ini mengambik kelas karyawan. Aktivitas perkuliahan hanya di akhir pekan. Ijazah ia butuhkan demi kenaikan jabatan di kantornya.

Setelah melewati proses perkuliahan panjang, ia akhirnya lolos sidang skripsi pada Maret 2022. mendapat lampu hijau untuk mendapatkan sebuah ijazah demi menunjang pekerjaannya.

“Saat itu kampus mengabarkan kalau acara wisuda di bulan Oktober 2022,” terangnya.

Namun, sampai bulan yang ia nantikan, belum ada kejelasan dari kampus terkait tanggal wisuda. Alih-alih kabar bahagia, tiba-tiba ia justru mengetahui kalau Kemendikbud Ristek melalui LLDIKTI menutup kampusnya. SK penutupan STISIP Kartika Bangsa resmi diterbitkan pada 2 November 2022.

Kalang kabut ijazah nyaris gagal diraih setelah kampus tutup

LLDIKTI menutup STISIP Kartika Bangsa karena tidak melakukan pembelajaran secara benar dalam kurun waktu lama. Sekolah tinggi tersebut juga tidak memiliki data mahasiswa. Jam mata kuliah dan kegiatan perkuliahan di kampus tersebut juga tidak jelas. Bahkan, ada indikasi plagiarisme parah terjadi di kampus.

Saat itu, ia kalang kabut. Pasalnya, ia sudah lulus sidang skripsi sehingga berhak mendapat ijazah. Namun, justru kampusnya harus gulung tikar.

Sepengakuan Agung, selama ini ia menjalani perkuliahan dengan normal. “Selain memang kampusnya tidak ramai, saya melihatnya biasa saja. Wajar dan normal. Nggak ada istilahnya menyimpang gimana gitu,” terangnya.

Iklan

Beruntung, setelah melewati masa penuh ketidakpastian, ijazah berhasil ia rengkuh. Sejauh ia yang tahu, rekan-rekan seangkatan yang sempat mengalami kendala serupa juga sudah mendapat sertifikat tanda kelulusan tersebut.

Ilustrasi. Setelah lulus, mahasiswa menantikan ijazah (Charles DeLoye/Unsplash)

Cara Kemendikbud membantu mahasiswa 

Kasus kampus tutup memang bukan hal baru. Bahkan, pada Mei 2023 lalu, Kemendikbudristek kembali mencabut izin operasi 31 perguruan tinggi. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari adanya pengaduan masyarakat lewat Sistem Informasi Pengendalian Kelembagaan Perguruan Tinggi pada Pendidikan Tinggi Akademik (Sidali).

Melansir Detik, Direktur Kelembagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Dr Lukman ST MHum menjelaskan, LLDIKTI sebagai UPT Kemendikbudristek akan membantu pemindahan mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidik yang terdampak ke perguruan tinggi lainnya. Syaratnya harus ada bukti pembelajaran otentik.

Lukman mengatakan, proses pemindahan tiap mahasiswa ke kampus tujuan berlangsung tergantung pihak terkait. Demi membantu prosesnya,  LLDIKTI di berbagai wilayah kampus yang ditutup membantu pemindahan dengan membuka berbagai pos layanan.

Berdasarkan informasi dari Instagram @lldiktiwilayah4, perpindahan mahasiswa menjadi tanggung jawab badan penyelenggara, yakni LLDIKTI dalam hal PTS. Ketentuan ini sesuai dengan Permendikbud No. 7 Tahun 2020 pasal 21 ayat 3.

“LLDIKTI4 akan membantu dengan memverifikasi data perpindahan mahasiswa,” bunyi pengumuman LLDIKTI Wilayah IV terkait tindak lanjut pencabutan izin perguruan tinggi swasta, 14 April 2023 lalu.

Melansir BBC, pemerhati pendidikan, Supriadi Rustad berpendapat langkah Kemendikbud menutup kampus yang bermasalah merupakan langkah yang tepat. Sebab, keberadaan kampus semacam ini dapat merugikan masyarakat.

Ia juga menyarankan agar masyarakat lebih cermat memilih perguruan tinggi. Supriadi menilai kampus dengan mahasiswa kurang dari 1000 adalah salah satu cirinya.

“Jumlah kampus di Indonesia teramat banyak. Menurut saya tidak perlu buka kampus lagi. Apalagi di daerah yang sudah padat dengan perguruan tinggi. Kecuali di daerah terpencil,” katanya.

Mengingat peliknya situasi ini, Agung tentu beruntung akhirnya bisa menyandang ijazah penanda gelar sarjana. Di luar sana, mungkin ada mahasiswa dari kampus tutup yang tidak mujur sepertinya.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Sungguh-sungguh Terjadi di UNY, Mahasiswa Undang Orang Tua Datang Wisuda, Padahal Belum Lulus

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 21 Desember 2023 oleh

Tags: ijazahkampus tutupkemendikbudristeklldikti
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

mahasiswa unair surabaya.MOJOK.CO
Aktual

Pelamar Beasiswa Pendidikan Indonesia Kemendikbudristek Terlunta-lunta Dikhianati Hasil Seleksi

23 Oktober 2024
Kampus

Perdebatan Sarjana vs SMA di Dunia Kerja Harus Disudahi, Nyatanya Sarjana Memang Lebih Unggul dan Lebih Untung

5 April 2024
praktisi mengajar honornya kalahkan dosen.MOJOK.CO
Kampus

Honor Praktisi Mengajar Bisa Sampai Rp30 Juta Satu Semester, Mengiris Hati Dosen dengan Gaji “Kecil”

1 Maret 2024
mbkm.MOJOK.CO
Kampus

Ikut Program MBKM Bisa Bikin Mahasiswa Beli MacBook Baru sekaligus Nilai Anjlok dan Ditegur Dosen

23 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Scoopy Jual Tampang Bikin Malu, Mending Supra X 125

Honda Scoopy yang Cuma Jual Tampang Seharusnya Malu kepada Supra X 125 yang Tampangnya Biasa Saja, tapi Mesinnya Luar Biasa

28 Februari 2026
Denza D9 Bikin Alphard Terlihat Tua dan Tidak Menarik MOJOK.CO

Denza D9 Datang, Bikin Alphard Langsung Terlihat Tua dan Tidak Menarik: Pelajaran dari “Mobil China” yang Mengusik Singgasana Sang Raja

28 Februari 2026
Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya! MOJOK.CO

Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya!

23 Februari 2026
Upaya 1 tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kerja untuk warga, apa hasilnya? MOJOK.CO

Upaya 1 Tahun Pemkot Semarang Bekerja untuk Warga di Tengah Ragam Tantangan dan Keterbatasan, Apa Hasilnya?

23 Februari 2026
Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali

27 Februari 2026
Vokal kritisi kebijakan uin alauddin makassar, berujung fatal. MOJOK.CO

Pahitnya Jadi Mahasiswa Kritis di UIN Makassar: Berujung Skors, Beasiswa Dicabut, hingga Kecewakan Orang Tua yang Seorang Guru Honorer

24 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.