Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Histori

Sejarah PO Bus Prayogo Jogja, Bertahan karena Bisa Baca Masa Depan

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
15 Juni 2024
A A
Sejarah PO Bus Prayogo Jogja, Bertahan karena Bisa Baca Masa Depan MOJOK.CO

Ilustrasi Sejarah PO Bus Prayogo Jogja, Bertahan karena Bisa Baca Masa Depan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bus Prayogo jadi salah satu perusahaan otobus legendaris asal Yogyakarta yang kini masih bertahan. Menghadapi gempuran kredit sepeda motor yang begitu mudah, bus ini sukses membaca peluang hingga mengembangkan diri di bus pariwisata dan antar kota antar provinsi.

***

Rasa penasaran tentang Bus Prayogo akhirnya terjawab. Dulu bus ini mudah sekali saya jumpai di jalur Jogja Godean-Kenteng maupun Jogja-Wates. Sebelum pandemi saya bahkan beberapa kali naik bus ini dari titik nol kilometer hingga Sedayu di Bantul.

Namun, sejak pandemi tak satu pun saya lihat Bus Prayogo melewati Jalan Wates atau Jalan Godean. Padahal bus ini tergolong legendaris. Saat masih kecil, bus ini jadi langganan keluarga saya untuk berkunjung ke rumah nenek. Dari Cilacap, kami berhenti di Sentolo dan berganti menggunakan Bus Prayogo menuju terminal Kenteng dilanjutkan menuju terminal kecil di Sembuhan, Minggir Sleman. 

Pertanyaan itu akhirnya terjawab saat saya ngobrol dengan Mas Ardhi Ashari (33), karyawan PO Bus Prayogo bagian operasional di tempat kerjanya, Ngijon, Minggir, Kabupaten Sleman, Kamis (13/6/2024). 

“Setelah pandemi, trayek Jogja-Godean-Kenteng dan Jogja-Wates sudah nggak ada, Mas,” katanya. Sekarang, Po Bus Prayogo yang berdiri tahun 1988 ini fokus pada trayek jarak jauh dan bus pariwisata. 

Deretan Bus Prayogo di garasi bengkelnya di Jalan Godean MOJOK.CO
Deretan Bus Prayogo di garasi bengkelnya di Jalan Godean. Keputusan untuk membuka rute jarak jauh dan punya armada bus pariwisata menyelamatkan bisnis Bus Prayogo. (Agung Purwandono/Mojok.co)

Saya lantas ngobrol panjang lebar dengan Mas Ardhi tentang sejarah Bus Prayogo. Namun, keberuntungan sepertinya memihak saya pada hari itu. Saat mengambil foto. Saya justru bertemu dengan Pak Maryanto (64), sosok di balik lahirnya PO Bus Prayogo. 

“Lho, tanya sejarah kok sama Ardhi. Saya kan yang buat,” katanya tertawa. Pagi menjelang siang itu, Pak Maryanto sedang santai, ia duduk di kursi sambil mengawasi pekerjanya yang tengah memperbaiki armada-armada milik Po Bus Prayogo. 

Berawal dari usaha truk

Maryanto menceritakan bagaimana ia mendirikan Bus Prayogo hingga kemudian mampu bertahan hingga kini. Bermula ketika ia usaha truk di sekitar 1983. Ia beralih ke bus penumpang di tahun 1988. 

Momen untuk membuka usaha bus penumpang adalah selesainya jembatan Ngapak di atas Sungai Progo yang menghubungkan Sleman dan Kulon Progo. “Saya kepikiran, adanya jembatan pasti membuat orang-orang dari Kulon Progo banyak yang ke Yogyakarta,” kata Maryanto. 

Ia dibantu oleh mertuanya, Mugi Hartono, yang dikenal sebagai pemilik dan pendiri PO Bus Suharno. “Saat itu dibantu pinjamgan ke bank, saya ya tetap melunasi pinjaman bank itu sendiri,” kata Maryanto. Jasa mertuanya ia abadikan sebagai nama perusahaan, PT Prayogo Mugi Hartono.

Tahun 1988, ia kemudian mengalihkan bisnisnya dari usaha truk ke usaha bus penumpang. Selanjutnya bus-bus kecil PO Prayogo mulai merambah jalanan di Yogyakarta, khususnya Jogja bagian barat. Dua tahun sebelumnya, di Jogja juga lahir periusahaan bus PO Bimo yang banyak melayani rute Jogja Wonosari.

“Bisnya kecil-kecil, dulu itu trayeknya ya Yogyakarta Wates, Yogyakarta Godean. Dulu itu busnya masuk ke perkampungan di Kulon Progo,” kata Maryanto. 

Pemilik Bus Prayogo yang jeli membaca zaman

Bus Prayogo awalnya ada gara-gara selesainya jembatan yang menghubungkan wilayah Sleman dan Kulon Progo MOJOK.CO
Bus Prayogo lahir gara-gara selesainya jembatan yang menghubungkan wilayah Sleman dan Kulon Progo di tahun 1988. Sampai kini garasi busnya ada di wilayah Godean, Sleman. (Agung Purwandono/Mojok.co)

Maryanto bercerita, pada masa jayanya, ia punya lebih dari 40 armada bus untuk trayek Yogyakarta Wates. “Garasi ini dulu nggak muat nampung, penuh,” katanya menunjuk halaman garasi yang jadi bengkel Bus Prayogo.

Iklan

Pendapatan dari usaha bus saat itu ia putar lagi untuk memperbanyak armada. Sampai kemudian di awal tahun 2000, ia membaca tanda-tanda zaman, jika bus penumpang jarak pendek akan menghadapi tantangan. 

Pertanda itu membuatnya melakukan strategi yang di kemudian hari mampu menyelamatkan bisnisnya di masa depan. 

Baca halaman selanjutnya

Kredit murah sepeda motor yang mengancam Bus Prayogo

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 18 Juni 2024 oleh

Tags: busbus legendaris Jogjabus pariwisatabus prayogopilihan redaksitransportasi umum
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis di Mojok.co, suka bercocok tanam.

Artikel Terkait

Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO
Ragam

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO
Ragam

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO
Ragam

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO
Ragam

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

alfamart 24 jam.MOJOK.CO

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Ketika Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa MOJOK.CO

Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

19 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
indonesia masters 2026, badminton.MOJOK.CO

Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

19 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.