Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Susah Kejar Standar Skena Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
12 Maret 2026
A A
Dihina dan dijauhi tongkrongan hanya karena naik motor Honda BeAT. Tidak memenuhi standar sinematik ala Yamaha Aerox, NMax, dan Vario MOJOK.CO

Ilustrasi - Dihina dan dijauhi tongkrongan hanya karena naik motor Honda BeAT. Tidak memenuhi standar sinematik ala Yamaha Aerox, NMax, dan Vario. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di kalangan remaja-remaja SMA di sebuah kabupaten di Jawa Tengah, motor bukan semata kendaraan untuk menunjang mobilitas. Tapi itu menjadi standar skena (keren) yang harus dipenuhi jika ingin diterima tongkrongan. Kalau tidak, akan bernasib sama seperti Ogi (16). Hanya karena motor Honda BeAT, ia dihina dan dijauhi teman-teman sekolah yang kerap mejeng dengan Yamaha Aerox dan Vario “sinematik”. 

***

Ogi hanya anak desa biasa. Ia juga tumbuh di tengah keluarga sederhana. Oleh karena itu, ia sudah terbiasa mengedepankan fungsi ketimbang gengsi. Itulah kenapa ia tak masalah ketika harus memakai motor Honda BeAT milik sang bapak yang dibeli sejak 2015. 

Motor Honda BeAT itu memang sudah butut. Performa mesin sudah tidak begitu mumpuni. Dan tentu saja terlihat paling tertinggal ketimbang teman-teman Ogi yang kebanyakan sudah menunggang Aerox, NMax, atau seminimal-minimalnya Vario generasi baru. 

Motor Honda BeAT tidak ada artinya di hadapan Aerox, NMax, dan Vario

Ogi mengakui, sebenarnya tidak ada masalah dalam interaksi di kelas dengan teman-temannya tersebut. Namun, situasinya berbeda jika sudah nongkrong atau main-main di luar jam sekolah. 

“Awalnya aku merasa, kok aku nggak pernah diajak kalau mereka main. Kan aku lihat story mereka meski motoran bareng ke mana,” ungkap Ogi, Kamis (12/3/2026). 

Pikir Ogi, sepertinya ia harus inisiatif: tidak perlu menunggu diajak, tapi iseng aja ikut main. Karena siapa tahu, mereka tidak mengajak Ogi karena mengira Ogi bukan tipikal orang yang suka nongkrong. 

Namun, beberapa kali Ogi iseng mau ikut, ia pasti menerima jawaban “Wah kami belum ada agenda main ke mana e.” Jawaban yang, baru Ogi sadari kemudian, menyiratkan penolakan. 

“Karena walaupun bilang nggak ada agenda, tapi ternyata update story lagi nongkrong bareng,” kata Ogi. 

Dari situ Ogi mulai menyadari, bisa jadi motor Honda BeAT tidak akan diterima dalam circle skena kabupaten tersebut (yang diisi anak-anak pengguna Yamaha Aerox, NMax, dan Vario), yang memang merupakan jenis-jenis motor gagah dan keren. 

Motor Honda BeAT nggak diajak, karena nggak cocok buat sinematik ala Aerox, NMax, dan Vario

Sampai akhirnya Ogi tahu, betapa motor Honda BaAT yang ia pakai dihina-hina oleh anak-anak pengguna Aerox dan Vario tersebut. 

“Aku tahunya dari temanku. Kan ada teman baik, dia motornya Vario, tapi memang bukan yang sering ikut tongkrongan skena kabupaten itu,” ucap Ogi. 

“Dia bilang, kata anak-anak tongkrongan itu, ‘Ya masa motor Honda BeAT, apalagi butut, mau ikut riding motor-motor kayak kita.’ Itu sih kata temenku,” sambungnya. 

Pasalnya, dari story-story yang Ogi lihat, memang anak-anak di tongkrongan kabupaten itu tidak hanya sekadar motoran bareng. Tapi juga bikin konten jedag-jedug dengan sorotan utama pada motor masing-masing yang sudah dimodifikasi. Terutama modifikasi di bagian lampu yang dibuat warna-warni. 

Iklan

Jelas motor Ogi tidak memenuhi standar keren tersebut. Sudahlah butut, kalau dimodif pun juga tidak bisa. Pokoknya tidak masuk kategori sinematik lah. 

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Si Rizky (@sirizky___)

Malu dan rendah diri, merasa anak paling nggak gaul di sekolah

Sebagai remaja, jujur saja Ogi merasa malu dan rendah diri saat mendengar fakta tersebut: dihina dan dijauhi (tidak pernah diajak main atau nongkrong bareng) hanya karena motor Honda BeAT. 

“Merasa paling nggak gaul lah. Itu membuatku, mau berangkat sekolah naik BeAT aja kayak malu banget,” kata Ogi. 

Bahkan, Ogi sempat terpancing untuk mendesak orang tuanya agar membelikan motor baru. Kalau tidak mampu membeli Yamaha Aerox atau NMax, ya minimal Vario keluaran terbaru lah. 

Karena motor-motor itu lah yang, di kalangan remaja-remaja kabupaten Ogi, lebih sering dimodifikasi untuk kemudian motoran bareng sembari ngonten jedag-jedug sinematik. 

Ngejar validasi itu capek, dianggap nggak gaul nggak pengaruh di hidup!

“Aku akhirnya cerita ke kakak laki-lakiku. Dia motornya malah bebek. Jawaban dia bikin aku lebih jernih,” ungkap Ogi. 

Pesan sang kakak, hidup untuk mengejar validasi dan pengakuan itu amat sangat melelahkan. Karena tren akan terus berubah. Lagipula, misalnya dianggap tidak gaul pun tidak ada pengaruhnya di hidup Ogi. 

Iya kalau dengan ikut tongkrongan sinematik itu lantas membuat Ogi lebih produktif, tidak masalah dikejar. Tapi kan tidak ada jaminan bakal seperti itu. Kalau prinsip kakak Ogi: yang penting fungsi.

Kakak Ogi mewajari jika Ogi ingin punya motor-motor sangar dan keren seperti Yamaha Aerox, Yamaha NMax, atau Honda Vario. Namun, jika uang belum ada, kenapa harus dipaksakan? Kalau toh suatu saat bisa membeli, pokoknya jangan digunakan untuk ngejar validasi. Tetap harus berpatokan pada fungsi. 

“Selain itu, kata kakak, toh walaupun aku nggak diajak di tongkrongan sinematik, tapi aku kan masih punya teman lain. Ngapain aku harus susah dan malu hanya karena nggak masuk circle Aerox itu?” beber Ogi. 

Dari situ, Ogi memilih menutup mata. Tak masalah kalau ia direndahkan hanya karena motornya. Yang penting ia tidak seperti kebanyakan anak tongkrongan tersebut: bikin drama ke orang tua terlebih dulu demi dibelikan motor yang dibuat gaya-gayaan, modif pun modal nodong uang ke orang tua. 

“Pasti orang tuanya juga membatin, ‘Dasar anak beban!’,” seloroh Ogi disertai tawa menang. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 12 Maret 2026 oleh

Tags: aeroxaerox sinematikHonda Beathonda variomotor aeroxmotor beatMotor Hondamotor modifmotor sinematikmotor variomotor yamahavario sinematikYamaha Aerox
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Ilustrasi Honda Vario Sumber Derita dan Bikin Gila di Jalanan Surabaya (Wikimedia Commons)
Pojokan

Honda Vario Adalah Motor yang Paling Menderita di Surabaya: Mesin Loyo Itu Sengsara Dihajar Jalan Rusak

6 Maret 2026
Honda Vario: Motor yang Menyalahi Kodrat dan Nggak Waras MOJOK.CO
Otomojok

Honda Vario Adalah Motor yang Menyalahi Kodrat dan Nggak Waras, tapi Tetap Sakti dan Menjadi Pionir Matik Honda Selanjutnya

3 Maret 2026
Ilustrasi Supra X 125 Tua Bangka Tahan Siksaan, Honda Beat Memalukan (Wikimedia Commons)
Pojokan

Supra X 125: Motor Tua Bangka yang Paling Tahan Disiksa, Modelan Honda Beat Mending Pensiun karena Memalukan

2 Maret 2026
Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang Doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek Mojok.co
Pojokan

Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek

28 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yang paling berat dari mudik lebaran ke kampung halaman bukan pertanyaan kapan nikah atau dibandingkan di momen halal bihalal reuni keluarga, tapi menyadari orang tua makin renta dan apa yang terjadi setelahnya MOJOK.CO

Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Pamitan ke Perantauan

6 Maret 2026
Perasaan duka

Duka Dianggap Hanya Terjadi saat Menangis, padahal Perasaan Sedih Bisa Muncul secara Random dan Absurd

10 Maret 2026
lolos snbp, biaya kuliah ptn.MOJOK.CO

Senyum Palsu Anak Pertama Saat Adik Lolos PTN Impiannya, Pura-Pura Bahagia Meski Aslinya Penuh Derita dan Pusing Mikir Biaya

10 Maret 2026
Membongkar “Black Box” Otak Pemimpin Dunia: Trump dan Netanyahu Seharusnya Berendam, Bukan Perang MOJOK.CO

Membongkar “Black Box” Otak Pemimpin Dunia: Trump dan Netanyahu Seharusnya Berendam, Bukan Perang

6 Maret 2026
Bus patas Haryanto rute Jogja - Kudus beri suasana batin muram dan sendu gara-gara lagu-lagu 2000-an yang ingatkan masa lalu MOJOK.CO

Naik Bus Haryanto Jogja – Kudus Campur Aduk, Batin Seketika Muram dan Sendu karena Suasana dalam Bus Sepanjang Jalan

9 Maret 2026
Pengendara motor plat K ngga ngerti fungsi zebra cross, lampu, sein, hingga spion MOJOK.CO

Pengendara Plat K Tak Paham Fungsi Zebra Cross-Spion, Cuma Jadi Pajangan dan Abaikan Keselamatan Orang saat Bawa Kendaraan

7 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.