Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Sulitnya Jadi Mahasiswa Penerima Beasiswa LPDP, Dituntut Banyak Ekspektasi padahal Nggak Bahagia di Luar Negeri

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
25 Agustus 2025
A A
penerima beasiswa LPDP menderita. MOJOK.CO

ilustrasi - nestapa penerima beasiswa LPDP yang dituntut banyak ekspektasi. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Menerima beasiswa LPDP tidak selalu menyenangkan seperti yang dilihat banyak orang. Nyatanya, ada juga kondisi tidak enak yang harus mereka rasakan. Salah satunya, Abdu Rahim (35) yang sudah mencicipi asam garam kehidupan sebagai penerima beasiswa LPDP.

#1 Ekspektasi dari orang-orang sekitar

Saat mendapat beasiswa LPDP di tahun 2015, Abdu langsung mendapat tekanan mental. Bagaimana tidak, baginya, beasiswa LPDP bukan sekonyong-konyong hadiah yang jatuh dari langit. Mereka ada tanggungjawab moral untuk menyelesaikan studi tepat waktu.

Setelah lulus, mereka dituntut untuk berkontribusi dalam negeri. Sementara, cari kerja di zaman sekarang tidak mudah meskipun memiliki gelar sarjana.

“Orang tuh melihatnya kayak, ‘wah, pintar banget bisa dapat LPDP,’. Mereka punya ekspektasi kalau kami harus selalu perform. Nggak cuma di akademik tapi di kehidupan sehari-hari,” kata Abdu saat dihubungi Mojok, Sabtu (23/8/2025).

“Apalagi waktu berangkat ke luar negeri, kami kayak ditunggu suksesnya, kehebatannya. Nah kalau tiba-tiba perform kami turun, rasanya kayak ngecewain banyak pihak,” lanjutnya.

Padahal, tidak semua ilmu perkuliahan bisa langsung diterapkan langsung saat mereka kembali di Indonesia. Apesnya, malah mereka nggak ada kerjaan atau tidak dihargai di negara sendiri.

“Mungkin ada yang bilang, ‘kok bingung? Kan waktu ngumpulin esai udah nulis mau ngapain?’. Ya benar, esai itu dibuat sebelum mulai kuliah. Pastinya kami juga ingin melakukan itu, tapi ternyata banyak variabel lain yang belim kami tau waltu menulis esai itu,” kata Abdu.

Sepengalaman Abdu, faktor-faktor itu baru terbuka saat ia sudah kuliah atau bahkan setelah lulus. Dari situ ia jadi sadar, betapa sulitnya mewujudkan keinginan yang sudah ia tulis dalam esai.

“Aku berharap, ini tidak terdengar seperti dalih semata. Aku hanya ingiin bilang kalau ini nggak mudah, tapi kami tidak pernah lupa. Saya yakin para penerima beasiswa LPDP lainnya pun mikir, mau gimana ngasih kontribusi balik,” ujar Abdu.

#2 Butuh modal awal untuk penerima beasiswa LPDP

Persiapan Abdu untuk kuliah di luar negeri membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ia harus mengurus visa, insurance, Indonesia Health Services, hingga membayar tiket pesawat dengan uangnya sendiri.

Meskipun pada akhirnya nanti biaya tersebut bakal di-reimburse tapi ia tetap membutuhkan modal yang tidak sedikit di awal.

“Saya sendiri sempat harus utang buat nutupin biaya awal, apalagi kalau bawa keluarga ke luar negeri. Keluarnya makin banyak,” ujar Abdu.

Lebih dari itu, kebutuhan hidup di luar negeri juga lebih mahal dibandingkan dengan Indonesia. Mojok pernah mewawancarai Wulida Wahidatul (25) yang kuliah di Amerika Serikat (AS). Ia mengaku harus berhemat dengan menggunakan transportasi umum, memasak sendiri, dan mengelola keuangannya.

Baca Halaman Selanjutnya

Penerima beasiswa LPDP banyak haters

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 25 Agustus 2025 oleh

Tags: beasiswa kuliahbeasiswa lpdpkuliah di luar negeriLPDPpenerima lpdptinggal di luar negeri
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Cerita Felix. Kuliah di universitas Australia berkat beasiswa LPDP usai diejek dan ditertawakan. Tolak tawaran kerja dewan demi ajar anak-anak di kampung pedalaman MOJOK.CO
Edumojok

Lulusan Beasiswa Australia Tolak Tawaran Karier Mentereng, Lebih Pilih Jadi Guru Kampung karena Terbayang Masa Lalu

10 Maret 2026
Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri MOJOK.CO
Edumojok

Rela Melepas Status WNI karena “Technical Stuff” di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri

27 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP serba salah, penerima beasiswa LPDP dalam negeri dan LPDP luar negeri diburu
Edumojok

Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa

25 Februari 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO
Edumojok

Mahasiswa KIP Kuliah Ikut Dihujat Imbas “Oknum” yang Foya-Foya Pakai Duit Beasiswa, Padahal Beneran Hidup Susah hingga Rela Makan Sampah di Kos

25 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Brio Mobil Aneh, tapi Jadi Sahabat Cicilan Kredit Anak Muda MOJOK.CO

Honda Brio Mobil Aneh, tapi Memberi Kebanggan ketika Menjadi Mobil Pertama bagi Anak Muda yang Tidak Takut Cicilan

12 Maret 2026
Sarjana Ekonomi pilih berjualan ayam penyet

Sarjana Ekonomi Pilih Berjualan Ayam Penyet, Sempat Diremehkan Banyak Orang, tetapi Bisa Untung 3x Lipat UMR dan Kalahkan Gaji Pekerja Kantoran

9 Maret 2026
Lepas status WNI dan paspor Indonesia, hidup lebih mudah usai pindah kerja di Jerman MOJOK.CO

Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman

10 Maret 2026
Membenci tradisi tukar uang alias penukaran uang baru menjelang lebaran untuk bagi-bagi THR MOJOK.CO

Tak Ikut Tukar Uang Baru buat THR ke Saudara karena Tradisi Toxic: Pilih Jadi Pelit, Dibacotin tapi Bahagia karena Aman Finansial

9 Maret 2026
seleksi CPNS. CPNS Jogja, PNS.MOJOK.CO

Dua Kali Gagal Tes CPNS Meski Nilai Tertinggi, Kini Malah Temukan Jalan Terang Modal Ijazah SMA

8 Maret 2026
Seorang kakak (anak perempuan pertama) kerja keras jadi tulang punggung keluarga gara-gara ortu miskin dan adik tidak tahu diri MOJOK.CO

Anak Perempuan Pertama Mengorbankan Masa Muda demi Hidupi Orang Tua Miskin dan Adik Tolol, Tapi Tetap Dihina Keluarga

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.