Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Kisah Pembenci Musik K-Pop yang Hidupnya Terselamatkan oleh Lagu BTS: Mereka Itu Aslinya “Motivator Mental Health”

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
31 Maret 2026
A A
Musik BTS bukan K-Pop. MOJOK.CO

ilustrasi - dulu nggak suka K-Pop, kini dengarkan lagu BTS. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

“Normal”, kata dia, membuat dirinya merasa dekat dengan rumah, apalagi bagi mereka sedang mengalami fase lelah tapi tetap dipaksa maju terus untuk menghadapi semua realita hidup.

“Walaupun aku punya ekspektasi sedikit lebih ‘wah!’ dibanding warna lagu BTS yang lebih ke era ‘Love Yourself’ series, tapi aku merasa terbayarkan setelah mereka wamil dengan album baru ini (ARIRANG), karena dikasih warna yang variatif,” tutur Tia.

Begitu pula Billqis (24) yang menyukai lagu BTS berjudul “Fly To My Room”. Apalagi saat Jimin menyanyikan bagian lirik ‘sometimes we get to know broken is beautiful’.

“Mungkin pengaruh mental state aku saat album itu rilis. Saat itu aku masih depresi dancenderung punya mental self-victimizing. Jadi, lirik itu sangat boosting buat aku yang masih me-refer diri sebagai broken soul.”

Kisah personal anggota menginspirasi anak muda

Jurnal berjudul “K-Idol BTS dan Lagu-lagunya sebagai Stimulus perilaku bagi Kaum Muda untuk Menjaga Kesehatan Mental” menjelaskan musik dapat menjadi alat untuk menyebarkan muatan pesan mengenai kesehatan mental. Hal ini terbukti dengan lagu-lagu BTS yang mengedepankan tagline: music and artist for healing. 

Sebagai boyband yang sudah sukses dan mengglobal, perjuangan BTS di titik sekarang juga menjadi inspirasi kalangan anak muda. Bukan rahasia lagi kalau BTS lahir dari agensi yang saat itu terbilang kecil dan miskin di Korea Selatan. 

Di awal-awal kariernya, para anggota juga sering mendapatkan kritik. Namun, dari kritik itulah mereka justru mendapatkan ide atau inspirasi untuk musiknya. Tak pelak, cerita dari tiap anggotanya menjadi inspirasi alih-alih hanya mendengarkan musik mereka.

“Dulu aku juga nggak suka sama K-Pop walaupun dari zaman SD aku suka nonton drama Korea tapi aku nggak pernah dan nggak mau tau soal K-Pop, tapi setelah tahu BTS di saat hidupku lagi berat-beratnya, aku merasa bisa melewati itu semua sampai sekarang. Aku merasa hidupku berwarna lagi. Mereka adalah penyelamat hidupku,” ujar @ama*** di Threads.

“Awal mula mentalku berantakan karena pekerjaan dan percintaan, datanglah BTS. Meskipun jilat ludah sendiri, sekarang aku malah bangga jadi ARMY karena tersentuh dan termotivasi dengan karya mereka,” ujar @ang***.

“Tiap lirik punya makna yang mendalam sehingga memunculkan ikatan kuat dengan penggemar. They came into our lives in the most right timing (mereka hadir dalam hidup kita di waktu yang paling tepat).” Kata @pop***.

Pada akhirnya, kritik selalu mengiringi BTS tapi mereka juga tak menutup telinga untuk terus berkembang. Termasuk dalam proses pengerjaan album baru mereka ARIRANG yang sudah rilis pada 20 Maret 2026.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Sekecewanya ARMY dengan Album “ARIRANG”, Patut Diakui kalau Lagu-lagu BTS Selamatkan Hidup Banyak Orang dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 1 April 2026 oleh

Tags: ARIRANGARMYBTScomebackK-Popkesehatan mentalmental healthMusik
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Sulitnya menjadi orang dengan attachment style avoidant. MOJOK.CO
Liputan

Sulitnya Menjadi “Avoidant” Menjelang Usia 25, Takut Terlalu Dekat dengan Orang Lain hingga Pesimis Menikah

24 April 2026
Solo date lebih asik daripada nongkrong bareng teman. MOJOK.CO
Sehari-hari

“Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

23 April 2026
kos eksklusif, jakarta, desa, kos.MOJOK.CO
Urban

Kabur dari Desa dan Memilih Tinggal di Kos Eksklusif Jakarta demi Ketenangan Batin, Malah Makin Kena Mental karena “Bahagia” di Kota Cuma Ilusi

15 April 2026
Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals MOJOK.CO
Esai

Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals 

15 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pasang WiFi IndiHome di kos. MOJOK.CO

Penyesalan Pasang WiFi di Kos: Dipalak Mahasiswa yang Kerjanya Main Game Online Ramai-ramai dan Ibu Kos yang Seenaknya Sendiri

22 April 2026
Sulitnya menjadi orang dengan attachment style avoidant. MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi “Avoidant” Menjelang Usia 25, Takut Terlalu Dekat dengan Orang Lain hingga Pesimis Menikah

24 April 2026
Amplop nikahan jadi kebingungan untuk fresh graduate di Jakarta

Dilema Hadiri Nikahan Rekan Kerja di Jakarta, Gaji Tak Seberapa tapi Gengsi kalau Isi Amplop Sekadarnya

24 April 2026
Omong kosong berkebun untuk slow living di desa. Punya kebun di desa justru menderita karena tanaman dirampok warga MOJOK.CO

Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki

23 April 2026
Tongkrongan gen Z di coffee shop

Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik

23 April 2026
Derita anak pintar dan siswa berprestasi yang hidup dalam kemiskinan di desa. Tak dapat dukungan pendidikan dari orang tua MOJOK.CO

Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja

22 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.