Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Pemkot Jogja Buru “DNA” 18.000 Usaha Kecil untuk Basis Data Tunggal 2026 demi Kebijakan Tepat Sasaran

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
20 Agustus 2026
A A
UMKM, UKM.MOJOK.CO

Ilustrasi Usaha Kecil (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kesalahan sasaran dalam penyaluran bantuan maupun program pembinaan Usaha Kecil dan Mikro (UKM) kerap bermuara pada satu masalah klasik, yakni ketidakakuratan data. Mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota Jogja meluncurkan program Pendataan Usaha Kecil dan Mikro (P-UKM) 2026 sebagai langkah strategis membangun Basis Data Tunggal yang presisi dan mutakhir.

“Sebanyak 18.000 data UKM baru ditargetkan terkumpul di seluruh wilayah Kota Jogja melalui pendataan langsung, digital, terverifikasi, dan berkelanjutan,” tegas Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto Raharjo melalui keterangan tertulisnya, Kamis (20/8/2026).

Membedah dapuran bisnis UKM 

Orientasi pendataan tahun ini bergeser secara radikal. Tri Karyadi menjelaskan bahwa P-UKM 2026 dirancang bukan sekadar untuk menghitung jumlah usaha semata, tetapi membedah “DNA” atau profil fundamental dari para pelaku usaha berdasarkan wilayah, lapangan usaha, dan skalanya.

Informasi spesifik seperti rantai pasok, permodalan, hingga kendala operasional menjadi target penggalian data. 

“Data akan menjadi dasar analisis dan perencanaan, sekaligus membantu Pemkot Jogja menyusun strategi pembinaan UKM yang lebih sesuai dengan kondisi, kebutuhan, potensi, dan kendala usaha di lapangan,” paparnya.

Sasaran dan cakupan pendataan 

Sasaran sensus ini difokuskan pada pelaku usaha sektor nonpertanian yang memiliki lokasi fisik menetap, baik itu bangunan khusus usaha maupun bangunan campuran. Usaha yang bersifat keliling atau tidak menetap, serta sektor pertanian, tidak masuk dalam radar pendataan ini.

“Pendataan mengutamakan UKM yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) ataupun dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Kota Jogja,” terang Tri Karyadi. 

Menariknya, sasaran pendataan ini juga menjangkau warga ber-NIK dan berdomisili di Kota Jogja yang menjalankan roda bisnisnya di luar batas administratif kota.

“Pendekatan ini penting agar basis data tidak hanya merekam usaha yang mudah terlihat, tetapi juga memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai aktivitas ekonomi UKM yang terkait dengan warga Kota Jogja,” tambahnya.

Mobilisasi enumerator berbasis digital 

Untuk merealisasikan pencarian data secara masif, P-UKM 2026 akan mengeksekusi metode digital yang dikombinasikan dengan tatap muka melintasi 14 kemantren dan 45 kelurahan.

“Untuk mendukung pencapaian target, disiapkan 45 enumerator yang bekerja berdasar pembagian target per kemantren. Pengumpulan data dilakukan dengan metode CAPI (Computer-Assisted Personal Interviewing) melalui Aplikasi Survey UKM secara online,” kata Tri Karyadi.

Nantinya, para enumerator tidak sekadar menginput kuesioner, tetapi juga wajib mendampingi pelaku usaha secara langsung di lapangan guna memastikan informasi yang diunggah valid. 

Data digital ini selanjutnya akan disaring secara berlapis oleh tim verifikator guna menjamin ekosistem data yang terhimpun benar-benar akurat, mutakhir, dan bebas dari rekayasa.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Pemkot Jogja Luncurkan Program ‘Setu Sinau’ di Malioboro, Wisatawan Kini Bisa Belajar Budaya Sambil Jalan-Jalan

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2026 oleh

Tags: Basis Data TunggalDinas KoperasiP-UKM 2026Pendataan UKM Jogjasensus bisnis UKMukm jogjaumkm yogyakarta
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

festival umkm yogyakarta.MOJOK.CO

Festival Nglarisi: Upaya Pemerintah Kota Yogyakarta Hidupkan UMKM 

22 Agustus 2024
Ninja Xpress Bantu UKM Tumbuh dengan Affiliate Marketing MOJOK.CO

UKM Daerah Makin Profit karena Pakai Affiliate Marketing Bareng Ninja Xpress, Awalnya Bisnis Kecil-kecilan Kini Makin Banyak Cuan

27 Juni 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia MOJOK.CO

Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia tapi justru karena itu saya sayang banget sama motor ini

18 Agustus 2026
TPU Farm: Ketika Kematian Menumbuhkan Kehidupan MOJOK.CO

TPU Farm: Ketika Cabai Tumbuh di Area Makam

17 Agustus 2026
Ide bisnis sewa HP flagship, ide aneh raup omzet 20 juta per bulan MOJOK.CO

Ide bisnis sewa HP flagship ternyata begitu menguntungkan, modal 3 HP bisa raup omzet 20 juta per bulan

20 Agustus 2026
Telat 3 Hari Perpanjang SIM, Pak Guru Ahmad Melawan Aturan yang Tak Kenal Ampun MOJOK.CO

Telat 3 Hari Perpanjang SIM, Pak Guru Ahmad Melawan Aturan yang Tak Kenal Ampun

14 Agustus 2026
Cuaca ekstrem, memanen air hujan.MOJOK.CO

Memanen Air Hujan Seperti Orang Desa Dianggap Budaya Jorok dan Terbelakang, padahal Bisa Menjadi Penyelamat Saat Kekeringan 

17 Agustus 2026
Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026 MOJOK.CO

Memaknai “LAKU” dalam Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026: Sejauh Mana Bermanfaat dalam Ekosistem Sastra

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.