Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Cerita Mahasiswi Sastra Inggris UNY Kelar Skripsi 2 Bulan dan Jadi Lulusan Tercepat Gara-gara Hampir Putus Kuliah karena Pandemi

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
11 Mei 2024
A A
Cerita Mahasiswi Sastra Inggris UNY Kelar Skripsi 2 Bulan dan Jadi Lulusan Tercepat Gara-gara Hampir Putus Kuliah karena Pandemi

Cerita Mahasiswi Sastra Inggris UNY Kelar Skripsi 2 Bulan dan Jadi Lulusan Tercepat Gara-gara Hampir Putus Kuliah karena Pandemi

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dua bulan, itulah waktu yang dibutuhkan Restu Bumi (25) untuk menyelesaikan skripsinya. Mahasiswi Sastra Inggris UNY ini jadi orang pertama di angkatan 2017 yang lulus di prodinya. Saya tahu pertanyaan kalian apa. Yang pertama, kok bisa. Yang kedua, seperti apa cara dia menyelesaikan skripsi.

Saya pun menanyakan hal yang sama, kok bisa, ada mahasiswa bisa secepat itu menyelesaikan skripsi, terlebih di salah satu jurusan paling susah di UNY.

Saya akhirnya punya kesempatan untuk berbincang tentang hal ini dengan Restu Bumi (09/05/2024), tentang bagaimana dia bisa menyelesaikan skripsinya begitu cepat, dan tipsnya seperti apa. Yang saya kaget adalah, dia tidak punya tips khusus. Dia juga tidak menghabiskan 2 bulan tersebut full mengerjakan skripsi, tapi masih bisa healing tipis-tipis.

Tapi sebelum bicara itu, kita harus tahu apa alasan Restu memilih untuk mengerjakan skripsinya secepat itu.

Pandemi, seperti yang kita tahu, menghancurkan tatanan dunia yang ada. Perusahaan mulai sadar bahwa kerja tak harus melulu on site, bisnis yang established bisa hancur, dan kehancuran ekonomi terkadang hanya butuh satu jentikan jari. Restu, mahasiswi Sastra Inggris UNY ini pun tak selamat dari pandemi.

Restu harus menghadapi kenyataan bahwa keluarganya terkena efek pandemi. Dia harus menghadapi kenyataan terpahit yang mungkin pernah dia dengar: selesai kuliah pada semester 7, atau putus kuliah. Dua pilihan tersebut tak ada yang menyenangkan. Kelar kuliah di semester 7 memang lebih mungkin, tapi jelas tidak ada yang mudah dari hal itu.

Sedangkan putus kuliah, tentu saja bukan opsi yang siapa pun mau ambil.

Mau tak mau, Restu harus memperkuat diri dan motivasi untuk menyelesaikan skripsinya pada semester 7. Berat, tapi untuk orang yang punya alasan kuat, semua akan lancar, atau piye carane digawe lancar.

Cuti kuliah Sastra Inggris UNY? Nga dulu

Restu bisa saja cuti kuliah lalu kerja. Tapi bagi mahasiswi Sastra Inggris UNY ini, itu bukan pilihan yang masuk akal. baginya, dia sudah ada di ujung, nanggung kalau mau berhenti. Toh, finis sudah di depan mata.

“Aku ketakutan kalau temenku lulus duluan, lalu aku tertinggal sendirian, aku (yg punya mental lembek) pasti bakal nyerah sama kuliah. Jadi akhirnya aku memilih pilihan pertama, yaitu (mengusahakan) untuk lulus di semester 7. Means, aku harus ngejar skripsi as hard as I could.”

Pilihan tersebut tentu tak mudah. Awalnya, Restu merasa ini masih masuk akal dikejar. Selama semester 6, dia menghabiskan banyak waktunya untuk penelitian yang dilakukan bersama dosen. Dosennya juga bilang kalau penelitian ini bisa jadi skripsinya.

Nahasnya, ternyata penelitiannya tak bisa jadi skripsi. Tapi tentu saja, itu bukan penghambat, sebab cerita akan berhenti di sini jika hal tersebut menghancurkan resiliensi mahasiswi Sastra Inggris UNY ini.

Yang harusnya jadi bencana untuk Restu, justru jadi hari di mana semesta mendukungnya untuk melewati jalur takdir yang lain. Dosen pembimbingnya memberi alternatif yang bisa Restu jadikan sebagai bahan skripsinya. Mulai dari bahan itulah, Restu bekerja keras.

Semesta mendukung

Saya sempat bilang bahwa semesta mendukung Restu dalam skripsian. Saya tidak sedang bermanis kata, sebab Restu, mahasiswi Sastra Inggris UNY ini bilang sendiri.

Iklan

Kos yang ditinggalkan banyak penghuninya membantu Restu untuk fokus skripsian. Tak ada gangguan, tak ada suara penghuni kos yang menyebalkan, Restu menciptakan api-api di jemarinya yang beradu dengan papan ketik.

Dosen pembimbingnya yang “mematahkan hatinya”, begitu mendukung dan memberi Restu hal-hal yang dia butuhkan untuk segera kelar. Restu bahkan bilang, bahwa dosen pembimbingnya tokoh yang berperan vital dalam kelulusannya.

“Kalau kuingat-ingat, Dosbingku suka banget masakin mahasiswa yang dateng skripsian. Jadi mungkin itu salah satu metode beliau ya biar mahasiswanya rajin bimbingan hahaha.”

Tuhan selalu memberikan jalan yang tak terduga untuk hambanya, dan Sang Pencipta mengukir satu jalan untuk Restu.

Baca halaman selanjutnya

Tidak ada cara khusus, kerjain aja

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 25 Mei 2024 oleh

Tags: dosen pembimbingsastra inggrisSastra Inggris UNYskripsiuny
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Saat anak bangga jadi mahasiswa abadi (tak kunjung lulus kuliah karena sibuk organisasi hingga lupa skripsi) ternyata bikin orang tua terbebani MOJOK.CO
Sekolahan

Anak Betah Jadi Mahasiswa Abadi karena Sibuk Organisasi dan Ogah Garap Skripsi, Ortu di Rumah Pura-pura Memahami padahal Terbebani

4 Mei 2026
Skripsi Jurusan Antropologi Unair susah. MOJOK.CO
Sekolahan

Kecintaan Mengerjakan Skripsi di Jurusan Antropologi Unair, Malah Jadi “Donatur Tetap” dan Tersadar karena Nasihat Timothy Ronald

14 April 2026
Garap skripsi modal copas karena alasan sibuk di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tak punya duit buat bayar joki. Lulus PTN tepat waktu tapi berakhir kena karma MOJOK.CO
Sekolahan

Skripsi Modal Copas karena Sibuk di Ormek dan Tak Kuat Bayar Joki, Lulus PTN Tanpa Kendala tapi Sengsara Tak Bisa Kerja

13 April 2026
Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)
Pojokan

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

2 Juni 2026
Skandal Kopenhagen dan Travel Grant: Mengapa Sistem Akademik Indonesia Justru Melahirkan Conference Hunter Palsu? MOJOK.CO

Skandal Kopenhagen dan Travel Grant: Mengapa Sistem Akademik Indonesia Justru Melahirkan Conference Hunter Palsu?

29 Mei 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

1 Juni 2026
Sebat Bareng menjadi upaya sederhana merespons kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Berlangsung di 16 daerah MOJOK.CO

Sebat Bareng di 16 Kabupaten/Kota: Cara Sederhana Tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Pengingat Industri Kretek Masih Dibutuhkan Indonesia

31 Mei 2026
Pengalaman Merusak Astrea Grand Jadi Motor Racing Kampung MOJOK.CO

Pengalaman Saya “Merusak” Astrea Grand Milik Bapak Menjadi Motor Racing Kampung: Jebakan Menyenangkan dari Motor Honda yang Menjerat Saya Sampai Tua

2 Juni 2026
Pentingnya keamanan siber di dunia digital. MOJOK.CO

Idul Adha: Refleksi untuk Kita yang Rela Mengorbankan Data Pribadi Dijual Secara Bebas Tanpa Tahu Kefatalannya

28 Mei 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

1 Juni 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.