Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Jurusan Pengobat Tradisional di Unair, Kuliahnya Nggak Hanya Bikin Jamu

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
10 Maret 2025
A A
Alumni Vokasi Universitas Airlangga Jurusan Pengobat Tradisional. MOJOK.CO

ilustrasi - seorang alumni Unair Jurusan Pengobat Tradisional. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Alumni Pengobat Tradisional Unair sering dikira dokter

Jauh berbeda dengan gambaran Titi sebelumnya, Pengobat Tradisional tak hanya belajar membuat jamu melainkan belajar akupunktur, pijat, herbal, dan nutrisi. Jamu sendiri masuk dalam kompetensi herbal. 

“Yang banyak akupelajari justru akupunktur, pengobatan tradisional dari Cina,” kata dia.

Dari sana, Titi belajar mengenal berbagai sindrom atau gejala-gejala penyakit yang dialami manusia. Mulai dari memahami titik-titik akupunktur, memperhatikan cara orang tersebut berperilaku, mengenali gejala fisiknya, hingga membuat ramuan herbal. 

Tak jauh berbeda dengan dokter, untuk mengobati pasien Titi harus melakukan pemeriksaan, observasi, pendengaran, persepsi, dan perabaan. Misal, mulai dari pasien itu duduk, letih lesunya, bentuk matanya, suaranya, nadinya, dan sebagainya. 

“Kami bahkan sering dikira dokter padahal terapis,” ucapnya. 

Sebagai informasi, lulusan program vokasi (D4) kesehatan Unair memang bekerja di rumah sakit, klinik, dan laboratorium. Titi sendiri sempat terkejut karena karena pada mulanya ia memang menghindari pekerjaan yang banyak berinteraksi dengan orang lain. 

Mengirim lamaran kerja setelah kuliah

Usai lulus kuliah dari Vokasi Unair hingga sekarang, Titi masih sulit mencari pekerjaan yang linier di bidangnya. Padahal, sebelum ia mendaftar dan dinyatakan lolos kuliah di Vokasi Unair, Titi sudah punya harapan dengan peluang kerja yang bagus.

“Masa depan cerah dengan Vokasi Unair. Lulusan Vokasi Unair memiliki prospek kerja yang cerah di berbagai sektor,” dikutip dari laman resmi Vokasi Unair yang juga membuat Titi tergiur dan semakin mantap memilih Pengobat Tradisional pada saat itu.

Namun, setiap kali Titi memeriksa lowongan kerja di rumah sakit atau puskesmas yang memang menyediakan Poli Batra untuk layanan Pengobat Tradisional, ia kurang beruntung karena belum ada lowongan untuknya. Sementara, Poli Batra yang paling banyak justru ada di Surabaya tapi sudah penuh.

Oleh karena itu, banyak alumni battra yang memilih membuka lapangan kerja sendiri. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplemen, mereka dapat membuka Griya Sehat, yakni fasilitas pelayanan kesehatan tradisional yang menyelenggarakan perawatan atau pengobatan tradisional komplementer oleh tenaga kesehatan.

Selain itu, alumni bisa membuat praktik mandiri bahkan mengeluarkan produk yang berhubungan dengan battra seperti skincare natural, minuman herbal, dan lain sebagainya. Tentu saja, alumni harus melengkapi syarat-syarat tertentu.

Sementara itu, Titi masih dalam pencarian karier. Ia percaya, lulusan Pengobat Tradisional masih banyak dibutuhkan di dunia kerja. Ia juga yakin jika peluangnya masih terbuka lebar.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Iklan

Redaktur : Ahmad Effendi

BACA JUGA:  Lulusan D3 Selalu Diremehkan di Dunia Kerja, Didiskriminasi Sampai Ditolak Perusahaan 100 Kali atau liputan Mojok lainnya di rubrik  Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 11 Maret 2025 oleh

Tags: alumni Unairgriya sehatjurusan pengobat tradisionalvokasi Unair
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

mahasiswa jurusan ilmu ekonomi.MOJOK.CO
Kampus

Mahasiswa Ekonomi Unair Tiap Hari Waswas Melihat Kondisi Negara, Lulus Sarjana Masih Sulit Cari Kerja

5 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gagal seleksi CPNS (PNS ASN) pilih nikmati hidup dengan mancing MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang

9 April 2026
#NgobroldiMeta jadi upaya AMSI dan Meta dukung pelaku media memproduksi jurnalisme berkualitas di era AI MOJOK.CO

#NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI

10 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Warung nasi padang jual rendang khas Minang di Jogja

Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

10 April 2026
Kerja WFH untuk ASN bukan solusi. MOJOK.CO

WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?

6 April 2026
Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung MOJOK.CO

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung

6 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.