Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Derita Ibu PNS yang Anaknya Dapat UKT Termahal, Padahal Terlilit Utang Ratusan Juta dan Sendirian Hidupi Keluarga

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
28 Januari 2024
A A
guru pns tersiksa ukt mahal.MOJOK.CO

Ilustrasi guru pns (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Anggapan PNS hidup mapan dan berkecupan membuat anak mereka dapat UKT mahal di PTN. Padahal, ada di antara mereka terlilit utang hingga harus berjuang sendiri mencukupi kebutuhan anak dan pasangan.

PNS diasosiasikan dengan kemampuan finansial. Mereka memang punya gaji pokok, sertifikasi, hingga tunjangan. Namun, beban yang dipikul seringkali melampaui batas kemampuan.

Pengalaman itu dirasakan Hana* (47), bukan nama sebenarnya, seorang PNS guru beranak tiga. Sebagai guru, ia ingin semua anaknya bisa melanjutkan studi hingga perguruan tinggi. Namun, orang sepertinya mendapati momok yang cukup menyeramkan ketika anaknya masuk PTN.

“Kuliah di PTN harapannya dapat biaya yang terjangkau. Tapi buat guru seperti saya hampir pasti dapat UKT golongan tinggi,” keluhnya saat Mojok hubungi Sabtu (27/1/2024).

Beberapa tahun lalu, anak pertamanya diterima di sebuah PTN di Jogja. Anak keduanya duduk di bangku SMA sementara yang paling bungsu masih balita.

Hana merupakan perempuan yang jadi tumpuan keluarga. Suaminya kini merupakan bapak rumah tangga yang tidak punya pekerjaan tetap.

Sementara itu, gajinya sebagai PNS golongan III D juga sudah tidak utuh. Hampir setengahnya harus terpotong setiap bulan untuk mencicil utang suaminya. SK PNS miliknya jadi jaminan saat dulu utang ke bank yang nominalnya ratusan juta.

“Untuk modal usaha suami tapi sudah gulung tikar, sekarang bebannya masih terasa,” ungkapnya.

Tidak semua PNS berkecukupan untuk bayar UKT.MOJOK.CO
Ilustrasi. PNS tidak selalu punya kemampuan finansial baik (Micheile Henderson/Unsplash)

Menopang biaya kehidupan keluarga beranggotakan lima orang bukan perkara mudah. Anaknya yang balita juga punya banyak kebutuhan dengan biaya yang tak murah. Sementara anak pertamanya ternyata harus mendapat UKT paling mahal.

UKT mahal bagi anak PNS yang tidak adil

Kebahagiaan saat anaknya masuk PTN hanya bertahan sebentar. Pasalnya, Hana langsung kaget ketika anaknya mendapat UKT golongan tertinggi. Besarnya Rp7 juta per semester.

UKT hanya satu komponen dari berbagai biaya kebutuhan awal yang perlu ia keluarkan bagi sang anak. Ada uang saku, uang sewa kos, hingga membeli berbagai kebutuhan awal sebelum perkuliahan yang jumlahnya tidak sedikit.

“Saya nggak punya tabungan sama sekali saat itu. Terpaksa harus utang ke orang tua saya. Nggak enak rasanya harus minjam ke mereka padahal saya sudah berkeluarga,” tuturnya.

Sementara itu, proses sanggah UKT tidak selalu berjalan lancar. Apalagi status orang tuanya PNS.

“Anak saya sampai saya suruh menjelaskan utang, bapaknya yang sedang tidak kerja, sampai beban berat ibunya. Bagaimana lagi, demi bisa dapat UKT lebih terjangkau,” keluhnya.

Iklan

Baca halaman selanjutnya…

PNS merana sementara anak pengusaha bisa manipulasi UKT

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 28 Januari 2024 oleh

Tags: gurukuliahMahasiswaPNSukt
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Bukber, ASN, kantor.MOJOK.CO
Sehari-hari

Ikut Bukber Kantor di Acara ASN Itu Bikin Muak: Isinya Orang Cringe dan Seksis yang Bikin Risih, tapi “Haram” Buat Ditolak

22 Februari 2026
kuliah di austria, rasisme.MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah di Austria Bikin Kena Mental: Sistem Pendidikannya Maju, tapi Warganya “Ketus” dan Rasis

20 Februari 2026
Tabungan penting, tapi mahasiswa Jogja yang masih harus irit demi makan kesulitan menabung
Sehari-hari

Tabungan Itu Penting, Tapi Mahasiswa Jogja yang Masih Harus Gali Lubang Tutup Lubang Demi Makan Mana Bisa

10 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO
Sosok

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Sahur dengan MBG, Nilai Gizinya Lebih Cocok untuk Mahasiswa ketimbang Anak Sekolah

24 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Honda Scoopy, Motor Busuk yang Bikin Konsumen Setia Kecewa (Wikimedia Commons)

Karena Cinta dan Setia, Rela Membeli 11 Motor Honda tapi Berakhir Kecewa karena Honda Scoopy Hanya Jual Tampang tapi Mesinnya Menyedihkan

25 Februari 2026
Takjil bingka dari Kalimantan

Seloyang Bingka di Jogja: Takjil dari Kalimantan yang Menahan Saya agar Tetap “Hidup” di Perantauan

23 Februari 2026
Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) kerap disalahpahami mahasiswa PTN atau PTS umum lain MOJOK.CO

4 Hal yang Sudah Dianggap Keren dan Kalcer di Kalangan Mahasiswa UIN, Tapi Agak “Aneh” bagi Mahasiswa PTN Lain

28 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP serba salah, penerima beasiswa LPDP dalam negeri dan LPDP luar negeri diburu

Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.