Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Jagat

Hadapi Krisis Iklim, Ilmu Fisiologi Pohon Jadi Kunci Selamatkan 12 Juta Hektare Lahan Kritis

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
13 Agustus 2026
A A
fisiologi pohon, walhi kerusakan lingkungan mojok.co

Ilustrasi kerusakan hutan (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi masyarakat Papua, pohon bukanlah sekadar kayu dan daun yang tumbuh di atas tanah. Pohon, adalah denyut jantung kehidupan yang menyatukan kompleksitas hubungan antara air dan tanah. 

Tanah menjadi wadah bagi air, dan air mencegah tanah hancur menjadi debu yang mati. Filosofi luhur ini ternyata tidak hanya hidup dalam kearifan lokal, tetapi juga sejalan dengan pengamatan ilmiah manusia selama ribuan tahun.

Iklan

Dari pengamatan panjang terhadap tumbuhan berkayu inilah, lahir sebuah fondasi ilmu yang sangat krusial di masa kini. Bernama “Fisiologi Pohon” dan “Fisiologi Cekaman”. 

Pemahaman terhadap ilmu ini menjadi alarm yang sangat relevan ketika bumi sedang dikepung oleh krisis iklim yang mempercepat laju perubahan lingkungan.

Diam-diam pohon juga mengalami stres

Perubahan iklim bukan sekadar soal cuaca yang makin panas. Layaknya manusia, pohon pun bisa mengalami “stres” atau cekaman yang luar biasa akibat kondisi lingkungannya.

Hal ini dibahas oleh Prof. Ir. Eny Faridah, M.Sc., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Fisiologi Pohon di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (13/8).

“Di tengah-tengah krisis iklim seperti sekarang ini, cekaman perubahan lingkungan adalah keniscayaan yang harus dihadapi oleh siapa pun, tidak terkecuali tumbuhan,” tegas Prof. Eny, sebagaimana dikutip dari laman resmi UGM.

Perubahan iklim tak pelak membawa rentetan mimpi buruk bagi pepohonan. Menurut Prof. Eny, ancaman paling mematikan adalah cekaman kekeringan. 

Kekeringan secara brutal menurunkan performa tanaman, menghambat pertumbuhan, hingga berujung pada kematian massal tumbuhan. Ketika tanaman mengalami stres akibat kekeringan, mereka terpaksa mengandalkan sistem detoksifikasi alami demi mempertahankan keseimbangan air dan kelangsungan selnya.

Selain kekeringan, pohon juga harus bertarung melawan cekaman lain, yakni berupa suhu ekstrem yang melambatkan laju tumbuh, salinitas (tingginya garam di tanah), penggenangan air yang merusak fungsi fisiologis, hingga krisis unsur hara yang membuat pohon kekurangan nutrisi. 

Situasi ini diperparah oleh produksi karbon dioksida (CO2) global yang melonjak tajam, dari 310 ppm pada tahun 1960 menjadi 432,5 ppm pada Mei 2026. Pohon merespons semua gangguan brutal ini lewat kondisi fisiologisnya.

Menciptakan spesies angguh untuk 12 juta hektare lahan

Pemahaman terhadap “penderitaan” pohon ini bukanlah tanpa tujuan. Saat ini, terdapat sekitar 12 juta hektare lahan marjinal dengan berbagai karakteristik sulit yang menanti untuk dipulihkan. Upaya rehabilitasi lahan ini tentu akan gagal total jika dilakukan secara serampangan tanpa memahami bagaimana pohon bereaksi terhadap iklim ekstrem.

Sebagai solusinya, Prof. Eny menawarkan pendekatan sains yang taktis. Guna menghadapi kekeringan ekstrem, penciptaan varietas unggul mutlak diperlukan. 

“Hibridisasi antarspesies dapat dikaji untuk meningkatkan toleransi para keturunan spesies yang rentan,” jelasnya.

Iklan

Pada akhirnya, pembangunan sektor kehutanan nasional harus berakar kuat pada pemahaman dinamika fisiologi pohon. Prof. Eny, yang kini menjadi satu dari 539 Guru Besar aktif di UGM dan 18 Guru Besar aktif di Fakultas Kehutanan mengingatkan bahwa sains dan kebijakan harus berjalan beriringan.

Proyek rehabilitasi ekosistem hutan akan rapuh jika tidak didukung oleh sains fisiologi pohon. Sebaliknya, ilmu fisiologi pohon juga akan kehilangan arah bila tak didukung oleh kebijakan terapan yang tepat.

“Dengan jalinan kerja sama semacam ini, diharapkan di tengah-tengah cekaman perubahan iklim, rehabilitasi ekosistem hutan akan tetap bisa dilakukan dengan tingkat keberhasilan tinggi,” tutup Prof. Eny meyakinkan.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

Sumber: ugm.ac.id

BACA JUGA: Geliat TPA Troketon: Berpacu dengan Waktu Menjinakkan Bau Sampah dan Air Lindi Jadi Tempat yang Ramah Lingkungan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 13 Agustus 2026 oleh

Tags: Fisiologi Pohonguru besar UGMkrisis iklimKrisis iklim IndonesiaRehabilitasi lahan kritisUGM Cekaman lingkungan tanaman
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Waspada "Silent Killer", Guru Besar UGM Sebut Emboli Paru Sering Terlambat Terdeteksi.MOJOK.CO
Kesehatan

Waspada “Silent Killer”, Guru Besar UGM Sebut Emboli Paru Sering Terlambat Terdeteksi

30 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda
Video

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!
Video

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 1): Bukan Guru Besar Biasa, Diuji Bukan dengan Pujian

21 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO
Sosok

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Token listrik lebih awet setelah mengubah kebiasaan kecil di rumah (Unsplash)

Token listrik lebih awet setelah saya mengubah kebiasaan kecil di rumah

7 Agustus 2026
Modal 2 juta bisa untung cepat dari usaha rumahan cuci sepatu MOJOK.CO

Modal 2 juta bisa untung cepat dari usaha rumahan cuci sepatu

11 Agustus 2026
Tinggal di kos dekat kampus niat cari kemudahan di awal menjadi mahasiswa baru (maba), malah jadi pemicu konflik sosial yang merepotkan diri sendiri MOJOK.CO

Kos Dekat Kampus Memang Beri Kemudahan, Tapi Jadi Pemicu Rangkaian Konflik Sosial yang Merepotkan Diri Sendiri

10 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

1 Juta Sarjana Jadi Pengangguran hingga Terpaksa Pinjol untuk Biaya Konsumtif, Apa yang Harus Pemerintah Lakukan?

11 Agustus 2026
ngaji al-qur'an.MOJOK.CO

Promosi Miras Pakai Hafalan Al-Qur’an: Diklaim Lecehkan Agama, Berpotensi Mengulang Blunder Hollywings 

11 Agustus 2026
El Nino.MOJOK.CO

Ancaman El Nino Kuat Intai Indonesia, Waspada Kekeringan Ekstrem dan Kebakaran Hutan

11 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.